Siang itu sebelum lonceng tanda berakhir jam pelajaran hari itu
berbunyi, Bu Entin wali kelas IV SDN Sukamiskin Bandung menyampaikan
pemberitahuan kepada murid-murid. "Anak-anak, baru saja kepala sekolah
menyampaikan pemberitahuan, akan diadakan lomba tentang budaya Sunda.
Ada beberapa perlombaan, antara lain; Menyanyi Lagu Sunda, Peragaan
Busana Adat Sunda, Menari Jaipong dan Pidato Bahasa Sunda dalam rangka
peringatan Hari Kartini," kata Bu Entin disambut berbagai komentar riuh
rendah yang tak pelak membuat suasana kelas IV menjadi gaduh. "Ini lomba
tingkat Kota Bandung dan akan diikuti oleh banyak peserta. Ibu berharap
ada wakil pada setiap lomba dari SD kita."
Suasana kelas semakin gaduh. Spontan mereka menyebut beberapa nama
untuk ikut maju lomba karena nama-nama yang mereka sebut itu sudah
terbiasa mengikuti lomba dan memiliki talenta yang bagus baik pidato,
menyanyi maupun peragaan busana. "Siapa yang kira-kira bisa ikut?" tanya
Bu Guru. Serta merta anak-anak menyebut beberapa nama, "Dery Bu....
Alvi Bu.... Kayla Bu.... ," itulah nama-nama yang mereka sebutkan hampir
bersamaan.
"Jadi Dery, Alvi sama Kayla ya...? " tanya Bu Entin. "Baiklah kalau
begitu, terus kalian mau ikut lomba apa?" Serempak Dery, Alvi dan Kayla
menjawab, "menyanyi Buu..."
"Baiklah, lomba akan diselenggarakan hari Minggu besok di kampus
STIA mulai pukul 9 pagi. Lagu yang dinyanyikan adalah satu lagu wajib
berjudul Bubuy Bulan dan satu lagu pilihan, yang kalian bisa pilih
sendiri sesukanya, asal lagu Sunda yang baik. Sekarang kalian bisa mulai
belajar bernyanyi lagu-lagu itu," kata Bu Entin panjang lebar diikuti
bel tanda berakhir jam pelajaran dan waktunya pulang.
Anak-anak berlarian keluar kelas. Suasanya gaduh seperti hari-hari
biasa. Dery keluar lebih dulu dan berlari ke seorang penjual jajanan di
samping pintu gerbang SD itu. Penjual jajanan itu adalah ibunya Dery.
Seperti biasa, setiap jam pulang sekolah anak-anak membelikan sisa uang
sakunya di lapak milik ibunya Dery. Karena ramai, Dery ikut membantu
ibunya melayani pembeli. Dengan cekatan Dery melayani satu-persatu
pembeli yang rata-rata sudah ia kenal. Salah seorang temannya bertanya
pada Dery sambil jajan. "Dery, kamu mau nyanyi lagu apa untuk lagu
pilihannya?" Dery menjawab, "entahlah, belum kepikiran. Nanti coba saya
cari dulu lagu yang bagus." Sang teman membalas, "ok deh, kamu pasti
menang, soalnya suara kamu bagus." Dery hanya senyum mendengar pujian
temannya itu.
Setengah jam kemudian sekolah sepi. Dery membantu sang ibu
membereskan dagangannya dan ikut membawakannya pulang ke rumah kontrakan
melalui sebuah gang sempit di dekat SD itu. Sambil jalan Dery berkata
pada sang ibu, "Mak, Dery disuruh ikut lomba nyanyi lagu Sunda besok
Minggu di STIA. Boleh Mak?" tanya Dery polos sambil membetulkan
bawaannya yang sedikit melorot. "Emang kamu bisa?" tanya Emak. "Ya kalau
latihan mah pasti bisa atuh, Mak," jawab Dery. "Ya sok wae atuh kalau
bisa mah, " sahut Emak sambil melihat kesungguhan pada sikap dan wajah
Dery.
-----
Hari-hari Dery diwarnai kesibukan baru yakni latihan bernyanyi. Lagu
Bubuy Bulan dihapalkannya dari kepingan VCD di rumahnya. Meski sesekali
player VCD itu macet, namun Dery dengan gigih berlatih. Lagu pilihanpun
ia hapalkan. Dalam hati Dery, ia ingin tampil dengan baik. Ia ingin
Emak bangga padanya. Suatu ketika saat sedang berlatih sambil tiduran
tengadah dengan berbantalkan sebelah lengannya, Dery menatap foto
almarhum ayahnya yang sudah tiga tahun ini meninggalkannya. "Kalau Abah
masih ada mah, bisa bantu Dery latihan nyanyi," bisik Dery dalam hati.
Dengan berkaca-kaca Dery menatap foto almarhum ayahnya hingga ia
tertidur pulas di depan tivi 14 inchi itu.
-----
Di sekolah Dery, Alvi dan Kayla terus berlatih. Sesekali mereka
berlatih dengan bernyanyi bersama di sela-sela jam istirahat. Bu Entin
juga sesekali mengingatkan mereka untuk terus berlatih dan mengecek
kesiapan mereka.
-----
Waktu perlombaan semakin dekat. Tinggal dua hari lagi. Dery dan
kawan-kawan semakin sibuk berlatih. Hari ini sebelum pulang sekolah, Bu
Entin memanggil Dery, Alvi dan Kayla ke ruang guru. "Dery, Alvi, Kayla,
waktu lomba semakin dekat. Tinggal dua hari lagi. Kalian sudah siap?"
tanya Bu Entin. "Siap, Bu" jawab mereka kompak. Bu Entin menyampaikan,
pihak sekolah tidak bisa membantu untuk menyediakan kelengkapan
mengikuti lomba. "Kalian harus menyiapkan kaset VCD atau CD, atau
flashdisk untuk menyimpan lagu yang akan dilombakan," kata Bu Entin.
"Seragam pakaian adat Sunda juga kalian bisa usahakan sendiri. Bisa sewa
ke salon rias pengantin atau tempat persewaan kostum," lanjut Bu Entin
disambut anggukan anak-anak.
----
Sesampainya di rumah, Dery yang sedang membantu Emaknya mencuci
piring menyampaikan pesan Bu Entin, "Mak, kata Bu Guru disuruh nyari
pakaian adat Sunda untuk seragam lomba besok Minggu. Kumaha nya Mak?"
tanya Dery.
"Atuh kumaha? Kemana nyari seragam pakaian adat, Dery?"
Emak bertanya balik ke Dery. Dery melamun. Bingung harus bagaimana.
Mungkin bisa saja menyewa ke salon rias, tapi tentu saja mahal. Lagipula
Dery tidak tahu tempat salon rias yang menyewakan pakaian adat.
Dery mendekati Emak yang sedang melipat baju jemuran.
