Saturday, September 6, 2014
Kekuatan Testimoni Dalam Sebuah Marketing
Thursday, September 4, 2014
Bisnis Dropship Makin Ngetren
Produk saya adalah produk kecantikan, kesehatan dan keharmonisan rumah tangga. Produk dari Golden Life yang dipasarkan dengan cara dropship di Bisnis Harmoni dan Toko Harmoni.
Anda bisa gabung dengan saya dengan cara klik http://bisnisharmoni.com/anto atau jika Anda hanya ingin produk keharmonisan rumah tangga, klik saja http://tokoharmoni.com/anto
Wednesday, September 3, 2014
Produk Golden Life
Tuesday, September 2, 2014
Perkenalkan, Golden Life. #MLMYangSebenarnya
Saturday, June 28, 2014
5 Tips Pengembangan Merek Deterjen Laundry
![]() |
| Contoh Desain Logo Deterjen Laundry "GLAM" |
Sekedar berbagi tips untuk Anda produsen deterjen laundry.
Bisnis laundry terus berkembang. Setiap hari selalu saja ada outlet laundry baru yang dibuka. Kini mencucikan pakaian di laundry sudah bukan gaya hidup mewah lagi, sebagian masyarakat sudah menjadikannya sebagai rutinitas dan kebutuhan. Tentu saja hal ini membuat demand atas deterjen industri semakin meningkat.
Seiring dengan hal tersebut, banyak bermunculan produsen deterjen laundry dan bahan kimia turunan di sekitarnya. Ada yang hanya untuk konsumsi pribadi, dijual eceran hingga mendirikan manufakturing yang profesional.
Banyak produsen deterjen ini yang sedang bergerak dalam masa transisi dari industri rumahan ke bisnis profesional. Beberapa berhasil merangkak dengan progress positif, tapi sebagian juga stagnan dan bahkan berhenti berproduksi. Ada beberapa penyebab sebuah industri bisa berhenti atau bangkrut dan tinggal kenangan.
Tips di bawah ini mungkin bisa membantu Anda mengingatkan agar tetap fight, solid dan growing up.
1. Merek. Buatlah merek dengan berprinsip pada beberapa hal ini. Merek harus lugas, mudah diingat, memberi rasa bangga, berkesan positif dan dapat diterima di pasar.
Sesorang pernah mengajukan merek ke saya dengan nama "BR8". Saat saya tanya artinya, dia jawab "BR8" dari kata "Bright" dibaca bright/bra-eit. Sekilas memang tujuannya bagus, tetapi susah dibaca sekaligus susah dikenali frasenya. Orang tersebut suka dengan nama ini tetapi belum tentu pasar bisa "menerimanya". Saya mengambil analogi, jika membuat merek atas dasar kesukaan dan ego, sementara orang lain susah mengenali itu seperti memilih hidangan kue lebaran yang hanya kita yang doyan, sementara tamunya tidak suka dan tidak tahu cara memakannya. :)
Lalu, merek yang dicreate berdasarkan emosi juga belum tentu baik, meski juga bisa growing. Misal, jika kita bekerja di deterjen Mawar, lalu setelah resign kita buat sendiri dengan merek deterjen Melati. Ini terkesan sangat sempit. Terkesan tujuan Melati hanya untuk menempel Mawar, bukan menguasai market secara luas.
2. Desain dan kemasan. Mengembangkan sebuah merek bukan hanya soal kualitas barang. Desain tampilan logo, materi iklan, desain kemasan harus memberi efek "wow". Serahkan kepada desainer grafis untuk mengolah merek Anda dengan desain terbaik. Lihatlah desain dengan kacamata umum, bukan berdasarkan kesukaan pribadi.
Soal kemasan, banyak produsen deterjen menggunakan jerigen bekas. Ini tidak haram. Boleh-boleh saja. Syaratnya: kemasan daur ulang harus sudah steril. Baik kebersihan luar maupun dalam. Pastikan sudah tidak ada efek bahan kimia lain di dalam jerigen. Bersihkan bagian luar jerigen sampai bersih, lalu beri label Anda sendiri. Ini bisa memangkas biaya produksi. Jangan gunakan jerigen bekas yang masih kotor, bersisa label bekas atau tulisan spidol bekas. Semakin cantik kemasan, semakin gemas orang menggunakan produk Anda. Jangan hanya berpikir soal kualitas deterjen, tapi pikirkan juga soal kemasan dan desain label. Ini tidak bisa dibantah, karena kita sedang membicarakan pengembangan brand. Harus komprehensif.
