Showing posts with label marketing. Show all posts
Showing posts with label marketing. Show all posts

Saturday, September 6, 2014

Kekuatan Testimoni Dalam Sebuah Marketing


Testimoni atau kesaksian adalah satu hal yang sangat penting dalam sebuah strategi marketing. Lihat, banyak iklan di media massa baik televisi, radio maupun media cetak yang menggunakan format settingan testimoni. 

Iklan testimoni yang paling fenomenal adalah iklan Klinik Pengobatan China Tong Fang. Misal; "Saya Agus dari Bondowoso, menderita kanker sudah sejak sepuluh tahun. Kata dokter saya harus dioperasi, tapi setelah berobat di Klinik Tong Fang, alhamdulillah kanker saya berangsur sembuh. Terimakasih Klinik Tong Fang".

Nah, kesaksian dari pasien, user, konsumen atau jaringan distribusi sebuah produk dan jasa seperti itu sangat bermanfaat. Testimoni ini juga bisa saja tanpa sepengetahuan si pengelola produk. Artinya, dengan metode word of mouth, para pelanggan sebuah produk akan saling membagikan testimoninya kepada orang lain, sehingga satu-persatu pelanggan bertambah.

Tetapi ingat, kesaksian atas sebuah  produk atau jasa bukan hanya dalam hal positif, bisa juga dalam hal negatif. Ini justru sangat berbahaya. Satu kali saja seorang kecewa dengan layanan jasa atau produk kemudian bercerita kepada orang lain, maka ratusan calon pelanggan potensial akan menjauh dan penjualan produk kita akan terhambat.

Jadi, untuk mendapatkan testimoni yang baik, diperlukan manajemen mutu yang baik pula. Semoga bermanfaat.

Thursday, September 4, 2014

Bisnis Dropship Makin Ngetren


Anda punya teman yang status BBM dan DP BBMnya berisi jualan aneka produk? Sering sebar broadcast tentang produk dagangan? Tahu nggak, mereka sebenarnya belum tentu punya stok produk tersebut. Mereka menjalani bisnis bernama dropship. Menjual produk hanya bermodal foto + pricelist + sedikit product knowledge. Saat ada yang memesan barang, mereka lalu mengkonfirmasi ke pemilik produk kemudian transaksi terjadi dan keuntunganpun diperoleh.

Bisnis dropship itu adalah sebuah peluang usaha yang sangat menguntungkan. Menjadi dropshipper tidak harus mempunyai modal besar. Biasanya cukup dengan smartphone (BlackBerry atau Android). Mereka akan tergabung dengan pengelola toko dalam sebuah grup di BBM atau WhatsApp.

Pengelola akan selalu mengirimkan update mengenai produk beserta harga dan stok yang tersedia kepada dropshipper. Dropshipper cukup mempromosikannya di Instant Messenger seperti BBM, WhatsApp, WeChat, LINE atau di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dll. Jika terjadi transaksi antara dropshipper dengan konsumen, maka pengelola yang akan mengurus pengirimannya, langsung ke alamat si pembeli, atau bisa juga ke alamat dropshipper untuk kemudian diteruskan ke pembeli. Pembayaran juga demikian, bisa langsung dari konsumen ke pengelola atau melalui dropshipper.

Dropshipper mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual ke konsumen vs harga dari pengelola. Beberapa teman saya mendapatkan jutaan rupiah setiap bulan dari bisnis dropship ini.

Anda tertarik dengan bisnis dropship? Pengen jadi dropshipper? Saya punya produk bagus yang sangat potensial untuk dipasarkan secara Dropship

Produk saya adalah produk kecantikan, kesehatan dan keharmonisan rumah tangga. Produk dari Golden Life yang dipasarkan dengan cara dropship di Bisnis Harmoni dan Toko Harmoni.

Anda bisa gabung dengan saya dengan cara klik http://bisnisharmoni.com/anto atau jika Anda hanya ingin produk keharmonisan rumah tangga, klik saja http://tokoharmoni.com/anto

Wednesday, September 3, 2014

Produk Golden Life

 Klik for detail













Anda bisa gabung dengan saya dengan cara klik http://bisnisharmoni.com/anto atau jika Anda hanya ingin produk keharmonisan rumah tangga, klik saja http://tokoharmoni.com/anto

Tuesday, September 2, 2014

Perkenalkan, Golden Life. #MLMYangSebenarnya




Menjawab tantangan perekonomian di masa depan, GOLDEN LIFE lahir dengan memberikan suatu Peluang Usaha yang sangat menguntungkan bagi insan-insan Luar Biasa dengan latar belakang apapun untuk bersama-sama meningkatkan penghasilan bahkan dengan modal usaha yang sangat kecil serta waktu dan tempat yang sangat fleksibel.

GOLDEN LIFE memasarkan produk-produk berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas, dengan harga terjangkau dan sangat bersaing.

Didukung Rencana Pemasaran yang unik, sederhana dan mudah untuk dijalankan serta sistem kompensasi yang sangat menguntungkan.

Divisi Support Golden Life yaitu The Arrow menyediakan Sistem Pendidikan (Training, Workshop, dan Seminar) yang terstruktur, berkualitas serta berkesinambungan, dan juga support Marketing Tools untuk membantu Para Mitra Usaha mengembangkan potensi usaha seluas-luasnya ke seluruh wilayah Nusantara.

The Arrow membantu Anda mengawali serta membangun bisnis ini dengan CEPAT dan EFEKTIF. P.T. Golden Inti Gemilang, berdiri Maret 2010, sebagai unit bisnis baru yang AGRESIF dengan TARGET GLOBAL didukung manajemen berpengalaman lebih dari 15 tahun dibidang network marketing. Dimiliki oleh konsorsium bisnis sukses selama lebih dari 10 tahun di bidang trading, kesehatan, transportasi, otomotif, food, sport industry, dan lain-lain.