Dilihatnya Emak sesaat. Bibir Dery sudah siap mengucapkan sesuatu,
tetapi Emak sudah lebih dulu bertanya, "kamu sudah makan?" Dery gugup.
Dengan terbata-bata dia menjawab, "oh ...... eee be...belum, Mak. Nanti
saja," jawabnya. Dery bertambah bingung. Seharusnya hari ini dia sudah
bisa mendapatkan seragam. Besok sudah harus gladi bersih.
-----
Keesokan harinya, di sekolah Dery bertanya pada Alvi. "Kamu sudah
dapat seragam, Vi?" Alvi menjawab, "sudah. Aku kemarin ke salon Bang
Anton. Kebetulan di sana ada. Ukurannya juga pas. Kamu sudah dapat
belum," tanya Alvi. Dery tidak langsung menjawab pertanyaan Alvi. Dia
terdiam sesaat. Terbayang sudah kegagalan di benak Dery. "Duh, aku
bakalan tidak bisa ikut lomba," bisiknya dalam hati.
"Dery...." Alvi menepuk bahu Dery hingga Dery terkejut dan menjawab sekenanya. "Belum," jawab Dery lemas.
"Coba nanti aku antar kamu ke salon Bang Anton buat sewa
seragam. Sepertinya masih ada," kata Alvi mencoba menghibur. "Ah, tidak
usah. Aku tidak punya uang buat sewa kostum. Pasti mahal," jawab Dery.
"Gampang. Nanti aku bantu. Yang penting kita ikut lomba. Kalau kamu
nggak ikut, aku juga nggak ikut," ujar Alvi. "Baik deh, Vi. Sepulang
sekolah anterin aku ke sana ya," jawab Dery sambil bergegas masuk kelas.
----
Keesokan harinya adalah hari Minggu. Hari H untuk perlombaan yang
akan diikuti oleh Dery. Pagi-pagi Dery sudah bersiap-siap. "Mak, doain
ya supaya nanti bisa menang," pinta Dery pada Emak. Sementara itu Emak
sedang sibuk bebenah di dapur. Dery sedikit gelisah karena Emak tidak
bisa menemaninya lomba. Padahal ia ingin sekali Emak bisa menyaksikan
saat dia naik panggung. "Iya Dery. Emak tidak bisa mengantar. Pagi ini
Emak disuruh nyuci di rumah Pak Herman. Mudah-mudahan kamu menang. Tidak
menangpun tidak apa-apa, yang penting sudah berusaha," jawab Emak
disertai doa. Dery hanya terdiam. Dalam hatinya ia tetap semangat dengan
adanya doa dari Emak.
Sehabis mandi, Dery mengenakan baju kostumnya. Pakaian adat Sunda.
"Baju kamu kebesaran?" tanya Emak setelah melihat lengan baju Dery
digulung beberapa lipatan, begitu juga celananya. "Iya, Mak. Adanya
tinggal ini. Hari ini banyak yang ikut acara Hari Kartini, jadi banyak
baju adat yang disewa," jawabnya. "Tidak apa-apa. Kamu ganteng pakai
pakaian ini," kata Emak sambil membantu memakaikan blangkon Dery. Dery
hanya senyum. Emak menyelipkan uang sepuluh ribu ke kantong Dery. "Ini
uang sakunya. Dihemat ya. Cuma sepuluh ribu."
Selesai berpakaian, Dery menuju samping rumah mengambil sepeda.
Setelah berpamitan dan minta doa, Dery bergegas mengayuh sepedanya,
dengan harapan bisa mencapai tempat lomba tanpa telat. Dengan penuh
semangat Dery mengayuh sepedanya. Jaraknya cukup jauh. Sekitar 3
kilometer.
Baru sampai seperempat perjalanan, tiba-tiba sepeda Dery ngadat.
Rantainya lepas. Terpaksa Dery berhenti. Dicarinya ranting kering di
sekitar jalan itu untuk mencongkel rantai yang terselip diantara gir dan
jari-jari sepeda. Cukup sulit. Ranting itupun patah. Tak ada cara lain,
terpaksa Dery menariknya dengan tangan. Meski harus rela tangannya
kotor terkena oli. Alhasil, rantai sepeda itu terpasang lagi dengan
baik. Dery lega. Dilanjutkan perjalanan menuju tempat lomba. Dery
semakin semangat karena ia telah kehilangan waktu beberapa saat karena
sepedanya ngadat.
Saking semangatnya, beberapa kali lipatan gulungan lengan baju dan
celana yang kedodoran itupun merosot. Sambil terus mengayuh sepeda, Dery
membetulkannya. Praktis, noda oli di tangan Dery sampai ke baju dalam,
lengan dan kakinya. Dery tak mempedulikannya. Dikayuhnya terus sepeda
itu.
Udara pagi itu tidak begitu cerah. Mendung menggelayut di langit
Bandung. Jalan masih basah karena sisa hujan semalam. Dery sudah
memasuki jalan raya. Mobil sudah lalu lalang. Sesekali jalanan macet.
Dery harus berusaha menyelinap diantara mobil-mobil yang macet. Saat
sedang berusaha mengejar waktu, sebuah mobil tiba-tiba melintasi sebuah
jalan berlubang dengan kubangan air dan "breusssshhh!!!" air muncrat
mengenai pakaian Dery.
Dery hanya menyeka wajahnya sambil sesekali memperhatikan pakaiannya
yang sedikit kotor. Dia tetap fokus pada jalan agar tidak telat sampai
ke lokasi acara. Ujian tak hanya sampai di situ. Sepanjang perjalanan
Dery tak menyadari bahwa tas yang ia selempangkan di belakang
punggungnya terlalu panjang hingga menyentuh roba belakang. Hal ini
berakibat bagian bawah tasnya berlubang karena seringnya terkena gesekan
roda. Tak pelak, satu persatu barang bawaan Dery berupa keping VCD, air
putih dalam botol beserta uang sakunya berjatuhan.
Dery terus mengayuh sepedanya. Semangatnya mulai memuncak
ketika lokasi acara sudah terlihat dari kejauhan. Senyumnya mulai
mengembang. Menggantikan peluhnya yang sedari tadi bercucuran.
"Ayo Dery, acaranya hampir mulai," sambut Alvi di depan gedung itu.
"Iya. Toilet dimana ya? Bajuku kotor sekali." Alvi menanyakan kenapa,
dijawabnya, "kecipratan mobil," jawab Dery. Alvi lalu mengantarkan Dery
bergegas menuju toilet untuk membersihkan diri.
"Mana kaset VCD kamu? Cepat kasihkan ke panitia," tanya Alvi sambil
berjalan dari toilet menuju ruang lomba. Dery merogoh tasnya. Tapi
ketika membuka, dia kaget bukan kepalang. Tak ada apapun di dalam tas
itu. Dia hanya bengong melihat lubang di bagian bawah tasnya. "Aduh,
jatuh semua, Vi. Gimana ya?" Dery bertanya sambil kebingungan. "Yaudah,
pakai punyaku saja. Toh lagu pilihan kamu juga ada kan di kasetku. Ayo
aku antar ke ruang panitia," ajak Alvi disambut senyum gembira Dery.