3. Konsisten. Anda boleh memberi warna pink untuk parfum Snappy, hijau untuk Green Tea, kuning untuk Akasia dan lain-lain. Tetapi Anda harus konsisten. Jika memutuskan memberi warna tertentu untuk setiap varian, pastikan ini akan menjadi ciri khas produk Anda. Jangan berubah-ubah. Sekali Anda merubah karakter setiap varian, saat itu juga pelanggan Anda akan menurunkan tingkat kepercayaan. Produk Anda bisa dibilang palsu atau abal-abal. Jadi, konsistenlah.
Kasus lain. Deterjen cair, tepol dan emulsifier mungkin karakternya hampir sama. Jangan beri pelanggan Anda deterjen cair saat dia minta emulsifier atau sebaliknya. Jangan beri dia tepol saat dia minta deterjen cair. Jika stok memang sedang kosong, beri dia pengertian, jangan hanya selling oriented alias yang penting jualan. Beberapa pelanggan memang tidak banyak paham soal ini, tapi hasil kerja produk Anda akan berbicara. Hasil yang tidak sesuai harapan hanya akan menurunkan tingkat kepercayaan. Pada saatnya, Anda akan ditinggal pergi oleh pelanggan. Mau?
4. Pengiriman. Saat calon pelanggan luar kota menanyakan perkiraan waktu barang terkirim, berilah jawaban yang masuk akal. Bekerjasamalah dengan perusahaan ekspedisi yang bisa dipercaya dan memberi ketepatan dalam waktu pengiriman. Pastikan barang terkirim sampai ke alamat pemesan. Jika memang harus melalui jasa titipan, berikan informasi yang jelas di pool mana dan kapan si pemesan harus mengambil barangnya. Ingat, orang lebih suka memesan barang lalu sampai di depan pintu rumah mereka.
5. After sales. Layanan purna jual (after sales) adalah layanan yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah tata niaga distribusi. Garansi, konsultasi, kemudahan repeat order adalah bagian dari purna jual. Setelah berhasil menjual, jangan kemudian Anda lupakan si pembeli. Jadikan dia keluarga dalam jaringan distribusi Anda. Ajak mereka bicara, sesekali disapa dan ajukan pertanyaan jika ada kendala dalam pemakaian atau penjualan mereka.
Jika pembeli adalah reseller, berikan tips penjualan dan bantu dia dalam promosi. Jangan buat penjualan terputus. Putusnya komunikasi hanya akan memutus jalur distribusi dan menghambat penetrasi produk. Ini akan membuat brand Anda mati suri, atau bahkan mati beneran.
Berikan pula kemudahan garansi, tukar barang bahkan bila perlu lakukan refund jika sebagian produk Anda dinilai gagal fungsi.
Demikian tips dari saya. Semoga bermanfaat.
Wednesday, August 8, 2012
Bee Star International Preschool & Kindergarten

Where Learning is FUN!
Masa anak-anak dikenal sebagai golden age, masa keemasan dimana pada masa-masa ini anak-anak begitu mudahnya merekam dan menyimpan apa saja yang dialaminya menjadi sebuah ingatan penting dalam hidupnya kelak. Ingatan buruk maupun ingatan baik akan mudah tersimpan di otak mereka dalam waktu lama hingga membentuk karakter si anak itu sendiri.
Jika demikian, maka sudah barang tentu kita sebagai orang tua wajib memberinya pendidikan serta pengalaman-pengalaman yang berpotensi membentuk karakter si anak. Memilih cara mendidik dan mencarikannya tempat pendidikan terbaik menjadi syarat penting dalam hal ini. Karakter yang terbentuk sejak masa keemasan ini akan menentukan bagaimana kehidupan si anak kelak remaja bahkan dewasa.