VISI
Menjadi Bisnis Pemasaran Berjenjang papan atas yang layak ditekuni oleh profesi apapun. Menjadi Bisnis Pilihan bagi Insan-Insan yang berani BERUBAH menuju Kehidupan yang LEBIH DARI SEKEDAR BAIK.

MISI
Mencetak Jutawan-Jutawan President Excecutive sebagai agen perubahan kualitas Kehidupan Golden Life. Menyelenggarakan Pendidikan Bisnis dengan ORIENTASI yang Tepat serta KOMITMENT Tinggi. Menciptakan suasana kerja yang saling mendorong dan menarik secara positif untuk kebaikan bersama.

SIFAT USAHA
Kemudahan dalam mengawali Usaha dengan memperkenalkan ke sebanyak mungkin orang lain baik Produk berkualitas Tinggi maupun sistem kompensasi yang sangat menguntungkan dengan konsep Network Marketing.

FALSAFAH
LEBIH DARI SEKEDAR BAIK.

LEGALITAS
Nama Perusahaan : PT. GOLDEN INTI GEMILANG
Notaris : R.A. Indraswari, SH., S.S.
SIUP : 503/2176.A/436.6.11/2010
TDP : 13.01.1.51.22078
NPWP : 02.993.756.2-615.000
Pengesahan Menteri Hukum & HAM RI No. : AHU-0030066.AH.01.09. Th 2010

LANDASAN
GOLDEN LIFE dibangun atas landasan kemudahan, transparansi, kejujuran, keyakinan, kepedulian dan kerjasama tim yang kompak serta pelayanan yang terbaik.

ORIENTASI

Berorientasi pada keharmonisan, kesehatan keluarga serta Kesejahteraan para Mitra Usahanya, GOLDEN LIFE berkomitment tinggi untuk menciptakan banyak sekali keluarga-keluarga di Indonesia yang Harmonis, Sehat dan Sejahtera yang pada akhirnya turut mendorong laju pembangunan dan perekonomian Bangsa dan Negara.

Saturday, June 28, 2014

5 Tips Pengembangan Merek Deterjen Laundry

Contoh Desain Logo Deterjen Laundry "GLAM"



Sekedar berbagi tips untuk Anda produsen deterjen laundry.

Bisnis laundry terus berkembang. Setiap hari selalu saja ada outlet laundry baru yang dibuka. Kini mencucikan pakaian di laundry sudah bukan gaya hidup mewah lagi, sebagian masyarakat sudah menjadikannya sebagai rutinitas dan kebutuhan. Tentu saja hal ini membuat demand atas deterjen industri semakin meningkat.

Seiring dengan hal tersebut, banyak bermunculan produsen deterjen laundry dan bahan kimia turunan di sekitarnya. Ada yang hanya untuk konsumsi pribadi, dijual eceran hingga mendirikan manufakturing yang profesional.

Banyak produsen deterjen ini yang sedang bergerak dalam masa transisi dari industri rumahan ke bisnis profesional. Beberapa berhasil merangkak dengan progress positif, tapi sebagian juga stagnan dan bahkan berhenti berproduksi. Ada beberapa penyebab sebuah industri bisa berhenti atau bangkrut dan tinggal kenangan.

Tips di bawah ini mungkin bisa membantu Anda mengingatkan agar tetap fight, solid dan growing up.

1. Merek. Buatlah merek dengan berprinsip pada beberapa hal ini. Merek harus lugas, mudah diingat, memberi rasa bangga, berkesan positif dan dapat diterima di pasar. 

Sesorang pernah mengajukan merek ke saya dengan nama "BR8". Saat saya tanya artinya, dia jawab "BR8" dari kata "Bright" dibaca bright/bra-eit. Sekilas memang tujuannya bagus, tetapi susah dibaca sekaligus susah dikenali frasenya. Orang tersebut suka dengan nama ini tetapi belum tentu pasar bisa "menerimanya". Saya mengambil analogi, jika membuat merek atas dasar kesukaan dan ego, sementara orang lain susah mengenali itu seperti memilih hidangan kue lebaran yang hanya kita yang doyan, sementara tamunya tidak suka dan tidak tahu cara memakannya. :) 

Lalu, merek yang dicreate berdasarkan emosi juga belum tentu baik, meski juga bisa growing. Misal, jika kita bekerja di deterjen Mawar, lalu setelah resign kita buat sendiri dengan merek deterjen Melati. Ini terkesan sangat sempit. Terkesan tujuan Melati hanya untuk menempel Mawar, bukan menguasai market secara luas.

2. Desain dan kemasan. Mengembangkan sebuah merek bukan hanya soal kualitas barang. Desain tampilan logo, materi iklan, desain kemasan harus memberi efek "wow". Serahkan kepada desainer grafis untuk mengolah merek Anda dengan desain terbaik. Lihatlah desain dengan kacamata umum, bukan berdasarkan kesukaan pribadi. 

Soal kemasan, banyak produsen deterjen menggunakan jerigen bekas. Ini tidak haram. Boleh-boleh saja. Syaratnya: kemasan daur ulang harus sudah steril. Baik kebersihan luar maupun dalam. Pastikan sudah tidak ada efek bahan kimia lain di dalam jerigen. Bersihkan bagian luar jerigen sampai bersih, lalu beri label Anda sendiri. Ini bisa memangkas biaya produksi. Jangan gunakan jerigen bekas yang masih kotor, bersisa label bekas atau tulisan spidol bekas. Semakin cantik kemasan, semakin gemas orang menggunakan produk Anda. Jangan hanya berpikir soal kualitas deterjen, tapi pikirkan juga soal kemasan dan desain label. Ini tidak bisa dibantah, karena kita sedang membicarakan pengembangan brand. Harus komprehensif.