Sambil berjalan, Dery masih menyempatkan sesekali melihat nasib tasnya.
----
"Hadirin sekalian, tibalah saatnya acara lomba Menyanyi Lagu Sunda
dalam Rangkaian Peringatan Hari Kartini, 21 April 2013," sambut MC
disertai tepuk tangan para hadirin. Dery dan beberapa peserta lain duduk
di kursi peserta. Semua peserta ditemani keluarganya sebagai supporter,
kecuali Dery. Namun Alvi yang sedari awal menemaninya tak henti-henti
memberinya semangat, meski mereka berdua akan bersaing memperebutkan
piala. Bu Entin dan beberapa perwakilan dari sekolah tidak banyak
berkomunikasi dengan Dery.
Satu persatu peserta naik ke panggung sesuai panggilan dari MC.
Selepas bernyanyi, tiga orang juri mengomentari penampilan para peserta.
Tiba saatnya Dery naik panggung. Meski sedikit gugup Dery tetap percaya
diri. Tidak banyak penonton yang memberikan tepuk tangan saat nama Dery
dipanggil maju oleh MC. Ya, karena Dery memang datang sendiri, tanpa
supporter.
Suasana haru terjadi saat Dery menyanyikan lagu berjudul "Emak".
Lagu tentang seorang anak yang memohon maaf pada ibunya dan pernyataan
bersyukur serta berterimakasih atas limpahan rahmat atas ridla ibu. Lagu
tersebut dipopulerkan oleh seorang penyanyi cilik bernama Kustian asal
Jawa Barat.
Bait demi bait ia nyanyikan dengan penuh penghayatan. Ekspresi wajah
dan gerakan tangan Dery memukau para penonton. Tiga orang juri semuanya
menitikan air mata. Sebagian besar penonton juga dibuat haru. Tak
sedikit yang menyeka mata karena menangis melihat aksi panggung dan
syair lagu yang dinyanyikan Dery. Sangat menyentuh. Selesai bernyanyi
Dery mendapatkan aplause luar biasa. Semua dewan juri memberikan
komentar yang positif. Bahkan ada satu juri yang belum bisa
menyembunyikan rasa harunya. Dalam komentar, juri tersebut hanya
berkata, "kamu layak dapat bintang. Lagu kamu mengingat saya pada Ibu
saya. Bagus, bagus..."
Turun dari panggung, Dery kembali ke barisan kursi peserta. Alvi
menyalaminya sangat erat dan mengguncangnya kuat-kuat tanda gembira.
----
Acara perform sudah selesai. Jam istirahatpun tiba. Sementara dewan
juri berdiskusi untuk menentukan hasil lomba, para peserta diperkenankan
untuk beristirahat dan menikmati makan siang dari panitia.
----
Tanpa disangka-sangka saat pengumuman pemenang, nama Dery Derisman
muncul sebagai pemenang untuk lomba Menyanyi Lagu Sunda. Dery naik ke
panggung bersama para pemenang lainnya. Satu persatu hadiah dari panitia
dan para sponsor diberikannya. Sebagai juara pertama, Dery mendapatkan
hadiah beasiswa lima ratus ribu rupiah, sebuah tas sekolah, sepatu
sekolah, satu paket buku tulis, piagam dan sebuah trofi. Saat di
panggung, Dery kesulitan membawa hadiah saking banyaknya.
----
Kini waktunya pulang. Beberapa teman Dery yang diantar dengan
menggunakan mobil menawarkan diri untuk memberi tumpangan. Tapi Dery
menolaknya secara halus, selain merepotkan ia juga membawa sepeda. Dery
pulang dengan tetap mengayuh sepedanya. Hadiah yang bisa dimasukkan ke
dalam tas ia masukkan, beserta tas lama yang sudah berlubang itu.
Digendongnya tas itu, sementara trofi ia pegang di tangan kiri sambil
tetap berpegangan pada stang sepeda. Senyum tak henti-hentinya
terkembang di bibir Dery. Hari ini dia puas. "Emak pasti bangga dan
senang," pikirnya
Saturday, January 4, 2014
Siapkah Anda Untuk Sukses?
Banyak diantara kita yang ingin menjadi orang sukses, tapi tidak siap untuk sukses. Ingin menjadi orang kaya, tapi tidak siap untuk jadi kaya.
Contoh: Udin pengin kaya dengan cara menikahi Lasmi, anak juragan sapi di kota Jember. Mimpi Udin terlaksana dan dia kini menjadi menantu orang kaya. Udin diberi mobil, rumah plus kolam renang, perabotan rumah serba mewah dan istri yang cantik, sopan dan lemah gemulai. Tapi, Udin tidak bisa menyetir mobil, tidak bisa berenang, tidak tahu cara menggunakan perabotan lux, tidak tahu cara memanjakan istri, bahkan Udin tidak bisa bertutur kata layaknya orang kaya. Empat bulan kemudian, keduanya berpisah. Udin kembali ke kampung halaman dan kembali ngarit.
Contoh lain: Agus, seorang salesman pengin naik jabatan menjadi manajer. Dia memanipulasi penjualan sehingga volumenya membuatnya meraih posisi manajer. Dia jadi manajer dengan fasilitas mobil dinas, seperangkat gadget keren dan gaji besar. Tapi, Agus tidak bisa menyetir, tidak bisa mengoperaikan komputer, tidak mempunyai jiwa leadership dan sombong. Lalu, belum selesai kontrak, waktu Agus habis untuk belajar komputer, kerjaan jadi lambat, anak buah jarang disapa, dia juga korupsi untuk menggaji seorang sopir dan gajinya sendiri habis untuk berfoya-foya. Over celebration. Lalu, pada bulan ke-7 kontrak kerjanya diputus. Dia kembali menjadi seorang salesman, pakai motor butut, keluar masuk pasar yang becek, peluh, debu, dan air hujan lekat di seragam kumalnya. Kasihan ya?!
Begitulah, untuk menjadi orang sukses, kita hrs belajar banyak hal, membiasakan diri berpikir dan berperilaku seperti orang sukses.
Salam
Tuesday, March 19, 2013
Sendratari Anak-anak Bisu Tuli Digelar Spektakuler
Luar biasa. Itulah gambaran singkat pagelaran Sendratari
Ramayana yang diperankan oleh anak-anak siswi tuna rungu LPATR Dena Upakara,
Jumat 15 Maret 2013 lalu. Setelah secara intensif selama tujuh minggu panitia
yang terbentuk dari berbagai komunitas ini berjibaku mengumpulkan beberapa
komponen pendukung acara, akhirnya pagelaran sebagai puncak dari Dies Natalis
ke 75th Dena Upakara tertunaikan sudah.