Bee Star International Preschool & Kindergarten adalah sebuah lembaga pendidikan kelas bayi, kelompok bermain dan taman kanak-kanak. Lembaga pendidikan ini mengadopsi kurikulum terapan internasional dari Michigan, Amerika Serikat. Sebelumnya, metode ini telah dikembangkan di Jogjakarta, Malang, Solo dan Magelang.
Bee Star Preschool (BSP) percaya bahwa setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda dan memiiki kelebihan-kelebihan yang unik. BSP juga berkomitmen untuk menerima dan menghargai perbedaan-perbedaan anak dan menyediakan kebutuhan mereka agar setiap potensi yang mereka miliki dapat berkembang optimal.
BSP mendukung perkembangan anak dengan menyediakan lingkungan yang hangat dan bersahabat sehingga anak akan merasa nyaman dan aman. Lingkungan tempat belajarnyapun disusun sedemikian rupa dengan pengertian bahwa anak akan belajar efektif jika mereka diperbolehkan untuk memilih aktifitas-aktifitas yang sesuai dengan minat dan bakat mereka tanpa melupakan kebutuhan-kebutuhan pendidikan yang mendasar seperti persiapan membaca, menulis dan matematika.
Selain filosofi-filosofi di atas, Bee Star juga memberikan fasilitas untuk orang tua murid secara khusus, seperti antar jemput anak dan CCTV online yang dapat dipantau secara langsung oleh orang tua murid dari manapun berbasis website. Jadi orang tua cukup melihat aktifitas anaknya dari rumah atau dari kantor.
Menurut Heni Sulistyani, Manager Bee Star Preschool, fasilitas antar jemput yang disediakan juga berbeda, yakni kagiatan antar jemput tidak hanya melibatkan supir atau petugas antar jemput saja melainkan juga menyertakan salah seorang guru di setiap kali melakukan antar jemput siswa. Sehingga murid akan merasa nyaman didampingi oleh guru selama perjalanan pergi atau pulang sekolah.
Bee Star Preschool menyelenggarakan pendidikan dengan kelas-kelas Baby Star usia 1-2 tahun, Happy Star usia 2-3 tahun, Kiddy Star usia 3-4 tahun serta TK A dan TK B semuanya dalam ruangan ber-AC. Sedangkan kegiatan lainnya seperti berenang, parent sharing, prasains, kelas seni, memasak, kunjungan dokter anak dan dokter gigi serta minitrip.
“Kami fokus pada pengembangan growing with character serta balanced education programs, yakni pendidikan berimbang antara perkembangan IQ dan EQ”, kata Retna Budiarti, Customer Service Officer Bee Star.
Jl. Veteran, No. 63 Wonosobo 56311. Telp. 0286-322201, Fax. 0286-323125
Thursday, June 16, 2011
Menganalisa Blog dengan Google Analytics
Lama sekali saya tidak mengutak-atik blog. Sesekali hanya posting, kemudian idle lagi. Hibernasi lama. Template yang saya pakai sekarangpun sudah merupakan template final yang saya sendiri sudah sangat pas dan tidak ada keinginan untuk merubahnya lagi. Hingga malam ini (Kamis, 16 Juni 2011) saya membuka akun blogger dengan maksud menambahkan beberapa widget agar blog saya tidak berkesan angkuh, sombong…:D
Setelah menambahkan beberapa widget, sayapun iseng-iseng membuka panel statistic pada blogger saya. Kemudian saya cerna apa yang sudah Google Analytic suguhkan atas hasil analisanya. Wow….!!!
Terdapat banyak data analisa Google mulai dari negara pengunjung blog saya, jumlah kunjungan perbulan, referring URL atau asal pengunjung bisa “tersesat” di blog saya sampai keyword yang paling banyak nyasar di blog saya.
Yuk, kita analisa satu persatu berdasarkan screenshot berikut ini. Kita mulai dari OS dan Browsers yang dipakai oleh pengunjung.
