Showing posts with label menulis. Show all posts
Showing posts with label menulis. Show all posts

Friday, August 5, 2011

Sri Mulyani Akan "Dijual"

Siapapun boleh mendirikan partai politik. Saya pun boleh. Asalkan saya bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah (KPU, MK dan Depkumham) saya juga bisa mendirikan partai. Tetapi partai politik dimanapun tetaplah menjadi fenomena. Selalu menimbulkan kontroversi (baca: masalah).

Kini muncul partai politik baru bernama Partai Serikat Rakyat Independen (Partai SRI). Partai ini akan mengusung Sri Mulyani menjadi Capres 2014. Dan jika dilihat dari namanya, partai ini memang sudah “nafsu” dengan Sri Mulyani. Lihat saja namanya jika disingkat menjadi “SRI”. Banyak orang memang menganggap Sri Mulyani tokoh yang kuat dan qualified untuk menjadi seorang pemimpin. Tetapi?

Mari kita kembali pada persoalan fenomena partai politik. Partai politik memang selalu identik dengan ketokohan. Partai politik akan selalu menjadi perahu yang menghantarkan seseorang yang ditokohkan menjadi orang nomor satu. Setidaknya menjadi RI 1. Untuk itulah kita kerap terpaksa dihipnotis oleh kehadiran tokoh yang berada pada partai politik tertentu. Atau jika kalimatnya dibalik menjadi kita terhipnotis oleh partai politik tertentu yang mengusung tokoh yang menurt kita qualified.

Masih ingatkah kita pada Pemilu 2004? Ketika seorang Susilo Bambang Yudhoyono yang notabene adalah pembantu Presiden Megawati mendirikan sebuah partai politik dengan elegan. Bernama Partai Demokrat. Se-elegan Partai Demokrat di Amerika. Kala itu banyak diantara kita terhipnotis oleh ketokohan SBY. Bahkan saat itu banyak orang mengatakan SBY itu ibarat “Mutiara Diatas Lumpur”.

Tetapi partai politik tidak hanya bisa mengandalkan tokoh sentral. Di dalam sebuah partai politik begitu banyak kepala yang di dalamnya terdapat otak dan nafsu. Ketika suatu partai politik sudah merasa di atas angin maka kepala-kepala berisi otak nafsu itu akan abused of power. Menyalahgunakan kewenangan. Menjilat sana-sini. Merayu sana-sini demi urusan beberapa jengkal dibawah otak mereka, yaitu perut. Hmm.. mungkin juga satu jengkal lagi dibawah perut… Mereka akan terlena. Terlupa betapa partai politik itu dibangun berdasarkan susah payahnya berbagai pihak. Atau mungkin karena mereka-mereka ini juga termasuk yang susah payah, sehingga ketika mencapai titik kemenangan mereka akan berusaha mengembalikan modal awal, kalau perlu take profit (baca: korupsi)

Nah, kini muncul Partai SRI. Didirikan oleh beberapa pengamat dan surveyor serta analis politik. Ada Arbi Sanit (pengamat politik senior), Daminus Taufan (aktivis), Goenawan Mohammad (sastrawan), Rahman Tolleng (mantan anggota DPR), Fikri Jufri (Redaktur Senior Majalah Tempo), Dana Iswara Basri (mantan presenter RCTI), M Husni Thamrin (aktivis LSM), Budi Arie Setiadi (wartawan), Susi Rizky Wiyantini dan Sony Sutanto (keduanya aktivis Solidaritas Masyarakat untuk Keadilan atau SMI-K).
Di dalamnya memang tidak ada Sri Mulyani, tokoh yang kerap disebut. Tetapi mereka begitu bernafsu dengan Sri Mulyani. Mereka akan menjual Sri Mulyani demi memenangkan Pemilu 2014. Ini artinya mereka ini terobsesi menggantikan tokoh-tokoh politik lainnya yang kini sedang duduk di Senayan maupun di Istana serta di Kementerian.

Lalu jika kita bandingkan dengan Partai Demokrat dimana SBY adalah pendirinya, para fungsionaris partai ini saja lupa bahwa SBY-lah yang mendirikan partai ini. Lihat saja, ada Ruhut Sitompul yang kerap jadi pelempar isu alih-alih survey, ada Marzuki Alie yang kerap disebut Marzuki Alay karena ucapannya yang sering kontroversial, dan yang paling heboh saat ini yaitu M Nazarudin yang korupsi dan lari tunggang-langgang menghindari kejaran petugas. Semuanya orang-orang Partai Demokrat. Partai yang membesarkan mereka. Mereka mengkhianati SBY yang membesarkan mereka.

Dari sini akan muncul kekhawatiran jika benar Sri Mulyani kelak ditokohkan di Partai SRI dan memenangkan Pemilu 2014, maka bukan mustahil Sri Mulyani hanya akan menjadi “tuyul” yang diperalat oleh orang-orang penuh nafsu di Partai SRI. Lagi-lagi demi urusan perut dan sejengkal dibawahnya…

Dan demi urusan perut, saya juga bisa bikin partai politik baru bernama Partai TRI… karena nama saya OM TRI. :D


Saturday, July 9, 2011

Tujuh Hal Yang Perlu Diperhatikan Pada Penampilan Salesman


Menjadi seorang Salesman haruslah bersikap menyenangkan di depan pelanggan. Salesman tidak boleh berpenampilan yang membuat pelanggan atau calon pelanggan merasa tidak nyaman bersama dengannya. Selain memiliki cara berkomunikasi yang baik, seorang Salesman haruslah mempunyai penampilan yang bisa memikat, minimalnya pelanggan atau calon pelanggan merasa betah saat harus mendengarkan presentasi atau penjelasan sebuah produk yang di tawarkan.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan ketika kita menghadapi pelanggan?

1. Pakaian.

Pastikan pakaian Anda rapi saat berhadapan dengan pelanggan. Jika harus menggunakan setelan baju yang masuk, pastikan antara baju yang masuk dan yang diluar tampak rapi. Perhatikan juga kombinasi warna yang Anda pilih. Hindari menggunakan setelan yang tidak matching. Seperti celana coklat kemerahan dipadu dengan baju warna hijau terang. Celana warna biru dongker dipadu dengan baju kuning oranye. Pilih celana dengan warna aman yakni hitam. Celana hitam terkesan netral sehingga bisa dikombinasi dengan baju warna apapun.
Jika terpaksa Anda menggunakan celana jins, pastikan jangan terlalu belel atau kotor. Celana jins belel atau sedikit kotor bagi sebagian orang memang terlihat seksi, tetapi hal ini tidak sepenuhnya mendukung penampilan Anda saat bertemu calon pelanggan.

2. Rambut

Perhatikan pertumbuhan rambut Anda. Buatlah jadwal berkala untuk memotongnya. Jangan biarkan rambut Anda terlihat berantakan. Jangan sampai Anda harus sibuk menata rambut karena terkena angina saat Anda sedang presentasi. Asalkan rapi, tak ada salahnya menambil gaya rambut mohawk atau potongan dengan sasak. Potongan rambut seperti ini saat ini sedang trend an bisa dikombinasikan dengan gaya formal.

3. Wajah

Perhatikan kebersihan wajah Anda. Jangan biarkan Anda prsentasi dalam keadaan muka mengkilap berkeringat atau banyak jerawat tak terawat disana-sini. Gunakan facial foam secara berkala untuk menjadikan wajah Anda bersih dan tidak mengkilap, terutama saat sedang presentasi.

4. Bau badan

Jangan biarkan calon pelanggan Anda menyudahi kalimat presentasi Anda gara-gara bau badan Anda. Gunakan parfum yang ringan tapi harum. Jangan lupa untuk selalu menggunakan deodorant sepperti roll on untuk mencegah atau mengurangi keringat yang dapat menimbulkan bau badan.

5. Bau mulut

Sikat gigi Anda secara teratur. Lebih baik lagi jika ditambah mouthwash. Mulut yang bersih akan terhindar dari berkumpulnya kuman pada rongga mulut yang sering berakibat bau mulut. Sediakan permen wangi untuk membuat wangi aroma nafas Anda. Jika Anda perokok, selalu ambil permen untuk menghilangkan bau asap rokok pada mulut. Jangan biarkan calon pelanggan Anda mabuk dan meninggalkan Anda saat sedang presentasi hanya gara-gara bau mulut.