3. Konsisten. Anda boleh memberi warna pink untuk parfum Snappy, hijau untuk Green Tea, kuning untuk Akasia dan lain-lain. Tetapi Anda harus konsisten. Jika memutuskan memberi warna tertentu untuk setiap varian, pastikan ini akan menjadi ciri khas produk Anda. Jangan berubah-ubah. Sekali Anda merubah karakter setiap varian, saat itu juga pelanggan Anda akan menurunkan tingkat kepercayaan. Produk Anda bisa dibilang palsu atau abal-abal. Jadi, konsistenlah.

Kasus lain. Deterjen cair, tepol dan emulsifier mungkin karakternya hampir sama. Jangan beri pelanggan Anda deterjen cair saat dia minta emulsifier atau sebaliknya. Jangan beri dia tepol saat dia minta deterjen cair. Jika stok memang sedang kosong, beri dia pengertian, jangan hanya selling oriented alias yang penting jualan. Beberapa pelanggan memang tidak banyak paham soal ini, tapi hasil kerja produk Anda akan berbicara. Hasil yang tidak sesuai harapan hanya akan menurunkan tingkat kepercayaan. Pada saatnya, Anda akan ditinggal pergi oleh pelanggan. Mau?

4. Pengiriman. Saat calon pelanggan luar kota menanyakan perkiraan waktu barang terkirim, berilah jawaban yang masuk akal. Bekerjasamalah dengan perusahaan ekspedisi yang bisa dipercaya dan memberi ketepatan dalam waktu pengiriman. Pastikan barang terkirim sampai ke alamat pemesan. Jika memang harus melalui jasa titipan, berikan informasi yang jelas di pool mana dan kapan si pemesan harus mengambil barangnya. Ingat, orang lebih suka memesan barang lalu sampai di depan pintu rumah mereka. 

5. After sales. Layanan purna jual (after sales) adalah layanan yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah tata niaga distribusi. Garansi, konsultasi, kemudahan repeat order adalah bagian dari purna jual. Setelah berhasil menjual, jangan kemudian Anda lupakan si pembeli. Jadikan dia keluarga dalam jaringan distribusi Anda. Ajak mereka bicara, sesekali disapa dan ajukan pertanyaan jika ada kendala dalam pemakaian atau penjualan mereka. 

Jika pembeli adalah reseller, berikan tips penjualan dan bantu dia dalam promosi. Jangan buat penjualan terputus. Putusnya komunikasi hanya akan memutus jalur distribusi dan menghambat penetrasi produk. Ini akan membuat brand Anda mati suri, atau bahkan mati beneran. 

Berikan pula kemudahan garansi, tukar barang bahkan bila perlu lakukan refund jika sebagian produk Anda dinilai gagal fungsi. 

Demikian tips dari saya. Semoga bermanfaat.

Wednesday, August 8, 2012

Bee Star International Preschool & Kindergarten


Where Learning is FUN!


Masa anak-anak dikenal sebagai golden age, masa keemasan dimana pada masa-masa ini anak-anak begitu mudahnya merekam dan menyimpan apa saja yang dialaminya menjadi sebuah ingatan penting dalam hidupnya kelak. Ingatan buruk maupun ingatan baik akan mudah tersimpan di otak mereka dalam waktu lama hingga membentuk karakter si anak itu sendiri.

Jika demikian, maka sudah barang tentu kita sebagai orang tua wajib memberinya pendidikan serta pengalaman-pengalaman yang berpotensi membentuk karakter si anak. Memilih cara mendidik dan mencarikannya tempat pendidikan terbaik menjadi syarat penting dalam hal ini. Karakter yang terbentuk sejak masa keemasan ini akan menentukan bagaimana kehidupan si anak kelak remaja bahkan dewasa.

Bee Star International Preschool & Kindergarten adalah sebuah lembaga pendidikan kelas bayi, kelompok bermain dan taman kanak-kanak. Lembaga pendidikan ini mengadopsi kurikulum terapan internasional dari Michigan, Amerika Serikat. Sebelumnya, metode ini telah dikembangkan di Jogjakarta, Malang, Solo dan Magelang.

Bee Star Preschool (BSP) percaya bahwa setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda dan memiiki kelebihan-kelebihan yang unik. BSP juga berkomitmen untuk menerima dan menghargai perbedaan-perbedaan anak dan menyediakan kebutuhan mereka agar setiap potensi yang mereka miliki dapat berkembang optimal.

BSP mendukung perkembangan anak dengan menyediakan lingkungan yang hangat dan bersahabat sehingga anak akan merasa nyaman dan aman. Lingkungan tempat belajarnyapun disusun sedemikian rupa dengan pengertian bahwa anak akan belajar efektif jika mereka diperbolehkan untuk memilih aktifitas-aktifitas yang sesuai dengan minat dan bakat mereka tanpa melupakan kebutuhan-kebutuhan pendidikan yang mendasar seperti persiapan membaca, menulis dan matematika.

Selain filosofi-filosofi di atas, Bee Star juga memberikan fasilitas untuk orang tua murid secara khusus, seperti antar jemput anak dan CCTV online yang dapat dipantau secara langsung oleh orang tua murid dari manapun berbasis website. Jadi orang tua cukup melihat aktifitas anaknya dari rumah atau dari kantor.

Menurut Heni Sulistyani, Manager Bee Star Preschool, fasilitas antar jemput yang disediakan juga berbeda, yakni kagiatan antar jemput tidak hanya melibatkan supir atau petugas antar jemput saja melainkan juga menyertakan salah seorang guru di setiap kali melakukan antar jemput siswa. Sehingga murid akan merasa nyaman didampingi oleh guru selama perjalanan pergi atau pulang sekolah.

Bee Star Preschool menyelenggarakan pendidikan dengan kelas-kelas Baby Star usia 1-2 tahun, Happy Star usia 2-3 tahun, Kiddy Star usia 3-4 tahun serta TK A dan TK B semuanya dalam ruangan ber-AC. Sedangkan kegiatan lainnya seperti berenang, parent sharing, prasains, kelas seni, memasak, kunjungan dokter anak dan dokter gigi serta minitrip.