Pada gambar diatas jelas sekali bahwa OS Windows mendominasi hingga 92 persen dari 21.069 pengunjung. Di dalamnya juga terdapat user Mac, Linux, Unix dan Andoid. Hmmm…
Untuk Browsers, ternyata meskipun lebih banyak orang menggunakan Windows, tetapi browser yang paling disukai adalah Firefox. Browser milik Windows yaitu Internet Explorer hanya dipakai oleh 1.385 atau 6% dari 21.069 pengunjung blog saya. Itu karena selain Firefox 57%, ranking ini terganjal oleh Opera 17%, Chrome 14%.
Lalu, tabel berikutnya adalah negara pengunjung blog saya. Berikut tabelnya:
Pengunjung lokal mendominasi 16.007 dari keseluruhan 21.069, disusul Amerika Serikat, Kanada, Arab Saudi, hingga Jepang. Tapi, mana pengunjung dari Hongkong ya? Bukankah blog ini sering saya share di Facebook dengan jumlah pertemanan di Negara itu cukup banyak? Ah, sudahlah….
Kemudian data lain yaitu, Referring Sites atau asal muasal pengunjung blog “tersesat” di blog saya.
Pada tabel diatas memang terlihat sangat jelas bahwa link dari Kaskus membawa paling banyak pengunjung. Pasalnya pada kisaran November tahun lalu saya membuat postingan tentang Prediksi Bangkrutnya RCTI akibat kurang seimbangnya berita dan opini. Artikel tersebut murni sebuah lelucon tetapi menggunakan bahasa berat ala wartawan Koran Sindo. Alhasil, pukul 2 dini hari postingan naik ke Blog, pagi harinya saya lihat di Google, postingan tersebut dibawa orang ke Kaskus yang hingga kini bisa memanen 2000 komentar atau 100 halaman komentar. Luar biasa….
Predikat kedua adalah kontriibusi Infogue.com, karena pernah suatu ketika artikel saya tentang SCTV yang menayangkan adegan mesum tanpa sensor di Liputan6 dibawa orang ke Infogue.com dan alhasil bisa mengarahkan pengunjung untuk mampir ke blog ini. :D. Selebihnya, kontribusi diberikan oleh Google dengan berbagai cara keyword atau pencarian lainnya.
Yang paling menarik dari semua analisa ini adalah keyword. Dimana keyword yang berbau seks menjadi keyword yang paling sering menyasarkan pengunjung ke blog ini. Seperti keyword bisex, yang saya sematkan pada judul foto hasil rekayasa yang menampilkan foto Bambang Triatmojo dan Mayangsari yang dimanipulasi menjadi foto seorang laki-laki aneh…:D
Selain itu keyword penetrasi yang saya tulis pada artikel tentang penetrasi dalam ilmu marketing juga menjadi keyword paling sering menghantarkan pengunjung mampir ke blog ini. Yah, inillah analisa saya atas data yang disediakan Google Analytics. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih banyak bellajar tentang Sisi lain sebuah blog…..
Dan ternyata, tulisan-tulisan yang nakal dan menggelitik adalah tulisan yang paling disukai oleh pengunjung blog saya… Okelah kalau begitu…:D
Dan kini, saya sedang mengupload beberapa artikel lengkap dengan URL blog ini ke VivaBlog dari VivaNews.com . Tujuan utama saya bukan ingin menaikkan traffic atau ranking, tetapi saya ingin mencari barometer atas kualitas tulisan saya. Sebab di Vlog (VivanewsBlog) tulisan blog yang diijinkan juntuk tampil diseleksi terlebih dahulu oleh redaksi Vivanews. Hanya artikel dan blog yang memenuhi syaratlah yang akan ditampilkan. Dan hasilnya, satu artikel saya sudah dimuat di Vlog. Lengkap dengan bonusnya, yaitu pengunjung blog ini bertambah… Hehehehe… Makasih Vivanews.
Tuesday, February 15, 2011
Ceria Internet Berlangganan Tanpa Bayar Modem

- Harga kompetitif
- Modem dipinjamkan
- Kuota waktu 30 hari tanpa batasan kuota akses data
- Layanan servis 1 x 24 jam dengan basecamp ada di setiap kota
- Jaringan sinyal lebih luas
- Kecepatan diatas rata-rata akses internet wireless GPRS
Monday, January 24, 2011
Pengangguran Tanggungjawab Siapa?