6. Kuku

Perhatikan pertumbuhan kuku pada tangan Anda. Kuku yang panjang kerap menjadi sarang berkumpulnya kotoran debu maupun keringat. Ini akan terlihat jorok. Potong kuku Anda secara teratur agar terlihat bersih.

7. Sepatu dan ikat pinggang

Pilih warna sepatu yang sesuai dengan tema pakaian Anda. Kalau bisa hindari menggunakan sepatu sport ketika Anda mengenakan celana katun dan baju masuk. Sepatu sport akan lebih cocok saat Anda mengenakan celana jins dan baju seragam bertema F1 dengan atribut merek di baju Anda. Begitu juga ikat pinggang. Selalu kenakan ikat pinggang saat berhadapan denga pelanggan, baik itu sedang mengenakan jins atau celana katun.

Penampilan yang rapi menjadi cerminan pribadi kita. Jika kita berpakaian rapi, maka calon pelanggan akan menjadi semakin yakin dengan isi presentasi kita dan kredibilitas produk yang kita tawarkan. Begitu juga sebaliknya, jika kita terlihat berantakan saat menemui pelanggan maka kepercayaan pelanggan terhadap kita dan produk bisa terganggu.

Selamat mencoba !!

Friday, June 24, 2011

Mencari Uang Dengan Ngeblog


Anda ingin mendapatkan uang dengan blogging? Jika ya, berarti sama dengan saya. Saya juga berkeinginan menjadikan blog sebagai salah satu sumber pendapatan. Tetapi apakah memonetize blog harus dengan layanan periklanan atau adsense? Harus dengan memasang banner space di blog agar ada advertiser yang tertarik beriklan? Hmm… Saya pikir tidak.

Saat ini banyak blogger yang berlomba-lomba
menggaet sebanyak mungkin netter dari kotak Google dengan cara memperbanyak keywords, terutama keyword yang paling sering dicari. Hasilnya memang banyak netter yang “tersesat” di blog-blog ini. Trafficpun naik.

Belum lagi kini bermunculan blog atau situs web yang menjadi second search engine. Ketika kita ketikkan sesuatu di kotak Google, keywords tersebut seakan-akan ditemukan di sebuah blog atau website. Padahal blog yang “ditunjuk” oleh Google tersebut merupakan blog atau website yang dimodifikasi menjadi search engine. Dan ketika kita klik di kotak searching-nya, tidak ada result apapun yang ditampilkan. Kitapun kecewa. Tetapi paling tidak, keinginan si pemilik blog tersebut menaikkan traffic sudah berhasil. Dengan begini, pemasang iklan mungkin akan tertarik beriklan di sini tanpa memperhatikan trik si pemilik blog tersebut.Beginikah cara sehat menaikkan traffic? Beginikah cara memonetize blog? Hmm… Saya pikir tidak juga.

Kalau boleh saya berpendapat, saya lebih menekankan blog sebagai personal branding. Jika kita mampu mempertahankan eksistensi blog kita dengan baik, bukan tak mungkin kita kita akan memiliki sebuah “merek pribadi” atau yang disebut personal branding tadi. Bagaimana caranya? Banyak.

Jika Anda tertarik dengan ilmu komputer, buatlah tulisan secara berkala tentang komputer. Anda menggemari ponsel dan perbaikannya, buatlah artikel di blog secara lengkap tentang ilmu trik dan tips tentang ponsel. Begitu juga dengan ilmu-ilmu yang lain.

Saya mempunyai seorang teman yang saya kenal di internet. Namanya Nora Marshanti. Teman satu daerah ini awalnya saya kenal karena dia mengelola sebuah website kabupaten kecil di Jawa Tengah. Kemudian saya tahu dia juga blogging, dari blognya yang berisi tentang cara membuat kue ini saya semakin mengenal bahwa si Mbak ini tertarik untuk terus memposting artikel tentang pembuatan kue serta hasil karyanya yang di upload ke blog. Semakin lama dan semakin sering dia posting, akhirnya dia beberapa kali diundang oleh stasiun televisi unruk menjadi narasumber. Dan beberapa kali juga aksinya membuat kue di rumah menjadi tontonan menarik termasuk saat membuat kue bersama si Unyil dalam program Laptop Si Unyil di Trans7.

Semua berawal dari blog. Membuat kue digabungkan dengan konsistensi blogging menjadikan si Mbak Nora ini memiliki personal branding. Merek pribadi yang ia punya kemudian mengantarkan dia pada sebuah eksistensi bukan hanya di dunia maya. Usahanya membuat kue semakin kebanjiran order sementara namanya juga semakin dikenal oleh publik. Sekali lagi, ini berkat blogging. Bukankah uang yang dihasilkan juga berkat blog? Tidak salah ‘kan jika ini juga cara memonetize blog?

So, teruslah belajar. Teruslah menulis. Semakin banyak belajar maka semakin baik pula kualitas tulisan Anda. Kemudian kelola dengan konsistensi serta independensi tulisan Anda. Kurangi copy paste dari tulisan atau artikel milik orang lain. Teruslah menulis dengan tulisan yang original dan inspiring. Semakin Anda konsisten dengan hal ini semakin terarah pula pola blogging Anda. Selamat mencoba!



gambar diambil dari Google






Wednesday, June 22, 2011

Blogwalking, Cara Ampuh Menaikkan Traffic Blog



Anda ngeblog? Sepi pengunjung? Hehehe… Saya juga. Blog saya sepi pengunjung karena saya sekarang sombong. Kok bisa? Beberapa bulan terakhir saya jarang sekali posting artikel baru di blog saya. Data statistik juga menunjukkan bahwa perbulan saya hanya posting satu sampai dua artikel. Apalagi sejak kemunculan facebook, saya justru lebih sering fesbukan daripada blogging. Sepertinya penyakit ini juga menyerang beberapa blogger lain. Penyakit bernama Malaschenicus Postingcanthropus alias malas posting menjangkiti beberapa blogger sejak adanya facebook.


Tetapi sebetulnya masih banyak cara untuk menjaga eksistensi blog dan blogging. Masih banyak cara untuk tetap menjalankan pesan beberapa komentator di postingan “..keep posting…” dan menjadikan blog kita sebagai blog yang sering dikunjungi serta menjadi blog yang recommended.

Salah satu cara ampuh untuk menaikkan traffic blog adalah Blogwalking. Blogwalking adalah jalan-jalan mengunjungi blog orang lain, membaca blog mereka kemudian meninggalkan jejak. Jejak bisa kita tinggalkan dengan cara memposting komentar pada artikel blog yang kita baca. Dengan meninggalkan komentar ada banyak hal yang bisa kita dapatkan.

Pertama adalah si pemilik blog merasa dihargai dengan postingan komentar kita. Pemilik blog akan merasa lebih semangat untuk menulis lagi karena merasa blognya dikunjungi netter lain. Sehingga mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang bermutu dan terposting secara regular dan terjadwal dengan baik. Akhirnya menjadi blog yang recommended. Bagaimana jika pemilik blog tersebut adalah kita? Nah, pasti kita akan semangat terus untuk posting artikel.
Kedua, blogwalking kerap memberi kita inspirasi untuk menulis. Sesuatu yang merasa janggal, menarik, aneh, menantang dan lain-lain akan menginspirasi kita untuk menulis. Membaca blog orang dengan tulisan yang kurang bermutu menurut kita justru kerap menginspirasi kita untuk menulis tema yang sama namun lebih komprehensif dan lengkap serta berbobot.
Ketiga, dengan meninggalkan jejak link URL kita di blog milik orang akan menggiring orang untuk mengklik blog kita dan meningkatkan traffic. Selain itu, jika blog kita merupakan blog yang berbobot dan recommended, bukan tak mungkin blog kita akan memiliki banyak pelanggan yang berkunjung secara berkala menunggu postingan terbaru kita.

Meninggalkan jejak selain di komentar bisa juga di kotak buku tamu, biasanya di Shoutbox yang disediakan oleh Shoutmix sebagai widget special buat tamu untuk meninggalkan jejaknya. Jejak link URL di Shoutbox ini juga sangat memungkinkan si pemilik blog atau netter lain mengklik blog kita dan menaikkan traffic.