Hampir seluruh tiket terjual. Gedung Sasana Adipura Kencana,
tempat berlangsungnya acara penuh sesak. Hingga panitia harus membuka kedua
pintu samping agar udara leluasa masuk kedalam gedung dan penonton tidak
terlalu pengap.
Tepat pukul 19.00 sebuah grup musik rebana dari mahasiswa
UNSIQ tampil sebagai pembuka. Disusul kemudian oleh Teater Banyu yang
memerankan sebuah rumah tangga yang sedikit mengalami permasalahan.
Kemudian acara puncakpun dimulai yakni pagelaran mahakarya spektakuler
Sendratari Ramayana. Didukung oleh sound system dan stage lighting dari GM
Production Jogjakarta, suasa panggung yang sudah sarat properti seperti
pepohonan dan bebatuan, menjadi semakin terlihat menawan dan membawa pikiran
penonton mengikuti jalur ceritanya.
Setidaknya ada 10 babak yang dirangkai menjadi satu
mengikuti naskah sinopsis Sendratari Ramayana dengan lakon “Brubuh Ngalengka”
itu. Dalam lakon tersebut diceritakan Hanuman yang menculik Shinta lalu
terjadilah kehebohan di Ngalengka Diraja. Cerita berakhir setelah terjadi
kedamaian dan happy ending.
Penontonpun bersorak sorai hingga puluhan kali setiap
menyaksikan adegan-adegan yang luar biasa. Bagaimana tidak, sebuah pagelaran
drama musikal diperankan oleh anak-anak tuna rungu (bisu tuli) yang hanya mengandalkan
feeling dan insting bisa berkolaborasi dengan musik gamelan dengan pangrawit
guru-guru LPATR Dena Upakara.
Setelah salam penutup dengan menampilkan seluruh pemain
sebanyak 36 anak, Bupati Wonosobo H. Kholiq Arif Msi memberikan sambutan dan applaus
luar biasa kepada seluruh pemain. Selain itu Bupati juga memberi apresiasi
kepada seluruh elemen yang turut berjibaku menyusun acara hingga tuntas. Yang
menarik di sini adalah bahwa panitia, EO dan kru merupakan kolaborasi dari
berbagai elemen yakni Suster PMY (Putri Maria Yoseph), OMK (Organisasi Muda
Katholik), Mudika (Muda Mudi Katholik), BEM UNSIQ, PMII (Persatuan Mahasiswa
Islam Indonesia), IPNU/IPPNU, Ikatan pelajar Muhammadiyah, budayawan lokal dan wartawan Tabloid Taman Plaza.
Labels:
75 tahun dena upakara,
anak cacat
Shinta Bachir Pulang Kampung dan Temui Penggemarnya
Kangen dengan orang tuanya, Shinta Bachir pulang kampung.
Meski di Jakarta sudah dipenuhi oleh jadwal syuting dan berbagai jadwal acara
namun tak meluruhkan kerinduannya pada orang tua di kampung halaman. Ya, Shinta
Bachir adalah salah satu aktris yang orang tuanya masih tetap tinggal di
kampung, tidak seperti kebanyakan artis yang memboyong kedua orang tua ke
Jakarta.
Selain untuk menemui kedua orang tuanya, kepulangannya kali
ini juga untuk menemui para penggemarnya yang menamakan diri WBC (Wonosobo
Bachir Club). WBC adalah sekelompok anak muda yang berkumpul dan menjadikan
Shinta Bachir sebagai acuan motivasi mereka untuk berkarya dan berkreatifitas.
Menurut mereka, Shinta Bachir layak mendapatkan predikat seperti itu lantaran
tekadnya menembus batas hingga bisa menjadi aktris terkenal di ibukota.
Setelah sungkem dengan kedua orang tuanya di Dusun Sipedet,
Desa Tempursari, Sapuran, pemeran Tante Dolly dalam film Suster Keramas ini
sudah ditunggu jadwal jumpa fans di beberapa tempat di Kota Wonosobo.
Keberangkatan dari rumah menuju lokasi jumpa fans, Shinta dikawal oleh petugas
Patwal dan diiring oleh para penggemarnya. Selain itu ada juga rombongan
wartawan infotainment dari Jakarta. Jadwal pertama hari itu adalah talkshow di
Radio Pesona FM. Selama satu jam, jumpa fans di udara yang dipandu live oleh
Pemred Taman Plaza, Haqqi El Anshary ini cukup interaktif. Banyak hal terungkap
dalam sesi ini.
Selain berbagai pertanyaan dari moderator, para pendengar juga
banyak yang mengajukan pertanyaan baik melalui sambungan telepon maupun melalui
pesan singkat SMS.
Selepas dari Radio Pesona, pemain
film “Mati Muda di Pelukan Janda” itu
meluncur ke Dieng Cinema dalam acara pengundian hadiah bagi penonton Dieng
Cinema. Setelah istirahat di Coffee Paste, Shinta lalu memenuhi undangan Bupati
Kholiq Arif untuk makan malam bersama. Dalam kesempatan ini Bupati menyampaikan
apresiasi kepada Shinta Bachir. Bupati juga memberikan satu buah buku berjudul
“Mata Air Peradaban” karya Bupati Kholiq Arif. Shinta juga mendapatkan undangan
untuk mengisi rangkaian Hari Jadi Wonosobo tahun ini.
Sebagai acara puncak, digelar
acara jumpa fans di Allure Square sekaligus peresmian Wonosobo Bachir Club.
Dalam kesempatan tersebut, Shinta juga menyanyikan singlenya berjudul Aku Galau.
Acara yang dipandu MC Ayoe Sondakh tersebut cukup meriah dengan ratusan
penonton. Bukan hanya itu, Shinta Bachir
juga meresmikan grup band ON AIR dalam naungan manajemen Shinta Bachir.
Perjalanan Shinta Bachir
Jika sekarang Shinta Bachir tampil sebagai seorang aktris
terkenal, itu bukan sebuah kebetulan atau tanpa melewati proses yang berliku.
Perjalanan seorang Shinta Bachir hingga mencapai popularitas seperti saat ini
ternyata diwarnai oleh berbagai cerita yang sangat menarik sekaligus
mengharukan.
Pemilik nama asli Istiqomah itu menyelesaikan sekolahnya di
Semarang. Di sana, dia tinggal bersama sang bibi. Di sela-sela jam belajarnya,
Shinta membantu sang bibi yang mempunyai usaha salon. Selain menjadi asisten di
salon tersebut, Shinta kerap kali dijadikan model oleh sang bibi. Seorang
penggemar bernama Ova Herdiana mengatakan kepada kami, “Saya pernah dikeramasi
sama Shinta waktu masih bekerja di salon di Semarang,” kenangnya.
Selepas dari Semarang, Shinta berangkat merantau ke Jakarta.
Di ibu kota, anak ke 7 dari 9 bersaudara ini tinggal bersama sang kakak dan tidak
punya pekerjaan tetap. Namun, dari situlah cerita Shinta menjadi artis bermula.