Tuesday, November 16, 2010
Perlukah SKCK pada berkas lamaran kerja?
Pernah suatu hari ada seseorang menelpon saya menanyakan perihal iklan lowongan kerja yang saya pasang di sebuah situs iklan terkemuka. Dia menanyakan berbagai hal mengenai persyaratan dan gaji yang disediakan perusahaan. Namun saya memilih untuk tidak terjebak pembicaraan terlalu jauh karena bagi saya akan lebih baik pembicaraan dilakukan di kantor saat wawancara.Lalu saya tutup pembicaraan yang sebenarnya baru saja dimulai tersebut dengan meminta orang itu untuk mengajukan saja berkas lamaran kerja untuk selanjutnya kami seleksi. Namun orang itu menjawab, “aduh maaf, Pak. Saya belum melengkapi persyaratannya, termasuk SKCK..”
Hallooow.. Hari gini masih sibuk mikir SKCK? Gumam saya dalam hati. Tapi saya coba akomodir kegelian dalam hati saya tersebut dengan mengatakan bahwa SKCK bisa menyusul, ajukan saja dulu Curriculum Vitae atau Riwayat Hidup beserta kelengkapan lainnya seperti biasa.
Lalu saya berpikir, seberapa pentingnya SKCK tersebut bagi perusahaan dan bagi si pelamar? SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), atau dulu disebut SKKB (Surat Keterangan Berkelakuan Baik) adalah sebuah surat yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Kepolisian Resort (Polres) yang menyatakan bahwa si pemohon adalah orang yang tidak terdapat dalam catatan tindak kejahatan di kepolisian, baik sebagai pelaku tindakan kriminal atau pernah terlibat tindak kriminal. Dari ledger atau buku besar kepolisian tersebut diperoleh keterangan bahwa si pemohon terbebas dari daftar pelaku tindak kejahatan dan akhirnya dikeluarkanlah surat keterangan yang kini disebut SKCK.
Memang ada perusahaan yang mewajibkan semua pelamar atau karyawannya memiliki SKCK. Yaitu sebagai referensi bahwa pelamar atau karyawan tersebut terbebas dari riwayat kriminal dan perusahaan tentunya merasa aman jika bisa memastikan bahwa semua karyawannya terbebas atau belum pernah tersangkut perkara kriminal. Perusahaan ini biasanya bergerak di bidang keuangan seperti perbankan, perusahaan penyedia layanan keuangan atau finance, distributor atau perusahaan yang memiliki aset-aset yang rentan untuk diselewengkan oleh karyawannya. Tapi apakah menjamin bahwa pemegang SKCK/SKKB semuanya memiliki tabiat baik? Atau berkelakuan baik meski memiliki surat keterangan berkelakuaan baik? Belum tentu.
Bagi si pelamar, biasanya memang akan mengusahakan untuk memiliki surat ini. Dengan harapan jika ia memiliki surat keterangan tersebut maka ia akan lebih percaya diri sebagai orang baik sesuai singkatan surat tersebut. Selain itu banyak pelamar kerja yang selalu melampirkan SKCK dan Kartu Kuning sebagai syarat kelengkapan pendukung rasa percaya dirinya.
Tapi puluhan kali saya mewawancarai pelamar kerja, nyaris tak pernah saya perhatikan SKCK tersebut. Tidak pula saya tanyakan apakah dia memilikinya atau tidak. Bagi saya (mungkin juga beberapa orang/perusahaan lainnya) memiliki karyawan baru dengan pengalaman dan kesiapan kerja serta kemampuan yang sesuai kebutuhan kita adalah menemukan orang yang qualified. SKCK bukanlah jaminan untuk seseorang memiliki kelakuan yang baik. Karyawan baru yang “siap pakai” justru menjadi pilihan dalam kompetisi dunia usaha saat ini. [tri]
gambar diambil dari koran-jakarta.com
Monday, June 1, 2009
Menjadi Tenaga Marketing Itu Menyenangkan
Dalam hal jenis pekerjaan, profesi akan berbeda pengertian jika dibandingkan dengan pekerja pabrik, atau Kepala Dinas Instansi Pemerintah. Karena Salesman memiliki sebuah kode etik yang menjadi ciri khas sebuah profesi.