Jejak yang kita tinggalkan di blog orang lain juga kerap terbaca oleh mesin Google. Apalagi kalau kita memiliki avatar. Saya kerap menemukan hasil pencarian Google untuk gambar saya dengan keyword “Omtri” justru ada di kolom komentar blog orang yang saya kunjungi. Blog yang sudah di optimalkan dengan SEO (Search Engine Optimation) sangat mudah dikenali oleh Google. So, jika ada nama atau foto avatar kita disana maka kita akan semakin sering ditemukan oleh mesin pencari ini.

Nah, mulai sekarang jangan sombong seperti saya. Jadilah blogger yang baik yang senang berkunjung kesana-kesini. Jadilah blogwalker yang baik agar blogwalker lain juga senang berteduh di blog kita.

Namun, hal-hal lain yang juga perlu dipertimbangkan untuk menaikkan traffic juga harus dipertimbangkan. Seperti saling tuker link (Link Exchange) atau mengikuti Blog Agregator seperti Kompasiana, Vlog-nya Vivanews juga terbukti mampu menaikkan traffic. Dan yang tak kalah penting adalah:
1. Menulis
2. Terus menulis
3. Menulis lagi
4. Kembali ke poin satu. Hehehe…

Gambar diambil dari Blog Anastasyea

Thursday, June 16, 2011

Menganalisa Blog dengan Google Analytics

Lama sekali saya tidak mengutak-atik blog. Sesekali hanya posting, kemudian idle lagi. Hibernasi lama. Template yang saya pakai sekarangpun sudah merupakan template final yang saya sendiri sudah sangat pas dan tidak ada keinginan untuk merubahnya lagi. Hingga malam ini (Kamis, 16 Juni 2011) saya membuka akun blogger dengan maksud menambahkan beberapa widget agar blog saya tidak berkesan angkuh, sombong…:D


Setelah menambahkan beberapa widget, sayapun iseng-iseng membuka panel statistic pada blogger saya. Kemudian saya cerna apa yang sudah Google Analytic suguhkan atas hasil analisanya. Wow….!!!

Terdapat banyak data analisa Google mulai dari negara pengunjung blog saya, jumlah kunjungan perbulan, referring URL atau asal pengunjung bisa “tersesat” di blog saya sampai keyword yang paling banyak nyasar di blog saya.

Yuk, kita analisa satu persatu berdasarkan screenshot berikut ini. Kita mulai dari OS dan Browsers yang dipakai oleh pengunjung.

Pada gambar diatas jelas sekali bahwa OS Windows mendominasi hingga 92 persen dari 21.069 pengunjung. Di dalamnya juga terdapat user Mac, Linux, Unix dan Andoid. Hmmm…



Untuk Browsers, ternyata meskipun lebih banyak orang menggu
nakan Windows, tetapi browser yang paling disukai adalah Firefox. Browser milik Windows yaitu Internet Explorer hanya dipakai oleh 1.385 atau 6% dari 21.069 pengunjung blog saya. Itu karena selain Firefox 57%, ranking ini terganjal oleh Opera 17%, Chrome 14%.

Lalu, tabel berikutnya adalah negara pengunjung blog saya. Berikut tabelnya:

Pengunjung lokal mendominasi 16.007 dari keseluruhan 21.069, disusul Amerika Serikat, Kanada, Arab Saudi, hingga Jepang. Tapi, mana pengunjung dari Hongkong ya? Bukankah blog ini sering saya share di Facebook dengan jumlah pertemanan di Negara itu cukup banyak? Ah, sudahlah….

Kemudian data lain yaitu, Referring Sites atau asal muasal pengunjung blog “tersesat” di blog saya.

Pada tabel diatas memang terlihat sangat jelas bahwa link dari Kaskus membawa paling banyak pengunjung. Pasalnya pada kisaran November tahun lalu saya membuat postingan tentang Prediksi Bangkrutnya RCTI akibat kurang seimbangnya berita dan opini. Artikel tersebut murni sebuah lelucon tetapi menggunakan bahasa berat ala wartawan Koran Sindo. Alhasil, pukul 2 dini hari postingan naik ke Blog, pagi harinya saya lihat di Google, postingan tersebut dibawa orang ke Kaskus yang hingga kini bisa memanen 2000 komentar atau 100 halaman komentar. Luar biasa….

Predikat kedua adalah kontriibusi Infogue.com, karena pernah suatu ketika artikel saya tentang SCTV yang menayangkan adegan mesum tanpa sensor di Liputan6 dibawa orang ke Infogue.com dan alhasil bisa mengarahkan pengunjung untuk mampir ke blog ini. :D. Selebihnya, kontribusi diberikan oleh Google dengan berbagai cara keyword atau pencarian lainnya.

Yang paling menarik dari semua analisa ini adalah keyword. Dimana keyword yang berbau seks menjadi keyword yang paling sering menyasarkan pengunjung ke blog ini. Seperti keyword bisex, yang saya sematkan pada judul foto hasil rekayasa yang menampilkan foto Bambang Triatmojo dan Mayangsari yang dimanipulasi menjadi foto seorang laki-laki aneh…:D

Selain itu keyword penetrasi yang saya tulis pada artikel tentang penetrasi dalam ilmu marketing juga menjadi keyword paling sering menghantarkan pengunjung mampir ke blog ini. Yah, inillah analisa saya atas data yang disediakan Google Analytics. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih banyak bellajar tentang Sisi lain sebuah blog…..

Dan ternyata, tulisan-tulisan yang nakal dan menggelitik adalah tulisan yang paling disukai oleh pengunjung blog saya… Okelah kalau begitu…:D

Dan kini, saya sedang mengupload beberapa artikel lengkap dengan URL blog ini ke VivaBlog dari VivaNews.com . Tujuan utama saya bukan ingin menaikkan traffic atau ranking, tetapi saya ingin mencari barometer atas kualitas tulisan saya. Sebab di Vlog (VivanewsBlog) tulisan blog yang diijinkan juntuk tampil diseleksi terlebih dahulu oleh redaksi Vivanews. Hanya artikel dan blog yang memenuhi syaratlah yang akan ditampilkan. Dan hasilnya, satu artikel saya sudah dimuat di Vlog. Lengkap dengan bonusnya, yaitu pengunjung blog ini bertambah… Hehehehe… Makasih Vivanews.




Tuesday, March 1, 2011

Mari Mengenali Ciri-ciri Penipuan

Baru saja saya mendapatkan sebuah pesan singkat di ponsel yang berisi sebuah server pulsa mencari Agen Pulsa Murah, bernama Central Cell. Ini bukan yang pertama kalinya, pada saat yang sama tadi ponsel yang satunya juga mendapatkan pesan singkat sama tetapi dari sender yang berbeda. Awalnya saya marah bukan karena (ternyata) ini penipuan, tetapi karena sms tersebut masuk pada malam hari di saat orang-orang sedang beristirahat, dan ini sangat mengganggu.

Setelah saya googling ternyata ini penipuan. Di Kaskus, di blog dan di beberapa situs lain menyatakan banyak sekali korban yang tertipu oleh modus SMS seperti ini.


Saya jadi teringat ketika suatu hari, saat saya masih membuka konter pulsa, saya “membantu” seorang tetangga untuk menjadi korban penipuan berkedok undian dari Telkomsel. Ceritanya begini;

Tetangga saya bernama Mbah Mad datang ke konter saya, mengatakan bahwa baru saja dia ditelpon seseorang yang mengaku dari Telkomsel mengatakan bahwa nomer ponsel Mbah Mad memenangkan undian dan berhak atas sebuah mobil Avanza dari Telkomsel. Mbah Mad yang orang kampung itu pun tergiur dan bercerita sambil tergopoh-gopoh. Saya tertawa dalam hati, karena sudah pasti ini adalah penipuan. Kemudian Mbah Mad mengatakan bahwa dia harus segera menghubungi kembali si penelepon itu untuk mengkonfirmasi proses pengiriman hadiah.