“Kami fokus pada pengembangan growing with character serta balanced education programs, yakni pendidikan berimbang antara perkembangan IQ dan EQ”, kata Retna Budiarti, Customer Service Officer Bee Star.

Jl. Veteran, No. 63 Wonosobo 56311. Telp. 0286-322201, Fax. 0286-323125

Thursday, June 16, 2011

Menganalisa Blog dengan Google Analytics

Lama sekali saya tidak mengutak-atik blog. Sesekali hanya posting, kemudian idle lagi. Hibernasi lama. Template yang saya pakai sekarangpun sudah merupakan template final yang saya sendiri sudah sangat pas dan tidak ada keinginan untuk merubahnya lagi. Hingga malam ini (Kamis, 16 Juni 2011) saya membuka akun blogger dengan maksud menambahkan beberapa widget agar blog saya tidak berkesan angkuh, sombong…:D


Setelah menambahkan beberapa widget, sayapun iseng-iseng membuka panel statistic pada blogger saya. Kemudian saya cerna apa yang sudah Google Analytic suguhkan atas hasil analisanya. Wow….!!!

Terdapat banyak data analisa Google mulai dari negara pengunjung blog saya, jumlah kunjungan perbulan, referring URL atau asal pengunjung bisa “tersesat” di blog saya sampai keyword yang paling banyak nyasar di blog saya.

Yuk, kita analisa satu persatu berdasarkan screenshot berikut ini. Kita mulai dari OS dan Browsers yang dipakai oleh pengunjung.

Pada gambar diatas jelas sekali bahwa OS Windows mendominasi hingga 92 persen dari 21.069 pengunjung. Di dalamnya juga terdapat user Mac, Linux, Unix dan Andoid. Hmmm…



Untuk Browsers, ternyata meskipun lebih banyak orang menggu
nakan Windows, tetapi browser yang paling disukai adalah Firefox. Browser milik Windows yaitu Internet Explorer hanya dipakai oleh 1.385 atau 6% dari 21.069 pengunjung blog saya. Itu karena selain Firefox 57%, ranking ini terganjal oleh Opera 17%, Chrome 14%.

Lalu, tabel berikutnya adalah negara pengunjung blog saya. Berikut tabelnya:

Pengunjung lokal mendominasi 16.007 dari keseluruhan 21.069, disusul Amerika Serikat, Kanada, Arab Saudi, hingga Jepang. Tapi, mana pengunjung dari Hongkong ya? Bukankah blog ini sering saya share di Facebook dengan jumlah pertemanan di Negara itu cukup banyak? Ah, sudahlah….

Kemudian data lain yaitu, Referring Sites atau asal muasal pengunjung blog “tersesat” di blog saya.

Pada tabel diatas memang terlihat sangat jelas bahwa link dari Kaskus membawa paling banyak pengunjung. Pasalnya pada kisaran November tahun lalu saya membuat postingan tentang Prediksi Bangkrutnya RCTI akibat kurang seimbangnya berita dan opini. Artikel tersebut murni sebuah lelucon tetapi menggunakan bahasa berat ala wartawan Koran Sindo. Alhasil, pukul 2 dini hari postingan naik ke Blog, pagi harinya saya lihat di Google, postingan tersebut dibawa orang ke Kaskus yang hingga kini bisa memanen 2000 komentar atau 100 halaman komentar. Luar biasa….

Predikat kedua adalah kontriibusi Infogue.com, karena pernah suatu ketika artikel saya tentang SCTV yang menayangkan adegan mesum tanpa sensor di Liputan6 dibawa orang ke Infogue.com dan alhasil bisa mengarahkan pengunjung untuk mampir ke blog ini. :D. Selebihnya, kontribusi diberikan oleh Google dengan berbagai cara keyword atau pencarian lainnya.

Yang paling menarik dari semua analisa ini adalah keyword. Dimana keyword yang berbau seks menjadi keyword yang paling sering menyasarkan pengunjung ke blog ini. Seperti keyword bisex, yang saya sematkan pada judul foto hasil rekayasa yang menampilkan foto Bambang Triatmojo dan Mayangsari yang dimanipulasi menjadi foto seorang laki-laki aneh…:D

Selain itu keyword penetrasi yang saya tulis pada artikel tentang penetrasi dalam ilmu marketing juga menjadi keyword paling sering menghantarkan pengunjung mampir ke blog ini. Yah, inillah analisa saya atas data yang disediakan Google Analytics. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih banyak bellajar tentang Sisi lain sebuah blog…..

Dan ternyata, tulisan-tulisan yang nakal dan menggelitik adalah tulisan yang paling disukai oleh pengunjung blog saya… Okelah kalau begitu…:D

Dan kini, saya sedang mengupload beberapa artikel lengkap dengan URL blog ini ke VivaBlog dari VivaNews.com . Tujuan utama saya bukan ingin menaikkan traffic atau ranking, tetapi saya ingin mencari barometer atas kualitas tulisan saya. Sebab di Vlog (VivanewsBlog) tulisan blog yang diijinkan juntuk tampil diseleksi terlebih dahulu oleh redaksi Vivanews. Hanya artikel dan blog yang memenuhi syaratlah yang akan ditampilkan. Dan hasilnya, satu artikel saya sudah dimuat di Vlog. Lengkap dengan bonusnya, yaitu pengunjung blog ini bertambah… Hehehehe… Makasih Vivanews.




