Saturday, January 19, 2008

Kriteria Menjadi Warung Makan Langganan

Di beberapa tempat yang sering aku singgahi, aku biasanya memiliki tempat makan yang aku jadikan langganan. Warung makan sih, bukan restoran seperti kebanyakan orang. Namun, meski hanya warung makan, tapi aku selalu 'mengajukan' syarat untuk bisa masuk menjadi warung makan langgananku. Yakni seperti ini;

1. Murah.
Ini jelas, aku nggak mau makan meski enak tapi harganya nggak sepantasnya. Misal, ayam goreng, nasi, sama teh anget 12500. Ini namanya mahal. Setidaknya porsi seperti tadi maksimal 7500. Normalnya 5000 bahkan kurang.

2. Nyaman. Maksudnya nyaman adalah; tempatnya agak luas, tidak berdesakan ketika sedang ramai. Parkirnya juga memadai. Pelayanananya juga menyenangkan. Aku paling suka setelah makan merokok sebentar barang 15 menit. Ketika merokok kita merasakan kenyamanan.

3. Higienis.
Banyak warung makan yang murah tapi nggak higienis. Terkadang beberapa makanan kemasukan demu, meja yang kotor, baik kotor kering maupun basah. Cara pemasakan dan dapurpun sering menunjukkan warung itu higienis atau tidak.

4. Enak. Ini jelas. Senyaman apapun kalau masakannya tidak enak siapaun nggak bakalan mengulanginya untuk makan disitu.
Itulah setidaknya 4 (empat) kriteria untuk menjadi warung makan langgananku. Anda tidak sependapat? Silahkan posting komentar Anda... [tri]

4 comments:

Anonymous said...

setuju deh...
kalo lagi on the way di suatu tempat keramaian. saya lebih suka makan di warung kapitalis semacam Mc, AW, Kaepce, dsb. Lha daripada coba2 di warung atau resto lain malah kena pukul harganya lak mending di warung kapitalis yang sudah jelas harga n menunya. pengalaman terakhir pernah kena gepuk harga di gambir. nyoba di cafe ah lupa namanya, lha rawon plus nasi n es jeruk kok 32 ribu. lak mending di hoka2bento ajah....
:D

amc multivision said...

setuju...
setidaknya meskipun ndak kapitalis gitu ya, Nasi Padang lah...
Mereka kan biasanya pake harga paguyuban...

Omtri said...

kang slamet<<< hahahahaha.... itu pantas dijadikan materi penelitian kang. mungkin rawonnya bukan dari daging hewan lokal. bisa aja itu unta arab. kan bagus tuh buat materi penelitian

Cempluk Story said...

hmm..makan murah tur enak seneng nya..

image

Brand Development

Saya adalah blogger, penulis, citizen journalist sekaligus praktisi marketing. Konsultan pengembangan merek, penyusunan sistem franchise. Trainer marketing, sales dan online advertising

image

Web Development

Anda butuh website atau blog pribadi? Untuk pengembangan usaha, LSM, organisasi, sekolah, toko online atau perusahaan Anda? Silahkan hubungi saya 0812-2222-0750 atau kirim email ke mr.antowiyono@gmail.com