Saya jelaskan kepada Mbah Mad bahwa ini adalah penipuan. Mbah Mad bilang, “ Ah, jangan buru-buru bilang gitu, Tri. Kalau lewat sms saya ga’ percaya. Ini wong saya ditelpon, kok.” Kemudian Mbah Mad memaksa saya untuk mengisi pulsanya yang sedang kosong serta meminta tolong saya untuk menghubungi si penelpon itu guna mendapatkan konfirmasi lebih lanjut. Saya bilang, “Mbah, kalau buat ngisi pulsa, saya siap. Tapi jenengan sendiri saja yang menghubungi orang itu. Karena saya yakin ini tidak akan berhasil. Ini penipuan, Mbah. Jenengan saja yang nelpon…”

Mbah Mad masih ngeyel. “Wes lah. Kamu yang nelpon, kalau nanti kok memang ini penipuan ya kita putus saja. Yang penting kita ga’ rugi. Kalau Cuma pulsa sepuluh ribu ga’ papa wes…”

Okelah, saya nurut saja apa kata Mbah Mad.

Kemudian saya telpon orang tersebut. Saya pura-pura bego, dengan menggunakan bahasa khas orang kampung yang separo jawa separo Bahasa Indonesia…:)

Kemudian orang itu mengatakan bahwa Mbah Mad berhak atas satu unit Toyota Avanza, dan saat ini mobil Avanza hadiah tersebut sedang dikirim menggunakan pesawat Hercules untuk diturunkan di Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Tetapi karena alasan masa aktif kartu simPATI Mbah Mad akan segera habis, si penelpon tersebut meminta kami untuk memasukkan 14 digit angka yang ada pada voucher isi ulang simPATI sebanyak tiga lembar. Tentu saja kami meminta waktu untuk membeli terlebih dahulu. Kemudian saya putus telpon pura-pura meminta waktu untuk membeli pulsa, tapi si pelepon tersebut sempat memberitahu bahwa kami tidak punya banyak waktu, jadi harus segera menghubungi kembali.

Sembari menulis 14 digit asal sebanyak tiga kali, saya jelaskan kepada Mbah Mad bahwa ini sudah kelihatan penipuannya, maka kita tipu lagi dengan nomor voucher palsu. Lalu, saya coba telpon lagi. Setelah tersambung, orang yang mengaku H. Syarifudin itu meminta saya menyebutkan 14 angka nomor voucher tersebut satu persatu. Tetapi rupanya orang tersebut langsung sadar bahwa 14 digit yang saya kirim tersebut palsu, kemudian Mbah Mad lambat laun paham bahwa orang tersebut hanya menginginkan kiriman pulsa dari kita tanpa kejelasan hadiah yang sesungguhnya. Sebelum menutup telepon, saya sempat mengucap beberapa umpatan pada orang tersebut.

Kemudian setelah sadar akan adanya percobaan penipuan, Mbah Mad saya beri beberapa hal yang menjadi indikasinya.

  • Tidak ada program promo di Telkomsel saat itu yang berhadiah Toyota Avanza.
  • Tidak ada pesawat Hercules milik TNI yang digunakan oleh pihak lain selain TNI. Apalagi oleh Telkomsel untuk mengangkut mobil hadiah undian.
  • Sepertinya sangat jarang (atau bahkan tidak ada dalam SOP) seorang pegawai Telkomsel berkali-kali menyebut “Alhamdulillah.. Insya Allah.. Subhanallah..” kepada pelanggannya. Customer Service Telkomsel selalu menggunakan bahasa yang universal.
  • Tidak ada pegawai, pejabat, karyawan atau orang dari Telkomsel yang menyertakan title Haji saat berhadapan atau menghubungi pelangganya. Seperti si H. Syarifudin ini.
  • Tidak ada klaim hadiah yang meminta sesuatu dari si pemenang selain Pajak Undian yang sudah ditetapkan dan dipublikasikan. Apalagi voucher pulsa.
  • Tidak ada kantor Call Centre Telkomsel yang memelihara ayam kampung. Seperti saat si H. Syarifudin saya telpon, berkali-kali saya mendengar suara ayam berkokok disana…=))

Nah, jadi begitu, Mbah Mad. Ini penipuan…. Hati-hati ya, Mbah…:)



Tuesday, February 15, 2011

Ceria Internet Berlangganan Tanpa Bayar Modem


Sudah setahun ini kami, Sampoerna Telko (PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia) menjalankan sebuah program Data Servis Berlangganan atau kami sebut DSB. Sebuah layanan data (internet) dengan jaringan wireless yang menggunakan sistem berlangganan bulanan. Pada dasarnya layanan ini berbasis prabayar (prepaid) tetapi kami menerapkan sistem berlangganan bulanan, sehingga jumlah harga langganannya sudah ditetapkan fix. Yakni Rp. 110.000.


Layanan ini terbilang unik. Berbeda dengan layanan data yang diterapkan oleh perusahaan seluler lainnya. Berikut saya jabarkan beberapa keunikan dari layanan ini, yang kemudian keunikan-keunikan ini menjadikan pelanggan kami merasa sangat dimanjakan.

Layanan kami (Ceria Internet Wireless) menggunakan kanal 450MHz. Sebuah kanal yang hanya kamilah yang menggunakan di Indonesia. Kanal ini dulunya dipakai oleh tentara yang biasanya digunakan di hutan-hutan untuk jaringan komunikasi tanpa kabel pada saat peperangan dan komunikasi antar markas tentara. Ini unik, karena sifat kerja kanal ini berbeda dengan kanal yang dipakai oleh seluler lain di Indonesia (GSM 800/1900, CDMA 900/1800). Kanal Ceria yang berada di 450MHz, atau lebih rendah dari seluler lain membuat cakupan jaringan (coverage area) menjadi lebih luas. Bahkan kami mengklaim cakupan jaringan kami bisa tiga kali lipat dari cakupan BTS GSM/CDMA lainnya. Artinya jika sebuah BTS GSM/CDMA lain hanya mencakup sebuah kecamatan, BTS kami bisa mengcover tiga kecamatan sekaligus. Ini menjadikan kami lebih hemat BTS beserta perawatannya. Selain itu kami mampu beroperasi lebih luas hingga ke pelosok.

Kami memastikan bahwa Ceria Internet bisa dipakai di rumah pelanggan. Karena sebelum pelanggan memastikan untuk menggunakan layanan ini, kami dari Tim Sales akan terlebih dahulu mengadakan trial di rumah pelanggan. Trial ini meliputi sinyal, tracing, kesehatan komputer pelanggan, kompatibilitas komputer dan beberapa hal lainnya. Semua tim kami di lapangan dibekali dengan beberapa software pendukung aplikasi internet di desktop seperti; Flashplayer, Browser, Antivirus, PC Maintenance sampai Porn Blocker jika dibutuhkan. Hal ini adalah untuk memastikan bahwa komputer pelanggan akan dalam kondisi ready untuk digunakan berseluncur di dunia maya.

Untuk bisa menikmatri layanan ini pelanggan cukup membayar biaya bulanan dan membayar biaya administrasinya saja. Modemnya? Tidak usah dibeli.. J Modem yang kami keluarkan saat ini hanyalah dipinjamkan kepada pelanggan. Pelanggan tidak perlu dan bahkan tidak boleh membeli modem yang ada di layanan DSB ini. Modem ini tetap milik kami dan dipinjamkan kepada pelanggan selama pelanggan berlangganan internet Ceria dan membayar tagihan secara rutin setiap bulannya. 

Pelanggan kami cukup dimanjakan dengan adanya maintenance bulanan secara rutin. Seorang pegawai kami dari Tim Sales Support setiap bulan akan datang ke rumah pelanggan guna mengecek modem, komputer serta jaringan untuk memastikan bahwa koneksi internet di rumah pelanggan dalam kondisi baik. Tim Sales Support juga akan siap mengupdate beberapa hal jika diperlukan. Dan dalam kondisi insidentil, Tim Sales Support juga siap datang jika dipanggil untuk mengadakan perbaikan.

Kami berupaya menyediakan layanan dengan SLA (Service Level Agreement) level 1 atau 1 x 24 jam kami akan mengeksekusi setiap permintaan instalasi atau keluhan pelanggan. Karena di setiap kota atau kota kabupaten kami menyediakan sebuah unit minimal basecamp guna mengcover hal tersebut. Hal ini sangat penting bagi kami meupun pelanggan. Dengan SLA level 1 ini diharapkan pelanggan akan terbantu jika sewaktu-waktu membutuhkan handling pada saat terjadi trouble atau permintaan instalasi.