Tuesday, February 15, 2011

Ceria Internet Berlangganan Tanpa Bayar Modem


Sudah setahun ini kami, Sampoerna Telko (PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia) menjalankan sebuah program Data Servis Berlangganan atau kami sebut DSB. Sebuah layanan data (internet) dengan jaringan wireless yang menggunakan sistem berlangganan bulanan. Pada dasarnya layanan ini berbasis prabayar (prepaid) tetapi kami menerapkan sistem berlangganan bulanan, sehingga jumlah harga langganannya sudah ditetapkan fix. Yakni Rp. 110.000.


Layanan ini terbilang unik. Berbeda dengan layanan data yang diterapkan oleh perusahaan seluler lainnya. Berikut saya jabarkan beberapa keunikan dari layanan ini, yang kemudian keunikan-keunikan ini menjadikan pelanggan kami merasa sangat dimanjakan.

Layanan kami (Ceria Internet Wireless) menggunakan kanal 450MHz. Sebuah kanal yang hanya kamilah yang menggunakan di Indonesia. Kanal ini dulunya dipakai oleh tentara yang biasanya digunakan di hutan-hutan untuk jaringan komunikasi tanpa kabel pada saat peperangan dan komunikasi antar markas tentara. Ini unik, karena sifat kerja kanal ini berbeda dengan kanal yang dipakai oleh seluler lain di Indonesia (GSM 800/1900, CDMA 900/1800). Kanal Ceria yang berada di 450MHz, atau lebih rendah dari seluler lain membuat cakupan jaringan (coverage area) menjadi lebih luas. Bahkan kami mengklaim cakupan jaringan kami bisa tiga kali lipat dari cakupan BTS GSM/CDMA lainnya. Artinya jika sebuah BTS GSM/CDMA lain hanya mencakup sebuah kecamatan, BTS kami bisa mengcover tiga kecamatan sekaligus. Ini menjadikan kami lebih hemat BTS beserta perawatannya. Selain itu kami mampu beroperasi lebih luas hingga ke pelosok.

Kami memastikan bahwa Ceria Internet bisa dipakai di rumah pelanggan. Karena sebelum pelanggan memastikan untuk menggunakan layanan ini, kami dari Tim Sales akan terlebih dahulu mengadakan trial di rumah pelanggan. Trial ini meliputi sinyal, tracing, kesehatan komputer pelanggan, kompatibilitas komputer dan beberapa hal lainnya. Semua tim kami di lapangan dibekali dengan beberapa software pendukung aplikasi internet di desktop seperti; Flashplayer, Browser, Antivirus, PC Maintenance sampai Porn Blocker jika dibutuhkan. Hal ini adalah untuk memastikan bahwa komputer pelanggan akan dalam kondisi ready untuk digunakan berseluncur di dunia maya.

Untuk bisa menikmatri layanan ini pelanggan cukup membayar biaya bulanan dan membayar biaya administrasinya saja. Modemnya? Tidak usah dibeli.. J Modem yang kami keluarkan saat ini hanyalah dipinjamkan kepada pelanggan. Pelanggan tidak perlu dan bahkan tidak boleh membeli modem yang ada di layanan DSB ini. Modem ini tetap milik kami dan dipinjamkan kepada pelanggan selama pelanggan berlangganan internet Ceria dan membayar tagihan secara rutin setiap bulannya. 

Pelanggan kami cukup dimanjakan dengan adanya maintenance bulanan secara rutin. Seorang pegawai kami dari Tim Sales Support setiap bulan akan datang ke rumah pelanggan guna mengecek modem, komputer serta jaringan untuk memastikan bahwa koneksi internet di rumah pelanggan dalam kondisi baik. Tim Sales Support juga akan siap mengupdate beberapa hal jika diperlukan. Dan dalam kondisi insidentil, Tim Sales Support juga siap datang jika dipanggil untuk mengadakan perbaikan.

Kami berupaya menyediakan layanan dengan SLA (Service Level Agreement) level 1 atau 1 x 24 jam kami akan mengeksekusi setiap permintaan instalasi atau keluhan pelanggan. Karena di setiap kota atau kota kabupaten kami menyediakan sebuah unit minimal basecamp guna mengcover hal tersebut. Hal ini sangat penting bagi kami meupun pelanggan. Dengan SLA level 1 ini diharapkan pelanggan akan terbantu jika sewaktu-waktu membutuhkan handling pada saat terjadi trouble atau permintaan instalasi.

Apa yang Anda inginkan dari sebuah layanan internet? Biayanya? Kecepatannya? Kuota akses datanya? Jaringannya? Layanan purnajualnya? Biaya berlangganan kami saat ini adalah Rp. 110.000,- (110K) merupakan hasil dari perumusan beberapa hal terkait dengan layanan internet beserta layanan dukungan lain. Mungkin Anda pernah mengetahui sebuah layanan internet dari operator seluler dengan tarif 25K sebulan, 45K, 99K atau 75K sebulan. Ada juga yang 125K sebulan. Kata “sebulan” terkadang mampu menjebak calon pelanggan untuk tergiur menggunakan. Padahal jika kita teliti lebih jauh, “sebulan” yang dimaksud adalah masa aktif. Sedangkan pelanggan membutuhkan internet bukan hanya sekedar masa aktif. Beberapa tarif internet yang saya sebut diatas tadi semuanya dengan masa aktif “sebulan”, tetapi mereka menerapkan batas atau kuota akses data. Rata-rata hanya 500 MB atau setengah gigabyte. Cukupkah Anda berinternet hanya setengah gigabyte perbulan?