“Waktu itu ada syuting sinetron di dekat tempat tinggal kami. Karena lihat
artis syuting, saya manfaatin buat foto-foto, narsis gitu lah,” kenangnya
sambil tertawa.
Di lokasi syuting itu ada seorang kru yang mendekati Shinta,
menawarkan untuk ikut sebagai figuran. Awalnya Shinta menolak karena takut
tidak bisa berperan seperti permintaan sutradara. “lalu saya ikut sebagai
figuran, hanya lewat saja di depan kamera, dibayar Rp. 50.000,” kata Shinta.
Dari situ Shinta berkenalan dengan sesama figuran, kemudian
saling berbagi informasi jika ada rumah produksi yang mengadakan casting. Salah
satu sinetron yang melibatkannya adalah Abdel dan Temon yang tayang di Global
TV. “Saya jadi tante-tante seksi yang naik ojek si Temon,” ujarnya. Dari peran
itu Shinta dapat bayaran Rp. 150.000.
Hari demi hari, Shinta semakin sering ikut casting.
Hasilnya, dia menjadi pemeran di iklan sebuah produk kesehatan. Saat itulah
Shinta mulai mendapatkan bayaran yang besar. Dalam iklan tersebut Shinta
mendapatkan bayaran Rp. 7 juta. “Awalnya saya nggak percaya ketika membuka
amplop dapat segitu, saya pikir itu salah. Lalu saya telpon bagian administrasi
PH tersebut,” ujar Shinta mengenang. “Saya pikir hanya sekitar lima ratus
ribuan. Ternyata jutaan, ya saya anggap itu uang yang cukup besar waktu itu,”
sambungnya.
Sukses menjadi bintang iklan, gadis yang bercita-cita
menjadi pramugari ini mendapatkan sebuah peran di film “Suster Keramas”. Di
film yang juga dibintangi oleh aktris Jepang Rin Sakuragi itu, Shinta berperan
sebagai Tante Dolly. “Di film itu saya mulai pakai nama populer Shinta Bachir,”
katanya.
Dari situlah Shinta semakin populer. Beberapa film mulai ia
bintangi. Berbagai iklanpun mulai menggunakannya sebagi bintang iklan. Selain
itu juga banyak tawaran di beberapa variety show dan pemandu kuis di televisi.
Sukses di Jakarta tidak membuat Shinta lupa diri. Dia tetap
ingat dengan kedua orang tuanya. Dia juga tetap konsisten untuk mengakui kepada
media dan publik bahwa dia memang berasal dari kampung. Pemeran film Mama Minta
Pulsa ini juga tidak malu membawa sejumlah wartawan dari Jakarta ke rumahnya di
Sapuran.
Di mata keluarga, Shinta adalah anak yang berbakti. Hal ini
ditunjukkan dengan patuhnya dia terhadap berbagai larangan atau petuah orang
tuanya. Shinta juga kemana-mana selalu membawa air bekas cucian kaki ibunya.
“Kami kemana-mana bawa air cucian kaki Ibu. Untuk dipakai mandi bahkan di
minum. Diwadahi botol, kalau hampir habis kami tambah air lagi supaya tetap
penuh,” ujar Aries Bachir, kakak sekaligus manajer Shinta.
Labels:
75 tahun dena upakara,
shinta bachir,
taman plaza,
wonosobo
Monday, February 25, 2013
Aher Melupakan Warga PKS
Pemilihan Gubernur Jawa Barat baru saja usai. Sejumlah
lembaga survey tampak telah menyodorkan hasil perhitungan cepat-nya
masing-masing. Hasilnya, Ahmad Heryawan mengungguli pasangan lain. Membuntut
ketat di belakanganya adalah pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki
yang diusung PDI Perjuangan. Quick count Lingkaran
Survei Indonesia (LSI), Ahmad Heryawan unggul dengan 33,14 persen dengan margin of eror +-1. Ini memang
bukan hitungan resmi. Sebab hitungan resmi itu dilakukan KPUD Jawa Barat.
Baik calon yang mendapatkan suara unggul maupun yang
bersuara rendah, masing-masing memberikan keterangannya kepada sejumlah media.
Pada intinya adalah ucapan terimakasih telah menggunakan hak pilihnya.
Namun ada yang mengganjal pikiran saya ketika membaca hasil wawancara
VIVAnews dengan Ahmad Heryawan (Aher), sesaat setelah menyaksikan hasil hitung
cepat bersama para pendukungnya di Hotel Papandayan, Bandung, Minggu 24
Februari 2013. Dia menyebut, kemenangan ini bukanlah karena dia adalah kader
Partai Keadilan Sejahtera. Aher menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah tidak
terkait dengan kader partai dan kepartaian.
“Mereka memilih saya sebagai gubernur, bukan melihat saya
sebagai kader partai. Masyarakat memahami permasalahan internal partai tidak
berhubungan dengan saya sebagai calon gubernur. Antara figur gubernur dengan
partai itu terpisah. Permasalahan internal partai hanya berpengaruh sedikit
dalam pencalonan saya,” tandasnya kepada VIVAnews.
Bagi saya ini adalah sebuah pernyataan yang menjauhkan diri
Aher dengan rasa terimakaksih kepada para pemilih terutama warga Partai
Keadilan Sejahtera (PKS). Meski saya bukanlah anggota PKS, namun hal ini
menunjukkan sedikit “kesombongan” Aher terhadap warga PKS. Seharusnya Aher juga
memberikan ucapan terimakasih kepada warga PKS yang tetap mendukung dia maju
sebagi gubernur Jawa Barat.
Apapun lah. Termasuk popularitas Dedy Mizwar juga menjadi
catatan penting di tengah isu adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh Aher di
Bank Jabar Banten.
Wallahu a’lam
Labels:
aher,
dedy mizwar,
korupsi,
pilkada jabar,
politik,
ulasan,
unik
Saturday, February 23, 2013
Pidato Lengkap Pengunduran Diri Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat
Anas Urbaningrum resmi menyatakan mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Pengunduran diri Anas dilakukan di depan wartawan di kantor DPP Partai Demokrat, Sabtu 23 Februari 2013. Berikut ini isi pidatonya:
Pertama saya sampaikan terimakasih dan selamat datang khususnya rekan-rekan wartawan di kantor DPP Partai Demokrat. Hari ini saya akan menyampaikan sikap, pikran dan pandangan menyangkut stautus saya dan apa-apa yang akan saya lakukan ke depan.
Seperti
diketahui bersama kemarin, tanggal 22 Februari 2013 KPK sudah
mengumumkan bahwa saya dinyatakan berstatus tersangka. Atas pengumuman
KPK itu, saya menyatakan bahwa saya akan mengikuti proses hukum sesuai
dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku, karena saya masih percaya
bahwa lewat proses hukum yang adil, obyektif dan transparan kebenaran
dan keadilan bisa saya dapatkan.