Apa yang Anda inginkan dari sebuah layanan internet? Biayanya? Kecepatannya? Kuota akses datanya? Jaringannya? Layanan purnajualnya? Biaya berlangganan kami saat ini adalah Rp. 110.000,- (110K) merupakan hasil dari perumusan beberapa hal terkait dengan layanan internet beserta layanan dukungan lain. Mungkin Anda pernah mengetahui sebuah layanan internet dari operator seluler dengan tarif 25K sebulan, 45K, 99K atau 75K sebulan. Ada juga yang 125K sebulan. Kata “sebulan” terkadang mampu menjebak calon pelanggan untuk tergiur menggunakan. Padahal jika kita teliti lebih jauh, “sebulan” yang dimaksud adalah masa aktif. Sedangkan pelanggan membutuhkan internet bukan hanya sekedar masa aktif. Beberapa tarif internet yang saya sebut diatas tadi semuanya dengan masa aktif “sebulan”, tetapi mereka menerapkan batas atau kuota akses data. Rata-rata hanya 500 MB atau setengah gigabyte. Cukupkah Anda berinternet hanya setengah gigabyte perbulan?

Ada juga yang menyediakan tarif 75K sebulan. Kuota datanya memang tidak dibatasi, tetapi durasinya yang dibatasi yakni hanya 15 jam. Artinya dengan 75 ribu rupiah, pelanggan memiliki masa aktif internetan selama sebulan tetapi hanya boleh berinternet selama 15 jam alias setengah jam perhari. Cukupkah Anda berinternet setengah jam dalam sehari? Apa yang Anda lakukan jika hanya boleh berinternet setengah jam dalam sehari? Buka email kemudian buru-buru menutupnya kembali? Update status di Facebook tanpa sempat komentar? Atau jika Anda terlena di depan komputer kemudian berjam-jam keasyikan bermain di internet tanpa ingat waktu? Masih untung jika ada reminder yang menegur Anda saat kuota waktu berinternet Anda menipis. Jika tidak? Anda akan menyepakati sebuah layanan internet 75K sebulan tetapi Anda harus membayar ratusan ribu rupiah karena tidak ada reminder atau karena kebutuhan Anda sebetulnya lebih dari 15 jam. Bukankah hal ini banyak terjadi? Rugi, bukan? Terjebak iklan. Bukan?

Ada lagi contoh kasus. Seseorang datang ke sebuah toko komputer di kota mencari modem. Pelayan toko menganjurkan sebuah merek kemudian mencobanya di komputer toko tersebut. Cukup kencang memang. Harga bulanannya pun cukup menggiurkan, hanya 50K sebulan. Demi melihat merek dan kecepatannya, tanpa pikir panjang pelangganpun membeli. Harga modemnya Rp. 550.000 sedangkan kartunya Rp. 50.000, bisa internetan selama sebulan. Kemudian pelanggan tersebut pulang setelah sampai rumah dia colokkan modem tersebut di desktopnya. Lalu apa yang terjadi? Pelanggan lupa menanyakan cara menginstalnya. Buku petunjuk yang ada hanya menggunakan bahasa inggris serta kombinasi huruf china. Dia cukup kesulitan. 

Setelah dicoba berkali-kali akhirnya berhasil. Lega. Lalu dicobanya membuka Youtube. Loadingnya lama. Setelah terbuka muncul di halaman Youtube bahwa komputer tersebut membutuhkan plugin semacam flashplayer untuk dapat memutar gambar bergerak serta video online. Padahal dia sangat ingin melihat tayangan-tayangan bola di internet. Gagal deh…L. Lalu diapun pasrah. Dibukalah Facebook. Tapi kenapa tak secepat saat dia coba di toko komputer tadi? Kenapa loadingnya lama sekali? L…. Sepertinya dia hanya mendapatkan sinyal GPRS di rumahnya. Sementara toko komputer di kota tadi tercover sinyal EDGE dan 3G sehingga layanan internetnya cukup cepat. Mimpi berinternet dengan kecepatan tinggi musnah. Padahal dia percaya pada merek operator yang megeluarkan layanan tersebut dan sudah membayar banyak untuk hal ini.
Jadi kami mempersembahkan layanan DSB saat ini dengan beberapa pendukung yang sangat dibutuhkan oleh pelanggan. 

  1. Harga kompetitif
  2. Modem dipinjamkan
  3. Kuota waktu 30 hari tanpa batasan kuota akses data
  4. Layanan servis 1 x 24 jam dengan basecamp ada di setiap kota
  5. Jaringan sinyal lebih luas
  6. Kecepatan diatas rata-rata akses internet wireless GPRS
Tunggu apa lagi?

Tuesday, November 16, 2010

Perlukah SKCK pada berkas lamaran kerja?

Pernah suatu hari ada seseorang menelpon saya menanyakan perihal iklan lowongan kerja yang saya pasang di sebuah situs iklan terkemuka. Dia menanyakan berbagai hal mengenai persyaratan dan gaji yang disediakan perusahaan. Namun saya memilih untuk tidak terjebak pembicaraan terlalu jauh karena bagi saya akan lebih baik pembicaraan dilakukan di kantor saat wawancara.

Lalu saya tutup pembicaraan yang sebenarnya baru saja dimulai tersebut dengan meminta orang itu untuk mengajukan saja berkas lamaran kerja untuk selanjutnya kami seleksi. Namun orang itu menjawab, “aduh maaf, Pak. Saya belum melengkapi persyaratannya, termasuk SKCK..”

Hallooow.. Hari gini masih sibuk mikir SKCK? Gumam saya dalam hati. Tapi saya coba akomodir kegelian dalam hati saya tersebut dengan mengatakan bahwa SKCK bisa menyusul, ajukan saja dulu Curriculum Vitae atau Riwayat Hidup beserta kelengkapan lainnya seperti biasa.

Lalu saya berpikir, seberapa pentingnya SKCK tersebut bagi perusahaan dan bagi si pelamar? SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), atau dulu disebut SKKB (Surat Keterangan Berkelakuan Baik) adalah sebuah surat yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Kepolisian Resort (Polres) yang menyatakan bahwa si pemohon adalah orang yang tidak terdapat dalam catatan tindak kejahatan di kepolisian, baik sebagai pelaku tindakan kriminal atau pernah terlibat tindak kriminal. Dari ledger atau buku besar kepolisian tersebut diperoleh keterangan bahwa si pemohon terbebas dari daftar pelaku tindak kejahatan dan akhirnya dikeluarkanlah surat keterangan yang kini disebut SKCK.

Memang ada perusahaan yang mewajibkan semua pelamar atau karyawannya memiliki SKCK. Yaitu sebagai referensi bahwa pelamar atau karyawan tersebut terbebas dari riwayat kriminal dan perusahaan tentunya merasa aman jika bisa memastikan bahwa semua karyawannya terbebas atau belum pernah tersangkut perkara kriminal. Perusahaan ini biasanya bergerak di bidang keuangan seperti perbankan, perusahaan penyedia layanan keuangan atau finance, distributor atau perusahaan yang memiliki aset-aset yang rentan untuk diselewengkan oleh karyawannya. Tapi apakah menjamin bahwa pemegang SKCK/SKKB semuanya memiliki tabiat baik? Atau berkelakuan baik meski memiliki surat keterangan berkelakuaan baik? Belum tentu.

Bagi si pelamar, biasanya memang akan mengusahakan untuk memiliki surat ini. Dengan harapan jika ia memiliki surat keterangan tersebut maka ia akan lebih percaya diri sebagai orang baik sesuai singkatan surat tersebut. Selain itu banyak pelamar kerja yang selalu melampirkan SKCK dan Kartu Kuning sebagai syarat kelengkapan pendukung rasa percaya dirinya.
Tapi puluhan kali saya mewawancarai pelamar kerja, nyaris tak pernah saya perhatikan SKCK tersebut. Tidak pula saya tanyakan apakah dia memilikinya atau tidak. Bagi saya (mungkin juga beberapa orang/perusahaan lainnya) memiliki karyawan baru dengan pengalaman dan kesiapan kerja serta kemampuan yang sesuai kebutuhan kita adalah menemukan orang yang qualified. SKCK bukanlah jaminan untuk seseorang memiliki kelakuan yang baik. Karyawan baru yang “siap pakai” justru menjadi pilihan dalam kompetisi dunia usaha saat ini. [tri]
gambar diambil dari koran-jakarta.com

Wednesday, November 10, 2010

Menyumbang relawan dengan TELKOMSELPoin

Suatu ketika saya di undang seorang teman fesbuk untuk ikut bergabung dalam sebuah grup peduli korban Merapi. Namanya MERAPI CARE. Gabungan anak-anak mahasiswa Plantagama UGM Jogjakarta. Saya tidak kenal pentolannya, apalagi personelnya satu-persatu. Saya hanya kenal seseorang bernama Indah yang pertama kali mengundang saya bergabung. Indah ini teman satu corp dengan saya di Sampoerna Telekom. Tapi dia di Jakarta, saya di Jawa Tengah. Indah adalah alumni UGM sehingga bergabung dan ikut memprakarsai grup MERAPI CARE ini. Saya melihat aktifitas mereka melalui dunia maya saling berkoordinasi, saling share lokasi, keadaan, kondisi jalan, kondisi pengungsi, jumlah bantuan yang diperlukan, jenisnya, apa yang kurang, apa yang berlebihan dan sebagainya. Semua diposting dari lokasinya masing-masing. Saya bingung karena ingin membantu tenaga tapi saya harus bekerja, ingin membantu materi tapi jujur saya belum bisa.