Ada juga yang menyediakan tarif 75K sebulan. Kuota datanya memang tidak dibatasi, tetapi durasinya yang dibatasi yakni hanya 15 jam. Artinya dengan 75 ribu rupiah, pelanggan memiliki masa aktif internetan selama sebulan tetapi hanya boleh berinternet selama 15 jam alias setengah jam perhari. Cukupkah Anda berinternet setengah jam dalam sehari? Apa yang Anda lakukan jika hanya boleh berinternet setengah jam dalam sehari? Buka email kemudian buru-buru menutupnya kembali? Update status di Facebook tanpa sempat komentar? Atau jika Anda terlena di depan komputer kemudian berjam-jam keasyikan bermain di internet tanpa ingat waktu? Masih untung jika ada reminder yang menegur Anda saat kuota waktu berinternet Anda menipis. Jika tidak? Anda akan menyepakati sebuah layanan internet 75K sebulan tetapi Anda harus membayar ratusan ribu rupiah karena tidak ada reminder atau karena kebutuhan Anda sebetulnya lebih dari 15 jam. Bukankah hal ini banyak terjadi? Rugi, bukan? Terjebak iklan. Bukan?

Ada lagi contoh kasus. Seseorang datang ke sebuah toko komputer di kota mencari modem. Pelayan toko menganjurkan sebuah merek kemudian mencobanya di komputer toko tersebut. Cukup kencang memang. Harga bulanannya pun cukup menggiurkan, hanya 50K sebulan. Demi melihat merek dan kecepatannya, tanpa pikir panjang pelangganpun membeli. Harga modemnya Rp. 550.000 sedangkan kartunya Rp. 50.000, bisa internetan selama sebulan. Kemudian pelanggan tersebut pulang setelah sampai rumah dia colokkan modem tersebut di desktopnya. Lalu apa yang terjadi? Pelanggan lupa menanyakan cara menginstalnya. Buku petunjuk yang ada hanya menggunakan bahasa inggris serta kombinasi huruf china. Dia cukup kesulitan. 

Setelah dicoba berkali-kali akhirnya berhasil. Lega. Lalu dicobanya membuka Youtube. Loadingnya lama. Setelah terbuka muncul di halaman Youtube bahwa komputer tersebut membutuhkan plugin semacam flashplayer untuk dapat memutar gambar bergerak serta video online. Padahal dia sangat ingin melihat tayangan-tayangan bola di internet. Gagal deh…L. Lalu diapun pasrah. Dibukalah Facebook. Tapi kenapa tak secepat saat dia coba di toko komputer tadi? Kenapa loadingnya lama sekali? L…. Sepertinya dia hanya mendapatkan sinyal GPRS di rumahnya. Sementara toko komputer di kota tadi tercover sinyal EDGE dan 3G sehingga layanan internetnya cukup cepat. Mimpi berinternet dengan kecepatan tinggi musnah. Padahal dia percaya pada merek operator yang megeluarkan layanan tersebut dan sudah membayar banyak untuk hal ini.
Jadi kami mempersembahkan layanan DSB saat ini dengan beberapa pendukung yang sangat dibutuhkan oleh pelanggan. 

  1. Harga kompetitif
  2. Modem dipinjamkan
  3. Kuota waktu 30 hari tanpa batasan kuota akses data
  4. Layanan servis 1 x 24 jam dengan basecamp ada di setiap kota
  5. Jaringan sinyal lebih luas
  6. Kecepatan diatas rata-rata akses internet wireless GPRS
Tunggu apa lagi?

Monday, January 24, 2011

Pengangguran Tanggungjawab Siapa?


Suatu ketika saya melihat sebuah tayangan di televisi, dalam sebuah wawancara di studio televisi tersebut nara sumbernya adalah seorang pengangguran dan seorang Dirjen di Depnakertrans. Ketika seorang penganggur tersebut di beri kesempatan bicara, dia mengatakan bahwa pengangguran di Indonesia ini adalah tanggungjawab pemerintah dan dunia usaha. Seolah olah dia menganggur karena menjadi korban sempitnya lapangan kerja akibat rumitnya permasalahan investasi di Indonesia.


Dengan cukup percaya diri dia mengatakan bahwa regulasi, perpajakan, perijinan dan tata kelola ketenagakerjaan di Indonesia cukup complicated sehingga lulusan-lulusan di Indonesia termasuk para sarjana menjadi pengangguran yang hingga saat ini memang menjadi permasalahan pemerintah.

Geram sekali saya mendengar statemen dia saat itu. Ingin rasanya meneriakinya dan memaki-makinya. Seenaknya saja dia mengatakan ini (pengangguran) merupakan mutlak tanggungjawab pemerintah dan dunia usaha. Memang, permasalahan di Indonesia yang terkait ketenagakerjaan cukup rumit sehingga investor dari luar negeri kerap kali hengkang dari Indonesia dan calon investor baru enggan menanamkan modal dan mendirikan bisnisnya di Indonesia. Tapi hal ini juga kerap kali diakibatkan oleh ulah si penganggur itu sendiri.

Banyak lulusan dari universitas atau lulusan sekolah menengah yang gengsi, memilih-milih pekerjaan mencari yang cocok dan sesuai dengan disiplin ilmu yang ia tekuni ketika di meja belajar. Ketika pertama kali ia ditawari sebuah peluang kerja, yang ia tanyakan biasanya gajinya berapa. Jarang sekali yang menanyakan persyaratan dan job deskripsinya. Seharusnya mereka yang menganggur ini mengutamakan bagaimana caranya masuk dunia kerja terlebih dahulu. Untuk urusan gajinya berapa, kemudian jenjang karirnya bagaimana, itu bisa dipikir kemudian. Jika memang jobdis-nya tidaklah terlalu sulit untuk ia kerjakan, terima saja dulu. Yang penting masuk dunia kerja. Memiliki pengalaman kerja, memiliki pengalaman bekerjasama dengan orang lain minimal dalam tim kerja, relasi atau partnernya. Di sini ia akan bisa belajar bagaimana berinteraksi dengan orang dalam lingkup kerja, bagaimana menjadi karyawan, bagaimana seharusnya menghadapi pekerjaa, majikan, pimpinan atau bos-nya.