Saya
garis bawahi, saya masih percaya lewat proses hukum yang adil, obyektif
dan transparan berdasarkan kriteria-kriteria dan tata laksana yang
memenuhi standar saya yakin kebenaran dan keadilan masih bisa
ditegakkan. Karena saya percaya, negeri kita ini berdasarkan hukum dan
keadilan bukan berdasarkan prinsip kekuasaan.
Yang
kedua, saudara-saudara sekalian. Lewat proses hukum yang obyektif dan
transparan itu saya akan melakukan pembelaan hukum sebaik-sebaiknya. Dan
lewat proses pembelaan hukum sebaik-sebaiknya itu berdasarkan
bukti-bukti dan saksi-saksi yang kredible saya menyakini betul
sepenuh-penuhnya bahwa saya tidak terlibat di dalam proses pelanggaran
hukum yang disebut sebagai proyek Hambalang itu.
Ini saya tegaskan, karena sejak awal saya punya keyakinan yang penuh tentang tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar itu. Saya
menyakini bahwa kebenaran dan keadilan pangkatnya lebih tinggi dari
fitnah dan rekayasa. Kebenaran dan keadilan akan muncul dan mengalahkan
fitnah serta rekayasa sekuat apapun rekayasa itu dibangun. Sehebat
apapun itu dibangun. Serapih apapun itu dijalankan. Itu keyakinan saya.
Saudara-saudara sekalian, saya ingin sampaikan sejak awal saya menyakini bahwa saya tidak akan punya status hukum di KPK. Mengapa?
Karena saya yakin KPK bekerja independen, mandiri, dan profesional.
Karena saya yakin KPK tidak bisa ditekan oleh opini dan oleh hal-hal
lain di luar opini, termasuk tekanan dari kekuatan-kekuatan sebesar
apapun itu.
Saya
baru mulai berpikir saya akan punya status hukum di KPK ketika ada
semacam desakan agar KPK segera memperjelas status hukum saya. Kalau
benar katakan benar kalau salah katakan salah. Ketika ada desakan
seperti itu, saya baru mulai berpikir jangan-jangan saya menjadi yakin
saya akan menjadi tersangka di KPK setelah saya dipersilahkan untuk
lebih fokus berkonsentrasi menghadapi masalah hukum di KPK.
Ketika
saya dipersilahkan untuk lebih fokus menghadapi masalah hukum di KPK
berarti saya sudah divonis punya status hukum. Status hukum yang
dimaksud tentu adalah tersangka. Apalagi saya tahu beberapa petinggi
Partai Demokrat yakin betul, haqqul yakin pasti minggu ini Anas menjadi
tersangka.
Rangkaian
ini pasti tidak bisa dipisahkan dengan bocornya apa yang disebut
sebagai Sprindik. Ini satu rangkaian peristiwa yang pasti tidak bisa
dipisahkan. Itu satu rangkaian peristiwa yang utuh sama sekali utuh,
sama sekali terkait dengan sangat erat. Itulah faktanya, itulah
rangkaian kejadiannya dan tidak butuh pencermatan yang telalu canggih
untuk mengetahui rangkaian itu. Bahkan masyarakat umum pun dengan mudah
dan mencermati itu.
Saudara-saudara
sekalian, kalau mau ditarik agak jauh ke belakang, sesungguhnya ini
pasti terkait dengan kongres Partai Demokrat. Saya tidak ingin cerita
panjang, pada waktunya saya akan cerita lebih panjang. Tetapi inti dari
kongres itu, ibarat bayi yang lahir, Anas adalah bayi yang lahir tidak
diharapkan. Tentu rangkaiannya menjadi panjang. Dan rangkaian itu saya
rasakan saya alami dan menjadi rangkaian peristiwa politik dan peristiwa
organisasi di Partai Demokrat. Pada titik ini, saya belum akan
menyampaikan secara rinci. Tetapi pada konteks yang jelas menyangkut
rangkaian peristiwa-peristiwa politik itu.
Saudara-saudara
sekalian, ketika saya memutuskan terjun ke dunia politik dan saya masuk
menjadi kader Partai Demokrat saya sadar betul bahwa politik
kadang-kadang keras dan kasar. Dalam dunia politik tidak sulit untuk
menemukan intrik, fitnah dan serangan-serangan. Itu saya sadari sejak
awal dan karena itu saya tahu persis konsekuensi-konsekuensinya, ketika
saya tahu persis konsekuensi-konsekuensinya maka saya sampaikan saya
tidak akan pernah mengeluh dengan keadaan ini, saya tidak akan pernah
mengeluh tentang perkembangan situasi ini dan saya punya keyakinan kuat
dan semangat untuk terus menghadapinya termasuk dengan resiko dan
konsekuensi. Sekali lagi itu hal yang lazim saja. Saya anggap sebagai
sebuah kelaziman, tidak ganjil, tidak aneh apalagi di dalam sistem
politik demokrasi kita yang masih muda, termasuk di Partai Demokrat yang
juga tradisinya masih muda.
Saudara-saudara
sekalian, karena saya sudah punya status hukum tersangka, meskipun saya
yakin bahwa posisi tersangka saya itu lebih karena faktor-faktor non
hukum yang saya yakini, tetapi saya punya standar ethik pribadi. Standar
ethik pribadi saya adalah mengatakan, kalau saya punya status hukum
sebagai tersangka maka saya akan berhenti sebagai Ketua Umum Partai
Demokrat. Ini bukan soal jabatan dan posisi, ini soal standar ethik.
Standar ethik pribadi saya itu alhamdulillah kemudian cocok dengan Pakta
Integritas yang diterapkan di Partai Demokrat. Saya sendiri, di tempat
ini beberapa hari yang lalu, seminggu yang lalu kurang lebih sudah
menandatangani Pakta Integritas. Dengan atau tanpa Pakta Integritas pun,
standar ethik pribadi saya mengatakan hal seperti itu. Saya berhenti
sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Terkait
dengan itu, saya ingin menyampaikan terimakasih, terimakasih yang tulus
kepada kader-kader Partai Demokrat yang telah memberikan kepercayaan,
amanah dan mandat politik kepada saya untuk memimpin Partai Demokrat
sebagai Ketua Umum periode 2010-2015. Saya mohon maaf, kalau saya
berhenti di awal 2013 ini. Saya tidak merencanakan untuk berhenti tahun
2013. Sejauh perjalanan yang saya tempuh saya jalankan, saya tunaikan
sebagai ketua umum sepenuhnya saya bersungguh-sungguh menjalankan mandat
dan amanat politik itu.
Tentu
ada ada kelebihan dan kekurangannya. Tentu ada capaian prestasi dan
masih ada bolong-bolongnya, ada lubang-lubangnya. Tetapi saya ingin
menegaskan semua itu saya jalani dengan sungguh-sungguh, serius penuh
konsentrasi, karena itu bagian panggilan jiwa politik saya dan
alhamdulillah saya bersyukur di dalam proses menunaikan tugas kurang
lebih hampir tiga tahun ini, dua setengah tahun lebih semuanya saya
jalankan, sekali lagi dengan penuh kesungguhan dan konsentrasi.