Suatu hari iseng-iseng saya cek poin di kartu simpati saya dan saya melihat ada delapan ribu sekian poin. Kemudian saya buka situs web Telkomsel dan mencari tahu bagaimana cara menukarnya. Setelah tahu keywords dan ketentuannya, saya kirimkan beberapa poin saya dengan saya tukar gratis bicara ke teman-teman saya sesama pengguna Telkomsel. Mereka senang. Lalu saya kemudian berpikir, alangkah bergunanya jika poin ini saya tukar dengan pulsa atau gratis bicara lalu saya transfer ke teman-teman relawan merapi.

Akhirnya saya kontak Indah melalui fesbuk dan kemudian berlanjut ke sms dan telepon untuk meminta nomor teman-teman relawan MERAPI CARE. Sesaat kemudian saya mengantongi banyak sekali nomor. Lalu saya transfer poin itu menjadi gratis bicara dan gratis sms ke nomor teman-teman relawan tadi. Mereka senang dan sayapun senang bisa membantu mereka dalam berkoordinasi sesama tim di lokasi bencana. Karena saya berpikir mereka pasti membutuhkan pulsa, selain makan dan bensin untuk wira-wiri kesana kemari. Alhamdulillah setiap kali saya mengisi pulsa dan menggunakannya, saya mendapatkan poin tambahan lagi, begitu seterusnya hingga saya bisa mentransfernya berkali-kali.


Nah, TELKOMSELPoin ini dimiliki oleh setiap pengguna kartu TELKOMSEL (simPATI dan KartuAs).
Berikut ini keywords setiap penggunaan TELKOMSELPoin. Semua sms di kirim ke 777
Ketik POIN : untuk mengecek jumlah poin.
Ketik HANGUS : untuk mengecek poin yang akan segera kadaluarsa
400 poin bisa ditukar dengan 50 menit bicara.
800 poin bisa ditukar dengan 100 menit bicara.
100 poin bisa ditukar dengan 50 SMS gratis.
200 poin bisa ditukar dengan 100 SMS gratis.

Gratis bicara dan gratis SMS bisa digunakan untuk ke sesama Telkomsel. Bonus dari penukaran poin ini memiliki masa aktif selama satu bulan. (Beda dengan bonus dari Telkomsel Talkmania yang berlaku hanya sampai jam 23.59). Penukaran gratis bicara atau gratis SMS bisa untuk nomor sendiri atau nomor orang lain yang dikehendaki. Cara mengirim atau meredeem poin menjadi gratis bicara atau SMS:

Contoh:
MENIT100(spasi)081232425267 <= poin akan berkurang 800 ditukar dengan gratis bicara selama 100 menit untuk nomor 081232425267
SMS100
(spasi)081232425267<= poin akan berkurang 200 ditukar dengan 100 SMS gratis untuk nomor 081232425267

Nah, jika Anda ingin membantu relawan di lokasi bencana, carilah kelompok relawan yang Anda anggap kredibel, bergabunglah dengan mereka. Lalu dengan memiliki nomor kontak mereka Anda bisa berbagi meski hanya sekedar pulsa bonus. Jadi, kirimkan poin Anda dengan menukarkannya menjadi gratis bicara atau gratis SMS dengan format seperti diatas. Agar relawan tetap bisa berkomunikasi dengan lancar tanpa terlalu banyak memikirkan pengeluaran pulsa, sementara Anda sendiri dengan menukarkan poin ini juga tidak berkurang jumlah pulsanya tapi tetap bisa membantu sesama. Info lebih banyak ada di Website Telkomsel


[artikel ini merupakan murni pengalaman pribadi sebagai pemakai kartu simPATI, tidak terkait dengan misi advertisment atau sejenisnya. Jika operator lain memiliki program seperti ini bisa juga dipergunakan]



Saturday, October 30, 2010

Refleksi Bencana: Mentawai Dan Merapi

Duka mendalam kini sedang dirasakan bangsa Indonesia. Bencana datang silih berganti, seperti ingin menunjukkan kuasanya. Belum sempat kita ini melihat kepedihan Kepulauan Mentawai, mata dunia terpana melihat amukan Gunung Merapi. Kita hanya bisa tertegun, hanya bisa menangis dan bersedih. Rumah-rumah hancur disapu air bah dari laut. Tanpa ampun. Tanpa pandang bulu. Rumah ibadah, rumah tinggal, tempat bermain, sekolah tempat anak-anak menimba ilmu, semua hancur berantakan. Tidak hanya rata dengan tanah, namun bangunan-bangunan itu berpindah entah kemana. Entah kedasar laut ataupun tersangkut di pepohonan. Semua hilang. Semua musnah.

Taman bermain anak-anak kini musnah. Riuh rendah mereka setiap sore pulang dari surau kini tak ada lagi. Tempat berkumpulnya para nelayan kini entah dimana letaknya. Tak ada lagi yang bisa dikenali. Tahun demi tahun mereka membangun pemukiman itu. Puluhan tahun mereka menghuni rumah kesayangan dan kebanggaan mereka, kini tak ada lagi hasil kebanggan itu. Jerih payah orang tua mendidik anak-anak mereka, menyekolahkan mereka, mengajari mereka bersopan santun, mengaji dan belajar, kini hanya tinggal kenangan bagi pepohonan yang diam tanpa kata. Air bah merenggut semuanya.

Ada yang terluka, ada yang hilang, ada pula yang meninggal. Menyisakan kepedihan yang sangat dalam. Tangisan mereka kini semakin menjadi-jadi. Membayangkan betapa sakitnya masa depan tanpa orang-orang yang selama ini mereka sayangi. Seorang ayah yang selalu dengan sabar membimbing anak-anaknya. Ibu yang selalu melindungi anak-anaknya. Anak-anak yang selalu patuh dan hormat kepada orang tuanya, kini tak ada lagi.

Gelak tawa ibu-ibu di arisan, khidmatnya suasana surau saat majelis taklim digelar, saling tegur sapa, saling berbagi dan saling membantu, kini mereka sedang dimana, dan entah bagaimana keadaan mereka.

Tak hanya di tepi pantai Mentawai. Yang di lereng gunungpun tak luput dari bencana. Gunung Merapi memuntahkan hawa panasnya menyapu lerengnya dengan hawa ratusan dejarat. Semua panik, mengungsi, lari tunggang langgang menghindari amukan sang merapi. Tak ada yang bisa diselamatkan kecuali jiwa dan raga. Hewan piaraan dibiarkan tertinggal dan mati terpanggang. Yang belum sempat menyelamatkan diripun akhirnya juga ikut meninggal akibat panas yang teramat sangat. Abu vulkanik dimana-mana. Debu menjadi pemandangan yang menutupi apapun yang ada disana. Pepohonan mati. Terbakar. Tumbang. Hancur. Layu dan mengering. Semua karena bencana panas bumi yang dimuntahkan sang merapi.

Kini rasa was-was masih menggoda. Menyusup kedalam jiwa semua yang berada disana. Bencana bisa saja datang kembali sewaktu-waktu tanpa kenal ampun. Tak ada yang tahu kapan bencana terjadi. Mereka hanya harus waspada, siaga dan awas.

