Showing posts with label sinetron. Show all posts
Showing posts with label sinetron. Show all posts

Monday, November 8, 2010

[Kutipan dari koran masa depan] RCTI RESMI TUTUP

Jakarta, Jumat Kliwon 13 Januari 2011. Sindo.

Sehubungan semakin menurunnya rating semua acara di RCTI akbibat kurangnya independensi dan balancing dalam pemberitaan berakibat kini RCTI nyaris siaran tanpa penonton dan tanpa iklan. Praktis, sejak beberapa minggu yang lalu RCTI tidak lagi menayangkan iklan baik iklan komersial maupun iklan layanan masyarakat. Hal ini karena investor, dalam hal ini pengiklan sudah mencabut semua kontrak kerjasama iklan di RCTI dan mengalihkannya ke televisi lain. Hal tersebutlah yang menurut Managing Director RCTI Jhon Jhancock Kirix menjadikan alasan kenapa RCTI menyatakan resmi tutup mulai hari ini.

”Kami terpaksa menutup semua kegiatan broadcast kami dan secara resmi kami sudah tidak lagi siaran mulai besok (hari ini-red). Hal ini karena kami kesulitan mencari pengiklan maupun investor lain yang sebetulnya menurut kami akan menguntungkan bagi pengiklan dengan beberapa program kami untuk pengiklan. Tapi pengiklan tak satupun yang berminat kecuali pada hari ini mungkin masih ada iklan layanan masyarakat yang tayang hingga petang nanti yakni berita kematian dan iklan undangan arisan ibu-ibu di RT 4/RW12 Kelurahan Menteng. Itupun sebetulnya nyaris gratis karena Ketua RTnya adalah istri saya sendiri.” tegas Jhon.

Selain itu Jhon juga menyatakan bahwa pihaknya kini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait masalah piutang dengan investor dan seorang pengusaha katering untuk makan siang karyawan RCTI. Sambil berkaca-kaca Jhon mengatakan bahwa sejak beberapa minggu yang lalu ia menjadi tidak pernah tidur nyenyak dan ingin sekali mengakhiri hidupnya.

Sementara itu Persatuan Artis Narsis Indonesia (Panasindo) juga menuntut RCTI untuk segera melunasi hutangnya Rp. 13,13 milliar kepada 13 Production House yang didalamnya terkait dengan 113 artis yang hingga kini belum terselesaikan. Menurut Ketua Panasindo Herman Terheran Heran dalam keterangan persnya di sela-sela acara penganugerahan Artis Paling Narsis di studio NtarTV kamis malam, RCTI sebenarnya sudah sangat diuntungkan oleh pihak PH beserta artisnya karena mereka para artis ini rela dibayar separo dari tarif biasanya di setiap acara, bahkan dalam Konser Akhir Tahun yang bertajuk ”ORA NDELOK RCTI ORA PATHEKEN” di Ancol akhir tahun lalu, semua artis menganggap bahwa acara tersebut adalah Charity Show alias konser amal dan semua iklan dan Karcis Tanda Masuk Rp. 2500/lembar pada acara tersebut seluruhnya diserahkan untuk membantu pihak manajemen RCTI dalam melunasi hutang-hutangnya kepada berbagai pihak.

Seperti diberitakan sebelumnya, RCTI mulai kehilangan rating sejak awal November tahun lalu ketika dalam sebuah program Silet (kini tidak tayang lagi) presenter Fenny Rose dengan lantang (baca:intonasi kuat) menyatakan bahwa Jogjakarta adalah Kota Bencana, Malapetaka dan sebagainya. Prediksi-prediksi tentang bahaya Merapi disebutkan dalam program tersebut hingga membuat banyak orang kalang kabut dan resah. (bersambung ke hal 4 kolom 13)

Baca berita terkait:

Bos RCTI terancam masuk bui.

Demo ratusan karyawan RCTI padati Gedung Dewan.

Akankah RCTI bangkrut?

RCTI (Ramai Cerita Tanpa Iklan)

PN Jaksel menangkan gugatan investor RCTI.

