Friday, June 19, 2009

Pengalaman itu mahal harganya

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah informasi lowongan kerja di sebuah website perusahaan outsourcing. Lalu sayapun tertarik, selain saya merasa kualified juga karena saya ingin berputar haluan untuk hijrah dari dunia Marketing dan Salesmanship praktis. Artinya saya sudah mulai -mungkin- jenuh dengan aktifitas saya sehari-hari dimana saya harus selalu berada di lapangan sebagai Salesman. Saya berpikir untuk mengaplikasikan ilmu dan pengalaman saya sebagai -katakanlah- Bagian Supervisi untuk sebuah Proyek.

Lalu sayapun mengirimkan Surat Lamaran Kerja yang untuk pertama kalinya saya kirim melalui email ke perusahaan tersebut. Nama perusahaan itu adalah Cika Outsourcing. Perusahaan tersebut bergerak dibidang outsourcing. Menyediakan manpower untuk beberapa profesi mulai Cleaning Service, Sekuriti, Operator Telepon dan Bisnis Logistik.

Cika Outsourcing terbilang cukup besar, memiliki beberapa kantor Cabang di beberapa kota di Jateng dan terus ber ekspansi. Cika Outsourcing juga telah diakui oleh beberapa perusahaan pengguna jasanya atau klien. Berbagai testimoni mengalir demi layanan terbaik yang telah diberikannya. Bahkan sebelum memutuskan untuk melamar di Cika Outsourcing, saya sudah mengenal perusahaan ini dari beberapa gedung yang pengelolaannya ditangani oleh Cika Outsourcing ini.

Dan kemarin, pada hari Kamis tibalah waktunya untuk saya melakukan test dan interview. Sebelum dilakukan test tertulis saya berhadapan dengan Bagian SDM perusahaan tersebut. Wawancaranya seputar pengalaman kerja saya, minat saya, keahlian yang mungkin saya miliki.

Ada satu hal yang menarik buat saya yaitu ketika saya menyebutkan bahwa saya pernah menjadi seorang Office Boy di sebuah Pusat Perakitan Komputer di Bandung. Pewawancara seperti hendak menggarisbawahi penuturan saya tersebut. Mungkin hal ini terkait bidang yang di jalankan oleh Cika Outsourcing. Ya, memang antara Cleaning Service dengan Office Boy tidaklah terlalu banyak perbedaannya. Namun pengalaman saya menjadi Office Boy (OB) tersebut menarik bagi HRD Cika Outsourcing. Mereka berpikir jika saya pernah menjadi OB akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja karena nantinya jika saya bergabung dengan Cika Outsourcing maka bisa jadi saya akan membawahi beberapa puluh orang yang bekerja sebagai Cleaning Service atau Building Treatment dan profesi itu pernah saya lakukan. Meskipun pada saat wawancara pihak HRD lebih cenderung ingin memasukkan saya di Divisi Administrasi. Inipun belum final. Bahkan keputusan untuk menarik saya bergabung dengan Cika Outsourcingpun belum disampaikan karena mungkin pihak HRD perlu waktu untuk membicarakannya dengan manajemen.

Tapi yang jelas, saya merasa bangga karena pekerjaan saya dulu sebagai OB yang banyak dilihat dengan sebelah mata terbukti banyak memberi saya pengalaman dan kini pengalaman itu dibutuhkan oleh pihak lain untuk sebuah simbiosis mutualisme.

Tapi yang jelas lagi, saya sedang memohon agar pihak HRD Cika Outsourcing tidak mengambil keputusan lain yakni mengangkat saya menjadi tenaga Cleaning Service.

Thanks before, Cika Outsourcing.

Capek Deh...!!!
Semoga......

[gambar diambil dari Google]

2 comments:

Kreatif Web said...

hmm... Tulsan yang sangat inspiratif, nice blog :-)

Nurul Imam said...

Outsorcing itu ga enak yah

image

Brand Development

Saya adalah blogger, penulis, citizen journalist sekaligus praktisi marketing. Konsultan pengembangan merek, penyusunan sistem franchise. Trainer marketing, sales dan online advertising

image

Web Development

Anda butuh website atau blog pribadi? Untuk pengembangan usaha, LSM, organisasi, sekolah, toko online atau perusahaan Anda? Silahkan hubungi saya 0812-2222-0750 atau kirim email ke mr.antowiyono@gmail.com