Selain itu dengan masuk dunia kerja kita bisa memiliki relasi dan kenalan yang lebih banyak. Dari sinilah biasanya kita mengenal banyak orang dan bisa saling tukar informasi, termasuk informasi peluang kerja di tempat lain atau di perusahaan yang sama namun berbeda departemen dengan jobdis yang sekiranya ia sukai. Ini penting, dan prinsip seperti ini kerap kali dilupakan oleh pencari kerja hingga akhirnya banyak pengangguran dimana-mana.

Jadi bagi para penganggur dan pencari kerja, terima saja dulu tawaran kerja apa yang pernah Anda terima. Nikmati saja dulu yang ada, siapa tahu justru Anda menjadi betah dan mencintai pekerjaan Anda hingga Anda memiliki pengalaman yang cukup dan tertantang untuk berwiraswasta dalam bidang tersebut. Meskipun awalnya Anda tidak sesuai dengan jobdisnya karena disiplin ilmu yang Anda tekuni di sekolah tidaklah sesuai.

Lihatlah, banyak sekali sarjana pertanian yang justru menjadi manajer di perusahaan telekomunikasi. Seorang insinyur komputer menjadi pengusaha di bidang kuliner. Ini kebanyakan karena mereka awalnya nerimo dengan apa yang ada dihadapannya hingga ia mahir menguasai bidang pekerjaannya. [tri]
[]gambar diambil dari surabaya.detik.com

Tuesday, November 16, 2010

Perlukah SKCK pada berkas lamaran kerja?

Pernah suatu hari ada seseorang menelpon saya menanyakan perihal iklan lowongan kerja yang saya pasang di sebuah situs iklan terkemuka. Dia menanyakan berbagai hal mengenai persyaratan dan gaji yang disediakan perusahaan. Namun saya memilih untuk tidak terjebak pembicaraan terlalu jauh karena bagi saya akan lebih baik pembicaraan dilakukan di kantor saat wawancara.

Lalu saya tutup pembicaraan yang sebenarnya baru saja dimulai tersebut dengan meminta orang itu untuk mengajukan saja berkas lamaran kerja untuk selanjutnya kami seleksi. Namun orang itu menjawab, “aduh maaf, Pak. Saya belum melengkapi persyaratannya, termasuk SKCK..”

Hallooow.. Hari gini masih sibuk mikir SKCK? Gumam saya dalam hati. Tapi saya coba akomodir kegelian dalam hati saya tersebut dengan mengatakan bahwa SKCK bisa menyusul, ajukan saja dulu Curriculum Vitae atau Riwayat Hidup beserta kelengkapan lainnya seperti biasa.

Lalu saya berpikir, seberapa pentingnya SKCK tersebut bagi perusahaan dan bagi si pelamar? SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), atau dulu disebut SKKB (Surat Keterangan Berkelakuan Baik) adalah sebuah surat yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Kepolisian Resort (Polres) yang menyatakan bahwa si pemohon adalah orang yang tidak terdapat dalam catatan tindak kejahatan di kepolisian, baik sebagai pelaku tindakan kriminal atau pernah terlibat tindak kriminal. Dari ledger atau buku besar kepolisian tersebut diperoleh keterangan bahwa si pemohon terbebas dari daftar pelaku tindak kejahatan dan akhirnya dikeluarkanlah surat keterangan yang kini disebut SKCK.

Memang ada perusahaan yang mewajibkan semua pelamar atau karyawannya memiliki SKCK. Yaitu sebagai referensi bahwa pelamar atau karyawan tersebut terbebas dari riwayat kriminal dan perusahaan tentunya merasa aman jika bisa memastikan bahwa semua karyawannya terbebas atau belum pernah tersangkut perkara kriminal. Perusahaan ini biasanya bergerak di bidang keuangan seperti perbankan, perusahaan penyedia layanan keuangan atau finance, distributor atau perusahaan yang memiliki aset-aset yang rentan untuk diselewengkan oleh karyawannya. Tapi apakah menjamin bahwa pemegang SKCK/SKKB semuanya memiliki tabiat baik? Atau berkelakuan baik meski memiliki surat keterangan berkelakuaan baik? Belum tentu.

Bagi si pelamar, biasanya memang akan mengusahakan untuk memiliki surat ini. Dengan harapan jika ia memiliki surat keterangan tersebut maka ia akan lebih percaya diri sebagai orang baik sesuai singkatan surat tersebut. Selain itu banyak pelamar kerja yang selalu melampirkan SKCK dan Kartu Kuning sebagai syarat kelengkapan pendukung rasa percaya dirinya.
Tapi puluhan kali saya mewawancarai pelamar kerja, nyaris tak pernah saya perhatikan SKCK tersebut. Tidak pula saya tanyakan apakah dia memilikinya atau tidak. Bagi saya (mungkin juga beberapa orang/perusahaan lainnya) memiliki karyawan baru dengan pengalaman dan kesiapan kerja serta kemampuan yang sesuai kebutuhan kita adalah menemukan orang yang qualified. SKCK bukanlah jaminan untuk seseorang memiliki kelakuan yang baik. Karyawan baru yang “siap pakai” justru menjadi pilihan dalam kompetisi dunia usaha saat ini. [tri]
gambar diambil dari koran-jakarta.com

Monday, June 1, 2009

Menjadi Tenaga Marketing Itu Menyenangkan

Hingga saat ini sudah sekitar 11 tahun saya berkecimpung di bidang Penjualan dan Pemasaran. sebuah profesi minoritas yang hingga kini masih saja menjadi sebuah pekerjaan yang menyenangkan buat saya. Seperti kita tahu, Tenaga Penjualan (selanjutnya saya sebut Salesman) merupakan sebuah pekerjaan yang masuk dalam kategori Profesi. Seperti halnya Dokter, Guru, Pengacara, Artis, Wartawan pekerjaan saya ini masuk didalam jajaran Profesi.
Dalam hal jenis pekerjaan, profesi akan berbeda pengertian jika dibandingkan dengan pekerja pabrik, atau Kepala Dinas Instansi Pemerintah. Karena Salesman memiliki sebuah kode etik yang menjadi ciri khas sebuah profesi.