Bencana yang datang itupun bukan kehendak manusia. Bukan permintaan siapapun. Itu hanyalah sebagian kecil bukti kekuasaan Nya. Tak ada yang kekal. Tak ada yang abadi. Semua bisa hancur oleh kehendakNya. Manusia juga tak bisa menghindarinya. Lagipula tak ada yang berniat mendekati bencana, tak ada yang menginginkan petaka. Mereka bermukim disana juga bukan kehendak mereka. Mereka hanya menempati lahan pemberian Tuhan. Mereka bermukim dengan penuh pengharapan akan masa depan. Laut itu, yang penuh ikan, yang penuh kekayaan mereka kelola, mereka nikmati sebagai karuniaNya. Sambil terus menggantungkan masa depan dari hasil laut. Mereka tak ingin ada tsunami, mereka tak ingin air laut itu naik ke pemukiman mereka.

Begitu juga yang di lereng gunung. Puluhan tahun bahkan ratusan tahun mereka bermukim disana, juga karena hanya ingin bersyukur atas nikmatNya berupa pegunungan yang subur dan kaya akan hasil alam. Mereka kelola, mereka nikmati dan mereka syukuri. Sambil terus menggantungkan pengharapan akan masa depan dari pegunungan. Hanya itu. Dan hanya itu. Mereka tak ingin ada gunung meletus. Tak ingin ada bencana. Mereka hanya harus menyadari bahwa Tuhan bisa melakukan apa saja yang ingin ditunjukkanNya.

Kini mereka sedang terluka, berduka dan bersedih. Kini sementara mereka larut dalam kesedihan mereka. Namun kita tak boleh membiarkan mereka menanggung sendiri apa yang mereka rasakan. Kita yang di sini harus bersyukur masih diberi keselamatan dan terhindar dari bencana dengan cara membantu mereka. Uluran tangan kita, kepedulian kita sangat mereka harapkan. Mereka butuh makan, mereka butuh tempat tinggal. Mereka kini butuh rasa aman dan nyaman. Jiwa mereka, raga mereka sangat pedih saat ini. Jangan biarkan mereka merasa sendiri. Kita yang di sini harus menunjukkan kepada mereka bahwa mereka juga saudara kita, sahabat-sahabat kita. Kita pedulikan mereka. Mereka masih harus punya masa depan. Jangan biarkan mimpi-mimpi mereka tentang masa depan hilang karena bencana. Mari bersama bangkitkan mereka.

Indahnya Jatuh Cinta Setiap Hari

Ingat saat-saat pertama menjalin hubungan dengannya? Tentu indah bukan saat itu? Namun terkadang waktu berjalan membawa kita menuju lunturnya kasih sayang dan kemesraan. Tak ubahnya baju yang sudah mulai usang, kemesraan pasanganpun kerap kali berkurang dan pudar. Artikel ini mungkin saja baik untuk introspeksi diri bagi yang sudah menemukan pasangan dan sedang berjalan atau bagi Anda yang belum menemukan sebagai bahan referensi kelak jika Anda sudah menemukan pasangan hidup. :-D

Ada lima hal yang bisa saya kutip sebagi bahan obrolan kita kali ini. Saya ambilkan cerita singkat sebagai ilustrasi agar mudah memahami.

* Kompromi

Ketika istri mengajak suami makan malam di depot bakso langganan dan sudah mempersiapkan diri berangkat tiba-tiba teman lama suami datang dan kemudian suami ngobrol berlama-lama dengan temannya tersebut. Tak harus marah ketika hal ini terjadi, biarkan suami menemui teman lamanya tersebut meskipun mungkin saja acara makan malam bakso akan gagal. Tidak selalu harus pasangan memaksakan sesuatu yang menjadi kehendaknya. Begitupun suami, saat sore hari ketika anak-anak waktunya mandi sore tapi istri masih di rumah Bu RT karena istri sedang menjadi panitia arisan atau pertemuan ibu-ibu, tak ada salahnya suami yang memandikan anak-anak dan dengan senyum menyambut kedatangan istri dari arisan.

* Cintai pasanganmu

Tanpa cinta sebuah hubungan takkan bertahan lama, ini benar. Tapi bukan berarti hanya dengan cinta saja kita mempertahankan sebuah hubungan. Karena cinta bisa saja memudar. Cobalah ingat saat-saat indah yang pernah kalian lewati. Ajaklah pasangan ke tempat favorit kalian. Beri kejutan sesekali. Tak ada salahnya seorang suami pulang kerja mampir ke butik lalu memilih sepotong gaun atau baju untuk istri. Atau mungkin Anda ingat pasangan Anda pernah mengatakan ingin membeli sesuatu? Cobalah beri kejutan dengan membelikannya tanpa ia ketahui. Buatlah Anda dan pasangan Anda merasa jatuh cinta setiap hari. Saat sedang lunch break atau sedang santai di kantor, kirimkan sebuah sms yang isinya “I love you”.. itu pasti akan membuatnya senang dan mengharapkan Anda segera pulang dan Anda akan menemuinya dirumah dalam suasana fresh dan dengan senyuman hangat.

* Beri waktu luang untuk diri Anda sendiri.

Sesekali saat pulang kantor Anda boleh saja makan sendiri di kafe atau di tempat yang sebetulnya favorit kalian berdua. Atau mungkin Anda pulang kerja melewati tempat yang indah seperti taman, pemandangan alam atau semacamnya. Cobalah berhenti sejenak dan menikmati sendiri. Hal seperti ini memberi Anda waktu luang untuk berkomunikasi dengan diri sendiri tanpa melibatkan urusan kantor atau urusan rumah tangga. Dan saat-saat seperti itu jika Anda ‘nikmati’ akan menimbulkan rasa rindu dan ingin segera menemuinya dirumah.

* Jadilah Supporter Utama baginya.

Terkadang pekerjaan di kantor tidak selalu berjalan dengan baik. Ketika pasangan Anda sedang berusaha memberikan yang terbaik kepada perusahaan dan kemudian mendapatkan simpati dari pimpinan, ada orang lain di divisi yang sama menganggap itu adalah sebuah tindakan yang ‘menjilat’. Padahal pasangan Anda tahu benar bagaimana memberi performa yang terbaik dan bisa mengambil hati pimpinan. Hal seperti ini terkadang menjadikan pasangan Anda menjadi bad mood. Anda sebagai orang yang lebih banyak waktu dengannya dan tahu persis siapa dirinya tentu harus memberinya dukungan menjadi supporter utama baginya. Meski mungkin Anda juga sering mengalami hal seperti itu di kantor Anda tapi saat pasangan Anda sedang down, Anda harus mengambil peran sebagai motivator dan supporter buatnya.

* Jujur dan Percaya

Ketika Anda mendapatkan insentif atau bonus dari kantor lalu memberitahu pasangan Anda dan menggunakannya sesuai kebutuhan serta sepengatuhan bersama, hal ini tentu akan sangat menyenangkan. Anda telah melakukan sesuatu dengan jujur. Atau ketika Anda mendengar gossip bahwa di kantor pasangan Anda banyak terjadi perselingkuhan atau mungkin malah kencan buta tapi Anda tetap bisa tenang karena sudah bisa memastikan bahwa pasangan Anda tidak akan mungkin melakukan hal itu. Anda percaya padanya. Ini juga akan membuat semuanya berjalan dengan baik dan tetap komunikatif. Ketika kita jujur, kita tak perlu membuang banyak energi untuk menyembunyikan sesuatu. Begitu juga ketika kita percaya pada pasangan kita, maka kita tak perlu buang-buang tenaga untuk terus mencurigainya…

[diambil dari berbagai sumber, pengalaman pribadi :D, dan ini hasil ketikan saya asli, bukan kopi paste]
Juga dimuat di Kompasiana
Gambar diambil dari Google

Monday, July 27, 2009

Bisakah saya jadi penulis hebat?

Menjadi penulis adalah sebuah cita-cita saya sejak dulu. Pernah suatu saat saya membayangkan menjadi seorang wartawan yang bekerja aktif dalam bidang jurnalisme. Menjadi penulis narasi atau copywriter juga sering saya saya bayangkan ketika saya menikmati sebuah acara televisi yang didalamnya menyertakan narasi atau ulasan sebuah peristiwa seperti infotainment, jejak kasus, liputan investigasi tau sejenisnya. Saya membayangkan hebatnya menelusuri dan mengembangkan sebuah berita menjadi suguhan yang menarik dan lengkap dengan durasi yang lebih panjang.