..................

Nb. Kutipan headline news diatas adalah sekedar prediksi. Siapa tahu muncul bener tahun depan. :D Emangnya hanya Fenny Rose yang bisa bikin prediksi? Gue juga bisa dong. Kalau prediksi ini meresahkan masyarakat terutama Fenny Rose, gue juga bisa lho bikin running text permintaan maaf, tapi khusus di tivinya Fenny Rose...hehehe.

...........

NB (lagi): sekitar dua jam setelah saya publish, artikel ini dibawa seseorang ke Kaskus dan mendapatkan komentar beragam.

Saturday, January 24, 2009

Jangan Nonton Sinetron Indonesia

Sinetron Indonesia kini telah mencapai titik dimana sama sekali tak menampilkan mutu dan efek positif pada penayangannya. Apalagi kini sedang musim sinetron stripping atau sinetron kejar tayang yang penayangannya periodical daily bukan weekly seperti sinetron pada jaman dahulu. Hal ini memang dilakukan oleh pihak stasiun televisi juga oleh Production House guna memikat hati pemirsa agar tidak mudah lupa dengan alur cerita sebab saat ini terdapat banyak sekali sinetron dan tayangan drama lain yang tentu saja jika ditayangkan secara mingguan akan memakan memori pemirsa yang berakibat hilangnya selera atau histeria pemirsa terhadap alur cerita yang sebenarnya sama sekali tak bermutu tersebut.

Meski ada sinetron yang meng-klaim memiliki pemirsa sekaliber mantan Presiden Habibie, namun bukan berarti sinetron tersebut merupakan sinetron yang berkelas dengan alur cerita yang mendalam dan mendidik apalagi menghibur. Sinetron tersebut juga tak ubahnya sinetron-sinetron lain yang hanya mengumbar sketsa perkotaan yang banyak menawarkan mimpi belaka.

Sebenarnya bukan hanya alur ceritanya saja yang tidak bermutu, namun dalam hal produksinya juga banyak sinetron yang menggunakan trik yang mereka pikir pemirsa tak akan tahu bahwa pemirsa sedang di tipu oleh adegan tersebut. Lihat saja ketika adegan seorang pemeran sedang mengemudi mobil. Akting yang sebenarnya hanyalah pemeran sedang berada di dalam mobil yang di goyang-goyang demi efek mobil berjalan. Dan jika setting adalah malam hari, maka ditambahkan efek cahaya seakan-akan mobil sedang dalam perjalanan dan penumpangnya diterpa cahaya berkilatan oleh lampu dipinggir jalan. Mungkin mereka (Rumah Produksi) pikir pemirsa akan terbawa dengan mudah ke dalam alur cerita yang diinginkan oleh set, padahal tak semudah itu menciptakan tayangan bermutu dengan sebuah trik.

Ya. Inilah persaingan usaha. Dan inilah Dunia Entertainment. Histeria dan Euforia merupakan makanan pokok pekerja bidang ini. Dimana ada histeria disanalah mereka bekerja mengeruk uang.

Tapi sebenarnya hal ini juga seharusnya diimbangi oleh kedewasaan dalam bekerja oleh pihak yang terkait, tak ketinggalan Pemerintah sebagai Regulator dalam hal perizinan dan perundangan yang seharusnya mampu memberikan masukan dan pengawasan dengan memikirkan efek negatif dari tayangan-tayangan yang tak bermutu tersebut.

Akan saya tulis artikel lain berhubungan dengan hal ini. Terimakasih Semoga Bermanfaat.


image

Brand Development

Saya adalah blogger, penulis, citizen journalist sekaligus praktisi marketing. Konsultan pengembangan merek, penyusunan sistem franchise. Trainer marketing, sales dan online advertising

image

Web Development

Anda butuh website atau blog pribadi? Untuk pengembangan usaha, LSM, organisasi, sekolah, toko online atau perusahaan Anda? Silahkan hubungi saya 0812-2222-0750 atau kirim email ke mr.antowiyono@gmail.com