Salesman yang professional dituntut untuk selalu belajar, menambah wawasan, baik product knowledge untuk produk yang dijualnya sendiri maupun milik kompetitor. Seorang Salesman yang baik selalu bekerja dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Salesman yang terhormat selalu tulus dalam memberikan layanan terhadap kastemernya. Salesman yang baik dikenal bukan hanya karena produknya yang berkualitas ataupun murah, tapi juga dari performanya dalam memberi layanan terhadap kastemer. Banyak kastemer yang merasa puas dengan sebuah produk yang dipakainya bukan hanya karena merasa nyaman ketika memakai produk tersebut tapi karena ia tahu bahwa ia akan mendapatkan sebuah muara terpecahnya sebuah masalah purna jual produk yang ia pakai karena tahu bahwa Salesman yang menjadi counternya memberi layanan terbaik.
Hal inilah yang menjadi tantangan dalam menjalankan profesi Salesman.
[tulisan ini belum sempurna. ikuti artikel saya yang lain untuk tulisan seputar marketing dan salesman]
Monday, January 14, 2008
Penetrasi dalam dua pengertian
Penetrasi. Ya, kata ini sering bikin tegang. Kebanyakan orang memang mengartikan kata ini sebagai tegang. dr. Boyke Dian Nugraha SpOG, dr. Naek L Tobing dan beberapa Dokter Spesialis Obstetricus dan Ginaekolog sering membahas ini dalam seminar-seminar mengenai (maaf) seks. Ini sering dibahas karena merupakan persoalan penting buat negara.. hahaha.. Sebab penetrasi adalah langkah awal terjadinya sebuah negara... hahaha (lagi)... Namun banyak orang (laki-laki tentunya) mempunyai masalah dengan hal ini. Sehingga sering terjadi kemelut negara (baca: rumah tangga) karena disfungsi ini. Biasanya sang nara sumber dalam seminar menjawabnya dengan memberi ulasan bahwa untuk hal tersebut di butuhkan kondisi psikologi yang sehat, badan yang fit dsb.. (saya kurang begitu paham, alhamdulillah negara saya aman). Minum jamu, pijat refleksi, olah raga yang cukup, istirahat yang cukup sering menjadi solusi bagi.......................................................................................................................................
Lain lagi dengan penjelasan Prof. Hermawan Kertajaya, pemilik Konsultan Marketing Mark Plus ini sering juga berbicara di seminar-seminar membahas masalah Penetrasi ini. Karena masalah ini juga sering kali membuat tegang para pelakunya. Terutama Salesman dan Marketing. Sebab penetrasi atau pemerataan produk merupakan ujung tombak keberhasilan sebuah usaha distribusi. Pendeknya, penetrasi disini artinya pemerataan produk. Nah, panjangnya pemerataan produk yang dilakukan perusahaan distribusi ternyata tidaklah simpel seperti yang kita bayangkan. Ambil contoh seorang salesman mendapatkan target dari pimpinannya senilai seratus juta perbulan, misalnya. Bayangan orang awam bisa saja begini, "halah, yang penting di jual barang habis pulang bawa uang". Bukan..... Bukan semudah itu.