Terimakasih
kepada kader-kader Partai Demokrat yang selama ini sama-sama menunaikan
menjalankan tugas sesuai dengan kewenangan, otoritas dan tugas
masing-masing. Pengurus Dewan Pusat, terimakasih, pengurus DPD
terimakasih, pengurus DPC terimakasih, kader-kader di seluruh Indonesia
terimakasih, Majelis Tinggi saya sampaikan terimakasih, Dewan Pembina
saya sampaikan terimakasih, Dewan Kehormatan saya sampaikan terimakasih,
Komisi Pengawas saya sampaikan terimakasih.
Ringkas
kalimat saya menyampaikan terimakasih kepada semuanya yang selama ini
bersama-sama menjalankan tugas. Meskipun saya sudah berhenti menjadi
Ketua Umum, saya akan tetap menjadi sahabat bagi kader-kader Partai
Demokrat. Saya ketika melepas jabatan atau posisi Ketua Umum tentu tidak
punya kewenangan organisatoris karena sudah saya lepas. Tetapi saya
bisa menjaminkan satu hal yang hemat saya penting yaitu ketulusan,
persahabatan dan persaudaraan. Saya jaminkan ketulusan, persahabatan dan
persaudaraan itu kepada kader-kader Partai Demokrat di seluruh
Indonesia apapun nanti tugas, langkah yang akan saya tempuh termasuk
apakah saya ada di luar atau ada di dalam, apakah saya menjalani proses
hukum, apakah proses hukumnya berjalan dengan adil, obyektif dan
transparan atau tidak.
Tetapi
saya menyatakan, menegaskan, menggarisbawahi bahwa saya menjaminkan
ketulusan, persahabatan dan persaudaraan. Loyalitas sebagai sahabat yang
selama ini kita bangun bersama itu bagian yang indah dan menyegarkan di
dalam dinamika organisasi politik partai yang kadang-kadang agak keras,
dan panas. Semuanya itu punya makna yang luar biasa. Karena itulah saya
yakin betul bahwa saya tetap akan berkomunikasi sebagai sahabat dengan
kader-kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Tidak dalam posisi
sebagai Ketua Umum tetapi dalam posisi sebagai teman dan sahabat.
Saya
juga berharap, siapapun yang nanti menjadi Ketua Umum Partai Demokrat
bisa untuk menunaikan tugas bahkan jauh lebih baik dengan apa yang sudah
saya tunaikan bersama teman-teman pengurus selama ini. Saya yakin pasti
akan datang Ketua Umum yang lebih baik. Saya percaya itu, karena
sejarah selalu melahirkan pemimpin pada waktunya.
Selanjutnya
saudara-saudara sekalian, apa yang akan saya lakukan ke depan adalah
tetap dalam kerangka memberikan kontribusi dan menjaga momentum bagi
perbaikan, peningkatan, dan penyempurnaan kualitas demokrasi di
Indonesia. Apapun kondisi dan keadaan saya. Kondisi dan keadaan saya itu
bukan faktor. Faktornya yang penting adalah bahwa saya akan tetap
bersama-sama di dalam sebuah ikhtiar untuk membuat Indonesia ke depan
makin baik dan makin bagus. Hari-hari ini dan ke depan akan diuji pula
bagaimana etika Partai Demokrat. Partai yang etikanya bersih, cerdas dan
santun.
Akan
diuji oleh sejarah, apakah Partai Demokrat adalah partai yang bersih
atau partai yang tidak bersih, partai yang bersih atau partai yang korup
akan diuji partai yang cerdas atau partai yang tidak cerdas, partai
yang solutif menawarkan gagasan-gagasan cerdas dan bernas untuk masa
depan bangsa atau partai yang tidak seperti itu, juga diuji apakah
Demokrat akan menjadi partai yang santun atau partai yang sadis. Apakah
yang terjadi kesantunan politik atau sadisme politik. Ujian itu akan
berjalan sesuai dengan perkembangan waktu dan keadaan.
Tetapi
yang paling penting saya garisbawahi adalah bahwa tidak ada kemarahan
dan kebencian. Kemarahan dan kebencian itu jauh dari rumus politik yang
saya anut. Dan mudah-mudahan juga dianut oleh siapapun kader-kader
Partai Demokrat. Diatas segalanya saudara-saudara sekalian, saya ingin
menyatakan barangkali ada yang berpikir bahwa ini adalah akhir dari
segalanya, barangkali ada yang meramalkan dan menyimpulkan ini adalah
akhir dari segalanya.
Hari
ini saya nyatakan ini baru permulaan, hari ini saya nyatakan ini baru
sebuah awal langkah-langkah besar, hari ini saya nyatakan bahwa ini baru
halaman pertama. Masih banyak halaman-halalaman berikutnya yang akan
kita buka dan baca bersama tentu untuk kebaikan kita bersama. Saya
sekali lagi dalam kondisi apapun akan tetap berkomitmen, berikhtiar
untuk memberikan sesuatu yang berharga bagi masa depan politik kita,
bagi masa depan demokrasi kita.
Jadi,
ini bukan tutup buku. Ini pembukaan buku halaman pertama. Saya yakin
halaman-halaman berikutnya akan makin bermakna bagi kepentingan kita
bersama. Inilah saudara-saudara sekalian beberapa hal yang ingin saya
sampaikan pada kesempatan siang hari ini, saya tentu akan terus menjadi
sahabat, teman-teman sekalian karena banyak buku yang akan kita baca
bersama.
Buku-buku
itu jangan dipahami dalam perspektif ngeres, tetapi dalam perspektif
positif dan konstruktif, dalam perspektif kebaikan dan kemashlahatan
yang lebih besar. Kebaikan dan kemashlahatan yang lebih besar itulah
yang menjadi titik orientasi kita.
Sekali
lagi, terimakasih atas kehadiran rekan-rekan sekalian, saya bisa lebih
panjang, tapi kalau saya panjangkan nanti terlalu banyak yang harus
diberitakan.
Sunandar - Pedoman NEWS
Labels:
anas urbaningrum,
partai demokrat,
pilpres 2014,
politik,
sby
Subscribe to:
Posts (Atom)
Follow Me :)
Blog Archive
- February 2016 (1)
- March 2015 (1)
- January 2015 (4)
- November 2014 (1)
- September 2014 (7)
- August 2014 (1)
- July 2014 (3)
- June 2014 (3)
- May 2014 (2)
- January 2014 (2)
- March 2013 (2)
- February 2013 (6)
- September 2012 (4)
- August 2012 (4)
- February 2012 (1)
- January 2012 (1)
- October 2011 (1)
- August 2011 (2)
- July 2011 (1)
- June 2011 (4)
- May 2011 (2)
- April 2011 (1)
- March 2011 (1)
- February 2011 (1)
- January 2011 (1)
- December 2010 (1)
- November 2010 (3)
- October 2010 (3)
- August 2010 (2)
- July 2009 (1)
- June 2009 (4)
- April 2009 (2)
- March 2009 (4)
- February 2009 (3)
- January 2009 (6)
- December 2008 (4)
- September 2008 (3)
- July 2008 (1)
- May 2008 (1)
- March 2008 (1)
- February 2008 (2)
- January 2008 (17)
- December 2007 (6)
Labels
ulasan
(38)
politik
(16)
unik
(16)
telekomunikasi
(14)
marketing
(12)
menulis
(12)
capek dehh...