Sejak kecil sebenarnya saya sudah mulai belajar menulis untuk saya publikasikan. Suatu ketika saya pernah meliput orang tua saya dalam pembuatan batu-bata dan saya kemas dalam sebuah tulisan lalu saya kirimkan ke sebuah penerbit majalah di Bandung. Namun entah bagaimana nasib tulisan saya tersebut hingga kinipun saya tidak tahu.

Ketika di bangku SMP sayapun pernah didaulat untuk mewakili kelas saya menulis karangan tentang Upaya Pemberdayaan Perpustakaan, dan hasilnya? Untuk kategori putra saya menjuarainya. Namun sayang, saat itu tidak ada kategori putra atau putri. Saya hanya mendapatkan juara ketiga dan di kalahkan oleh dua orang siswi yang sebenarnya saya sendiri lerih yakin jika tulisan saya adalah lebih baik, namun bagaimanapun selalu ada peraturan “keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat”.

Hingga kini saya masih terus mengasah kemampuan saya untuk bisa menjadi penulis. Sering saya membuat cerpen yang materinya saya ambil dari hal-hal yang ada di sekitar saya. Cerita-cerita yang terkadang hanya pendek coba saya jadikan sebuah cerpen yang membutuhkan banyak kata. Namun bukan berarti mbulet.

Saya juga memiliki konsep sebuah novel yang berlatar Gunung Muria pada tahun 2217. Ya, 2217 (duaribu duaratus tujuhbelas). Dalam benak saya, sudah terbentuk banyak sekali karakter dalam novel tersebut. Settingnya juga tidak sembarangan. Bayangkan saja tahun tersebut Gunung Muria sudah dikelilingi oleh sebuah jalan cincin atau jalan lingkar yang saya beri nama Muria Ring Road. Ring Road tersebut adalah berupa jalan tol yang banyak sekali terdapat jembatan layang yang mirip dengan Jembatan Kelok Sembilan di Sumatera. Tapi itu hingga kini masih berupa konsep di pikiran saya, meski sering saya update namun belum pernah sekalipun saya menuangkannya dalam tulisan. Entah bagaimana, rasanya saya malas dan tak tahu harus dari mana memulainya.

Tapi hingga kini beberapa tulisan dan ide tulisan saya sering di tolak oleh penerbit. Baik penerbit buku maupun penerbit harian umum. Entah bagaimana rumusnya hingga tulisan saya sering menjadi salah satu dari tumpukan dokumen sampah di meja redaksi mereka.


Patah arang? Tentu tidak. Saya tidak pernah surut untuk terus membakar semangat saya menjadi seorang penulis yang sukses. Yang hebat. Yang terkenal. Sampai-sampai saya mengumpulkan alamat beberapa penerbit yang ada di Indonesia. Alamat-alamat itu saya dapatkan dari buku-buku yang saya pinjam dari perpustakaan milik pemerintah daerah. Ya, saya menjadi anggota perpustakaan guna menambah pengetahuan saya terutama dalam hal menulis, baik menulis fiksi ataupun tema lain.

Kemudian saya bertemu dengan internet, yang semula saya pikir hanya sekedar browsing dan chatting. Ternyata di internet terdapat blogging, sebuah wadah atau cara agar kita bisa mengekspresikan pemikiran kita melalui tulisan. Dan lewat seorang teman chatting, saya diperkenalkan dengan blogging ini. Dan Alhamdulillah, selain mendapatkan berbagai ilmu di bidang internet, saya kembali bisa mengasah kemampuan saya dalam hal menulis.


Tapi saya masih membutuhkan sebuah asistensi dalam hal menulis. Hingga kini saya belum pernah berkonsultasi, meminta advisori kemanapun dalam hal pembuatan sebuah tulisan yang baik. Semua memang hanya saya dapatkan dari membaca. Beberapa tips dan cara menulis yang baik, hanya saya dapatkan dari membaca buku. Tapi saya rasa itu tak cukup. Saya tetap membutukan sebuah asistensi dalam hal ini. Tujuannya hanya satu, yakni saya menjadi seorang penulis yang hebat. Asistensi saya butuhkan selain untuk memberi saya bantuan dalam hal teknis juga saya perlukan guna membakar semangat saya dalam menulis. Sering saya menderita sebuah penyakit blogger yakni ‘Malaschenicus Postingkanthropus’ alias malas posting. Hingga blog yang saya kelola menjadi sebuah halaman kumuh berserakan sampah dan lumut yang menjalar kemana-mana, ibaratnya. Padahal, konsep pemikiran, ide posting, hingga outline artikel sering saya buat, tapi hanya menjadi seperti itu tanpa ada ujungnya sebuah postingan di blog.

Kini, di Facebook saya menemukan sebuah informasi tentang Lomba Penulisan yang bertema Aku Ingin Menjadi Penulis Hebat. Di Twitter juga ada sih, silahkan di klik disini bagi yang sering menggunakan Twitter. Menurut saya ini adalah sebuah jalan yang baik untuk memompa semangat saya, bagaimanapun saya harus mengikutinya. Lalu kemudian saya pelajari rules-nya. Dan sayapun menjadi sangat tertarik. Apa yang menarik? Hadiahnya, selain berupa uang, dalam lomba tersebut juga terdapat hadiah berupa buku yang berjudul ‘Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat’. Dari judulnya saya sangat antusias dengan hal ini. Apalagi setelah saya review beberapa halaman depan-nya secara gratis. Saya berpikir didalamnya pasti memuat banyak hal yang nantinya mampu mendobrak mental saya menjadi penulis yang konsisten antara ide dan semangat.


Sebenarnya saya bisa membeli buku itu untuk membekali mental saya menulis. Tapi saya berharap bisa mendapatkannya dalam bentuk hadiah lomba. Menurut saya sih, tidak mahal. Hanya Rp. 49.500. meski belum tersedia dalam bentuk cetak namun ebook atau soft copy buku ini pasti akan sangat membantu. Apalagi setiap pembelian ebook ini gratis voucher Rp. 200.000 dari Sekolah Menulis Online (SMO) milik Jonru Ginting. Lumayan. Bahkan bukan sekedar lumayan. Selain itu, jika saya membeli ebook ini juga mendapat gratis modul eksklusif dari SMO, dapat kursi di Kelas SMO Free Trial, mendapat bimbingan karir di bidang penulisan dan berlaku seumur hidup, dan beberapa special offers lainnya. Penawaran Fantastis ini hanya berlaku untuk Paket Ebook, TIDAK BERLAKU untuk buku versi cetak. Dan penawaran ini akan ditutup sewaktu-waktu bila buku versi cetak sudah terbit. Pokoknya sangat menarik untuk menjadi Penulis hebat


Jika boleh saya mengibaratkan, saat ini saya sedang mengendarai sebuah sepeda motor setengah umur dengan kecepatan yang sangat kurang. Bukan karena tuas gas yang kurang saya tarik tetapi juga karena akselerasi sepeda motor tersebut sedang dalam masalah. Dan buku ‘Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat’ tersebut saya anggap sebagai oli atau minyak pelumas yang bisa menambahkan akselerasi sepeda motor saya. Selain fungsi akselerasi, saya juga banyak berharap dan yakin buku tersebut bisa memberi fungsi perawatan atau treatment saya dalam menulis.

Jika saya berhasil mendapatkan buku tersebut, tentu akan banyak hal yang saya dapatkan, baik ilmu maupun hal lain yang saya pikir akan mengikutinya. Dan saat ini saya sedang berjuang demi buku tersebut. Namun sebenarnya bukan hanya buku tersebut yang menjadi target saya tetapi lebih kepada pengembangan diri saya terkait dengan bidang penulisan.


Tulisan ini, blog ini, Facebook Notes ini juga menjadi salah satu perjuangan saya untuk menjadi seorang penulis yang sukses. Yang Hebat. Semoga. [omtri271109]

image

Brand Development

Saya adalah blogger, penulis, citizen journalist sekaligus praktisi marketing. Konsultan pengembangan merek, penyusunan sistem franchise. Trainer marketing, sales dan online advertising

image

Web Development

Anda butuh website atau blog pribadi? Untuk pengembangan usaha, LSM, organisasi, sekolah, toko online atau perusahaan Anda? Silahkan hubungi saya 0812-2222-0750 atau kirim email ke mr.antowiyono@gmail.com