Salesman yang professional dituntut untuk selalu belajar, menambah wawasan, baik product knowledge untuk produk yang dijualnya sendiri maupun milik kompetitor. Seorang Salesman yang baik selalu bekerja dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Salesman yang terhormat selalu tulus dalam memberikan layanan terhadap kastemernya. Salesman yang baik dikenal bukan hanya karena produknya yang berkualitas ataupun murah, tapi juga dari performanya dalam memberi layanan terhadap kastemer. Banyak kastemer yang merasa puas dengan sebuah produk yang dipakainya bukan hanya karena merasa nyaman ketika memakai produk tersebut tapi karena ia tahu bahwa ia akan mendapatkan sebuah muara terpecahnya sebuah masalah purna jual produk yang ia pakai karena tahu bahwa Salesman yang menjadi counternya memberi layanan terbaik.

Hal inilah yang menjadi tantangan dalam menjalankan profesi Salesman.

[tulisan ini belum sempurna. ikuti artikel saya yang lain untuk tulisan seputar marketing dan salesman]

Monday, January 14, 2008

Penetrasi dalam dua pengertian

Penetrasi. Ya, kata ini sering bikin tegang. Kebanyakan orang memang mengartikan kata ini sebagai tegang. dr. Boyke Dian Nugraha SpOG, dr. Naek L Tobing dan beberapa Dokter Spesialis Obstetricus dan Ginaekolog sering membahas ini dalam seminar-seminar mengenai (maaf) seks. Ini sering dibahas karena merupakan persoalan penting buat negara.. hahaha.. Sebab penetrasi adalah langkah awal terjadinya sebuah negara... hahaha (lagi)... Namun banyak orang (laki-laki tentunya) mempunyai masalah dengan hal ini. Sehingga sering terjadi kemelut negara (baca: rumah tangga) karena disfungsi ini. Biasanya sang nara sumber dalam seminar menjawabnya dengan memberi ulasan bahwa untuk hal tersebut di butuhkan kondisi psikologi yang sehat, badan yang fit dsb.. (saya kurang begitu paham, alhamdulillah negara saya aman). Minum jamu, pijat refleksi, olah raga yang cukup, istirahat yang cukup sering menjadi solusi bagi
penderita disfungsi penetrasi ini... Begitulah versi dr. Boyke dkk.

.......................................................................................................................................
Lain lagi dengan penjelasan Prof. Hermawan Kertajaya, pemilik Konsultan Marketing Mark Plus ini sering juga berbicara di seminar-seminar membahas masalah Penetrasi ini. Karena masalah ini juga sering kali membuat tegang para pelakunya. Terutama Salesman dan Marketing. Sebab penetrasi atau pemerataan produk merupakan ujung tombak keberhasilan sebuah usaha distribusi. Pendeknya, penetrasi disini artinya pemerataan produk. Nah, panjangnya pemerataan produk yang dilakukan perusahaan distribusi ternyata tidaklah simpel seperti yang kita bayangkan. Ambil contoh seorang salesman mendapatkan target dari pimpinannya senilai seratus juta perbulan, misalnya. Bayangan orang awam bisa saja begini, "halah, yang penting di jual barang habis pulang bawa uang". Bukan..... Bukan semudah itu.
....................................................................................................................................... Dalam sistem distribusi ternyata ada rumus yang sangat detail dan rumit (jika belum familiar). Tidak hanya berupa value atau nilai penjualan saja yang diperhitungkan. Ada rumus lain. Seperti; NPL (New Product Launching), yaitu target khusus untuk produk yang baru saja di launching perusahaan tersebut. OA (Outlet Aktif), yaitu target khusus mengenai jumlah toko yang aktif melakukan pembelian minimal sekali dalam seminggu, atau sebulan tergantung frekwensi repeat kunjungannya. EC (Effective Call), yaitu jumlah kunjungan yang menghasilkan transaksi dalam sehari. Karena dari kunjungan 100 (misal) dalam sehari yang melakukan pembelian belum tentu semua. Jumlah yang membeli inilah yang di sebut Effective Call. Ada juga produk yang masuk kategori Fast Moving atau produk yang mudah laku. Slow Moving yang berarti sebaliknya. Ada juga target mengenai jumlah uang masuk termasuk tagihan atau Collection. Terutama bagi Distributor yang memberi kemudahan relasi dengan cara kredit. Terkadang -semisal- sisa kredit Toko Pak Salim masih 12 juta, tapi Pak Salim order barang lagi senilai 10 juta padahal Pak Salim hanya membayar titipan tagihan 4 juta. Ini berarti pencapaian target Collection atau tagihan mleset. Jadi kalau kita mendapatkan target penjualan kacang dengan berbagai bentuk, ukuran, kualitas dan harga, tidak bisa kita terus mengatakan begini, "halah, yang laku kan kacang atom 500an, udah aja jual yang 500an itu sebanyak-banyaknya, yang penting nyampe seratus juta"... Tidak bisa begitu... Begitulah, penetrasi menurut Mark Plus ternyata tidaklah mudah. Tak semudah pengertian menurut dr. Boyke. Setidaknya itulah yang saya dapat dari pengalaman kerja saya di distributor produk Kacang Atom kebanggan Kota saya. [tri]
image

Brand Development

Saya adalah blogger, penulis, citizen journalist sekaligus praktisi marketing. Konsultan pengembangan merek, penyusunan sistem franchise. Trainer marketing, sales dan online advertising

image

Web Development

Anda butuh website atau blog pribadi? Untuk pengembangan usaha, LSM, organisasi, sekolah, toko online atau perusahaan Anda? Silahkan hubungi saya 0812-2222-0750 atau kirim email ke mr.antowiyono@gmail.com