(9)
dari hati
(8)
internet
(8)
perjalanan
(7)
facebook
(6)
malang
(6)
mlm
(6)
anggota dpr
(5)
mlm yang sebenarnya
(5)
visit wonosobo
(5)
peluang usaha
(4)
75 tahun dena upakara
(3)
bisnis
(3)
dieng
(3)
domain
(3)
dropship
(3)
golden life
(3)
peluang usaha dropshipper
(3)
pilpres 2014
(3)
televisi
(3)
wisata wonosobo
(3)
wonosobo tour
(3)
5 langkah penjualan
(2)
anak cacat
(2)
brand development
(2)
fotoku
(2)
herbal pautri
(2)
jokowi-jk
(2)
kerja sampingan
(2)
kerja tanpa modal
(2)
mlm terbaik
(2)
motivasi
(2)
obat kuat
(2)
pemilu
(2)
pemilu 2014
(2)
pengangguran
(2)
penipuan
(2)
prabowo-hatta
(2)
sinetron
(2)
tips mengembangkan merek
(2)
tips semangat
(2)
trik marketing
(2)
wonosobo
(2)
wonosobo costume carnival
(2)
APLI
(1)
MMM Indonesia bangkrut
(1)
MMM kolaps
(1)
Oneng
(1)
T2S penipuan
(1)
WWI
(1)
abal-abal
(1)
aher
(1)
ahmad dhani potong alat
(1)
allure
(1)
anas urbaningrum
(1)
android
(1)
arswendo
(1)
banjarnegara
(1)
bbm
(1)
blackberry
(1)
briefing
(1)
budaya bangsa
(1)
bukan penipuan
(1)
buruh migran
(1)
capres
(1)
carica
(1)
ceria
(1)
dangdut lawas
(1)
dedy mizwar
(1)
deterjen laundry
(1)
dieng tour
(1)
difabel
(1)
direct selling
(1)
email
(1)
film bagus
(1)
franchise
(1)
gabus
(1)
gangnam
(1)
gerhana matahari total
(1)
glam deterjen
(1)
hak usaha
(1)
hak usaha.
(1)
hiburan
(1)
indonesia
(1)
ingon
(1)
investasi bodong
(1)
jokowi
(1)
kayen
(1)
kejajar
(1)
kerja kantor
(1)
kerjaan
(1)
kesaksian produk
(1)
koalisi
(1)
kompasiana
(1)
korupsi
(1)
kuliner khas pati
(1)
laskar gerhana detikcom
(1)
leanet
(1)
lomba
(1)
lpatr dena upakara
(1)
manajemen
(1)
manajemen mutu
(1)
manajemen pelanggan
(1)
market
(1)
mengatasi ejakulai dini
(1)
merek
(1)
merek jiplakan
(1)
merek snack laris.
(1)
merek tiruan
(1)
merry riana
(1)
mimpi sejuta dollar
(1)
mindtalk
(1)
miras oplosan
(1)
mmm
(1)
musik dangdut
(1)
nasi tewel
(1)
nomer cantik
(1)
outlet manajemen sistem
(1)
parta politik
(1)
partai demokrat
(1)
pasutri
(1)
pasutri harmonis
(1)
pati bumi mina tani
(1)
pdi p
(1)
pekerjaan
(1)
pengembangan diri
(1)
penjualan
(1)
penting
(1)
php
(1)
pilkada jabar
(1)
pin bbm
(1)
pin cantik
(1)
pria kuat lama
(1)
pria perkasa
(1)
produk kecantikan
(1)
produk kesehatan
(1)
proposal franchise
(1)
ranchise kuliner
(1)
ranchise laundry
(1)
saya adalah
(1)
sby
(1)
sendratari
(1)
seni tari
(1)
sentigram
(1)
sentimeter
(1)
setieng
(1)
shinta bachir
(1)
siantar top
(1)
sistem franchise
(1)
snack
(1)
sosial media
(1)
suaranews
(1)
sukarno
(1)
supervisor
(1)
survey politik
(1)
tahan lama
(1)
taman plaza
(1)
tamarillo
(1)
tambakromo
(1)
taro
(1)
tator
(1)
teknologi
(1)
tempat kerja
(1)
terong belanda
(1)
testimoni
(1)
tidak bisa GH
(1)
tips keharmonisan rumah tangga
(1)
tips kesehatan
(1)
trik selling
(1)
umkm wonosobo
(1)
waralaba
(1)
womenpreneur
(1)
Total Review
Entri Populer
-
Empat tokoh daerah berasal dari berbagai latar belakang menerima penganugrahan Adikarya Wonosobo 2012 di Ballroom Kresna Hotel Wonoso...
-
Begitu santer berita mengenai fatwa MUI tentang golput. Banyak komentar miring dimana-mana, terutama di dunia Golblog (Golongan Bloggers). B...
-
Anda ngeblog? Sepi pengunjung? Hehehe… Saya juga. Blog saya sepi pengunjung karena saya sekarang sombong. Kok bisa? Beberapa bulan terakhi...
-
Setelah di lakukan ujicoba beberapa bulan dan sempat berhenti beroperasi selama sekitar 5 bulan, akhirnya Ceria Internet benar-benar resmi d...
-
Luar biasa. Itulah gambaran singkat pagelaran Sendratari Ramayana yang diperankan oleh anak-anak siswi tuna rungu LPATR Dena Upakara, Jum...
-
Sudah setahun ini kami, Sampoerna Telko (PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia) menjalankan sebuah program Data Servis Berlangganan atau ...
-
Beberapa hari yang lalu saya pulang ke kampung halaman saya di Karanganyar. Orang tua saya tinggal disebuah desa yang jaraknya cukup ...
-
Ada beberapa ciri khas orang Jawa (sebenarnya semua orang melakukannya) yang sangat kental. Kenapa hal ini saya sebut ciri khas orang Jawa, ...
-
Gerhana matahari total (GMT) akan terjadi di sebagian wilayah di Indonesia. Peristiwa Gerhana Matahari Total itu akan terjadi pada 9 Mar...
-
Sore itu Taman Plaza mendapatkan kesempatan berkunjung ke rumah S. Fatma, seorang instruktur senam yang lebih dikenal dengan nama Adin...



