Sunday, January 13, 2008

I'm Back, Malang


Aku kembali ke Malang. Kota dingin yang kini telah memplokamirkan diri menjadi Truly East Java ini dengan wellcome-nya menyambutku kembali datang untuknya. Ya, ini setelah aku meninggalkan kota ini 2001 akhir lalu. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan dari kotaku di Jawa Tengah dengan menempuh waktu yang lama yakni 10 jam, dengan empat kali berhenti istirahat, termasuk ikut fear faktor di Osowilangun dan menjadi korban lumpur Lapindo, akhirnya aku sampai juga di Malang. Ketika aku sampai di perbatasan dengan Pasuruan tibalah aku di Kota Lawang, kota kecamatan ini terlihat seperti banner Selamat Datang di Kota Malang. Beberapa tempat yang dulu sering aku singgahi, menjadi biji-biji puzzel dalam memoriku yang sebentar lagi akan tersusun menjadi sebuah kenangan manis selama aku di Malang 1999-2001 lalu.
Setelah meninggalkan Lawang, tibalah aku di Singosari, kulihat ada Markas Divisi I Kostrad. Lalu Pasar Singosari, selanjutnya melintasi perlintasan kereta api. Dan beberapa saat kemudian aku tiba di pertigaan dekat Pabrik Rokok Bentoel. Rokok ini yang menjadi kebanggan warga Malang. Seterusnya tempat kerajinan Ken Dedes, kemudian si Cantik Patung Ken Dedes yang menyambutku dalam keremangan cahaya taman.
Setelah itu aku dikejutkan dengan pemandangan yang dulu belum pernah aku lihat, yakni jembatan layang yang ada di depan Terminal Arjosari. Wah, jembatan ini menunjukkan bahwa Malang kini telah berkembang pesat sehingga harus di buatkan jembatan layang. Belum juga aku selesai terkagum-kagum dengan jembatan itu, lampu menyala hijau. Aku harus meninggalkan jembatan itu. Entah apa lagi yang nanti akan aku temui sebagai kejutan.
Setelah meninggalkan Ahmad Yani kini laju motorku memasuki S Parman, hingga Alun-alun kota. Dalam perjalanan aku banyak menemukan hal yang kembali mengingatkanku pada 2001 silam. Rumah Sakit Syaiful Anwar, dulu aku pernah terduduk di ruang tunggu sana untuk memeriksakan sampel darah anakku yang terkena dehidrasi dan dirawat di RSI. Hotel Kartika Graha yang mengingatkanku pada pemandangan unik, yaitu pernah suatu ketika aku melihat sebuah pernikahan yang diadakan di Hotel tersebut. Uniknya, beberapa rombongan tamu di Hotel tersebut datang dengan menumpang dua buah truk. Mungkin salah satu mempelainya berasal dari kampung sehingga tetangganya yang akan datang ke resepsi tersebut terpaksa datang dengan truk karena rombongan cukup banyak dan tidak memungkinkan untuk membawa mobil pribadi.
Selanjutnya aku sampai juga di Alun-Alun Kota Malang. Sejenak aku memarkirkan motorku di tempat parkir Alun-Alun. Wah, Alun-Alun Kota kini telah berubah. Lebih bersih dan tertata rapi. PKL yang dulu banyak terdapat di pinggiran Alun-Alun pun kini telah bersih. Kemana mereka? Entahlah.
Setelah berjalan-jalan sebentar, aku sejenak istirahat di sudut Alun-Alun. Tidak seperti Alun-Alun di kota-kota lainnya, Alun-Alun Kota Malang terlihat sangat gelap. Terutama di sisi timur atau depan Kantor Pos. Tapi mungkin ini memang sengaja di atur demikian oleh Dinas terkait. Terlihat dari lampu-lampu yang digunakan. Hanya menggunakan lampu-lampu yang bercahaya sedang. Mungkin memang ini untuk menghindari kesan hingar-bingar di Kota ini. Meski sebelah barat dan utara terdapat Mall yang besar, yakni Sarinah Plaza Malang dan Mal Alun-Alun, namun tak terkesan kota yang penuh dengan histeria.
Setelah menghabiskan sebatang Djarum Super, akupun bergegas menuju temoat tujuanku yakni rumah Bu Kos yang dulu pernah aku tempati. Semoga saja beliau masih sehat dan masih mengingatku... Lalu, motor aku starter dan.....

0 comments:

image

Brand Development

Saya adalah blogger, penulis, citizen journalist sekaligus praktisi marketing. Konsultan pengembangan merek, penyusunan sistem franchise. Trainer marketing, sales dan online advertising

image

Web Development

Anda butuh website atau blog pribadi? Untuk pengembangan usaha, LSM, organisasi, sekolah, toko online atau perusahaan Anda? Silahkan hubungi saya 0812-2222-0750 atau kirim email ke mr.antowiyono@gmail.com