Dalam sistem distribusi ternyata ada rumus yang sangat detail dan rumit (jika belum familiar). Tidak hanya berupa value atau nilai penjualan saja yang diperhitungkan. Ada rumus lain. Seperti; NPL (New Product Launching), yaitu target khusus untuk produk yang baru saja di launching perusahaan tersebut. OA (Outlet Aktif), yaitu target khusus mengenai jumlah toko yang aktif melakukan pembelian minimal sekali dalam seminggu, atau sebulan tergantung frekwensi repeat kunjungannya. EC (Effective Call), yaitu jumlah kunjungan yang menghasilkan transaksi dalam sehari. Karena dari kunjungan 100 (misal) dalam sehari yang melakukan pembelian belum tentu semua. Jumlah yang membeli inilah yang di sebut Effective Call. Ada juga produk yang masuk kategori Fast Moving atau produk yang mudah laku. Slow Moving yang berarti sebaliknya. Ada juga target mengenai jumlah uang masuk termasuk tagihan atau Collection. Terutama bagi Distributor yang memberi kemudahan relasi dengan cara kredit. Terkadang -semisal- sisa kredit Toko Pak Salim masih 12 juta, tapi Pak Salim order barang lagi senilai 10 juta padahal Pak Salim hanya membayar titipan tagihan 4 juta. Ini berarti pencapaian target Collection atau tagihan mleset. Jadi kalau kita mendapatkan target penjualan kacang dengan berbagai bentuk, ukuran, kualitas dan harga, tidak bisa kita terus mengatakan begini, "halah, yang laku kan kacang atom 500an, udah aja jual yang 500an itu sebanyak-banyaknya, yang penting nyampe seratus juta"... Tidak bisa begitu... Begitulah, penetrasi menurut Mark Plus ternyata tidaklah mudah. Tak semudah pengertian menurut dr. Boyke. Setidaknya itulah yang saya dapat dari pengalaman kerja saya di distributor produk Kacang Atom kebanggan Kota saya. [tri]Follow Me :)
Blog Archive
- February 2016 (1)
- March 2015 (1)
- January 2015 (4)
- November 2014 (1)
- September 2014 (7)
- August 2014 (1)
- July 2014 (3)
- June 2014 (3)
- May 2014 (2)
- January 2014 (2)
- March 2013 (2)
- February 2013 (6)
- September 2012 (4)
- August 2012 (4)
- February 2012 (1)
- January 2012 (1)
- October 2011 (1)
- August 2011 (2)
- July 2011 (1)
- June 2011 (4)
- May 2011 (2)
- April 2011 (1)
- March 2011 (1)
- February 2011 (1)
- January 2011 (1)
- December 2010 (1)
- November 2010 (3)
- October 2010 (3)
- August 2010 (2)
- July 2009 (1)
- June 2009 (4)
- April 2009 (2)
- March 2009 (4)
- February 2009 (3)
- January 2009 (6)
- December 2008 (4)
- September 2008 (3)
- July 2008 (1)
- May 2008 (1)
- March 2008 (1)
- February 2008 (2)
- January 2008 (17)
- December 2007 (6)
Labels
Total Review
Entri Populer
-
Empat tokoh daerah berasal dari berbagai latar belakang menerima penganugrahan Adikarya Wonosobo 2012 di Ballroom Kresna Hotel Wonoso...
-
Begitu santer berita mengenai fatwa MUI tentang golput. Banyak komentar miring dimana-mana, terutama di dunia Golblog (Golongan Bloggers). B...
-
Anda ngeblog? Sepi pengunjung? Hehehe… Saya juga. Blog saya sepi pengunjung karena saya sekarang sombong. Kok bisa? Beberapa bulan terakhi...
-
Setelah di lakukan ujicoba beberapa bulan dan sempat berhenti beroperasi selama sekitar 5 bulan, akhirnya Ceria Internet benar-benar resmi d...
-
Luar biasa. Itulah gambaran singkat pagelaran Sendratari Ramayana yang diperankan oleh anak-anak siswi tuna rungu LPATR Dena Upakara, Jum...
-
Sudah setahun ini kami, Sampoerna Telko (PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia) menjalankan sebuah program Data Servis Berlangganan atau ...
-
Beberapa hari yang lalu saya pulang ke kampung halaman saya di Karanganyar. Orang tua saya tinggal disebuah desa yang jaraknya cukup ...
-
Ada beberapa ciri khas orang Jawa (sebenarnya semua orang melakukannya) yang sangat kental. Kenapa hal ini saya sebut ciri khas orang Jawa, ...
-
Gerhana matahari total (GMT) akan terjadi di sebagian wilayah di Indonesia. Peristiwa Gerhana Matahari Total itu akan terjadi pada 9 Mar...
-
Sore itu Taman Plaza mendapatkan kesempatan berkunjung ke rumah S. Fatma, seorang instruktur senam yang lebih dikenal dengan nama Adin...



















