Thursday, July 24, 2014
Berita Pilpres: Jangan Mudah Dihasut Sebuah Situs di Internet
Wednesday, July 9, 2014
Saya Pernah Jadi Sekretaris Partai, Tim Sukses Caleg, Anggota KPPS dan Golput Sekaligus.
Sharing pengalaman.
Sewaktu masih tinggal di Pati, saya menjabat sebagai seorang Sekretaris PAC sebuah partai politik (sekarang sudah almarhum partainya). Selain itu, saya juga anggota tim suskes caleg partai lain, kebetulan calegnya bulik saya sendiri, meski kemudian kalah.
Pada saat Pemilu Legislatif 2009, saya ditunjuk sebagai anggota KPPS, karena kebetulan saya juga sekretaris RT tempat saya tinggal.
Tapi uniknya, karena tidak ada satupun calon anggota dewan baik untuk daerah maupun pusat yang menurut saya "sreg", sampai selesai waktu pemungutan suara, saya tetap golput alias tidak mencoblos satupun calon legislatif. Saya hanya masuk ke bilik suara untuk melipat ulang surat suara tanpa memilih satupun diantaranya.
Lalu apa motivasi saya atas semua itu?
Menjadi pengurus partai politik atas ajakan seorang saudara, dan saya juga ingin belajar berorganisasi. Saya kecewa dengan pengurus partai tersebut di daerah karena sejak saya dilantik hingga partai tersebut bubar, saya tidak pernah diajak komunikasi oleh pimpinan daerah level apapun, apalagi kampanye atau membahas saksi dsb.
Menjadi tim sukses caleg, selain karena saudara sendiri calegnya, saya juga lagi-lagi ingin belajar berpolitik praktis, Meski hasilnya kemudian tidak terpilih, tapi saya jadi tahu tentang serangan fajar,a money politic, amplop berduit dll.
Menjadi anggota KPPS juga karena saya adalah pengurus RT, jadi mau tidak mau harus dilibatkan. Meski motivasi utamanya adalah honor Rp. 100.000 yang kemudian saya terima. Selain itu, saya juga belajar jadi Event Organizer. Untunglah, jabatan rangkap saya tersebut tidak diketahui Panwaslu :)
Menjadi Golput adalah pilihan saya waktu itu. Dari mengurus partai dan menjadi tim sukses caleg memberi saya banyak pelajaran bahwa politik itu menurut saya "abu-abu". Antara hitam dan putih.
Demikian sharing dari saya. Alhamdulillah, saya banyak belajar.
Tuesday, July 8, 2014
Elektabilitas dan Popularitas Capres di Hari Terakhir Masa Tenang
Sentimeter ini tidak bisa dianggap
sepele. Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 82 juta orang dari 253.609.643
total jumlah penduduk. 80 persen dari pengguna internet di Indonesia dalam
rentang usia pemilih, sehingga angka statistik di sentimeter ini cukup perlu
diperhitungkan.
Sentimeter lain yang saya pakai pagi
ini adalah aplikasi dari MindTalk. MindTalk adalah jejaring sosial asli
Indonesia. Jejaring sosial berbasis interest ini besutan Danny Oey dan Obin
Marufi, founder antivirus Ansav. Obin membuat aplikasi bernama Sentigram. Anda
bisa membukanya di http://sentigram.mindtalk.com.
Data yang diproses di sentigram ini berasal dari Facebook, Twitter, Mindtalk,
Kaskus, Detik dan Kompasiana. Di Sentigram kita bisa melihat sentimen baik
positif maupun negatif atas calon presiden Indonesia.Friday, May 2, 2014
Kesamaan Antara Sukarno dan Jokowi
Gemini adalah lambang kecerdasan, memiliki banyak akal. Komunikasi dan bahasa sangat penting bagi mereka. Mereka memiliki kemampuan berkembang dan belajar yang tinggi. Umumnya para Gemini tidak stabil, reaksi terhadap situasi ditentukan oleh mood mereka. Bagi Gemini, keragaman adalah penyedap kehidupan. Mereka menikmati hasil yang mereka capai lewat kerja keras mereka sendiri.
Gemini tidak menyukai rutinitas. Pengetahuan, pikiran yang cepat dan kepandaian jelas terlihat pada zodiak ini. Mereka mudah berubah-ubah. Simbol ini memiliki pesona alami dan energi karisma yang menarik semua zodiak. Mereka memiliki banyak ide yang dapat membuat kita tertarik, namun mereka cenderung cepat bosan jika mereka berada di sekitar orang yang tidak dapat mengikuti jalan pikiran mereka, dan cepat berpindah ke suatu tempat dimana orang di sekitarnya dapat mengikuti jalan pikiran mereka. Mereka biasa menikmati hidup mereka dan jarang melihat kembali ke belakang.
Sukarno dan Jokowi memiliki shio yang sama, Shio Kerbau. Orang Gemini yang bershio Kerbau mempunyai karakter mulia hatinya dan suka menolong. Soekarno dan Jokowi memiliki kesaman yang begitu erat bila dilihat dari setiap tindakan mereka. Soekarno begitu merakyat, begitu juga Jokowi. Yang membedakan hanya cara berpidatonya, Soekarno berapi-api, Jokowi lemah lembut. Tetapi, bila kita berbicara ketegasan, keduanya mempunyai ketegasan yang sama. Tegas pada hal yang benar dan berpihak pada rakyat. Bisa jadi, Jokowi adalah titisan Soekarno yang sesuai dengan jaman kekinianya. Tak perlu banyak bicara yang penting adalah tindakan.
Monday, February 25, 2013
Aher Melupakan Warga PKS
Saturday, February 23, 2013
Pidato Lengkap Pengunduran Diri Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat
Pertama saya sampaikan terimakasih dan selamat datang khususnya rekan-rekan wartawan di kantor DPP Partai Demokrat. Hari ini saya akan menyampaikan sikap, pikran dan pandangan menyangkut stautus saya dan apa-apa yang akan saya lakukan ke depan.
Saturday, February 4, 2012
Akibat Dari Miskomunikasi SBY Dengan Kader-kadernya
Masalah pelik kini sedang mendera Partai Demokrat. Bukan karena partai itu tersandung masalah hukum, tetapi kader-kadernya kini sedang menghadapi berbagai persoalan penting yang seharusnya tidak terjadi yakni, korupsi. Hari ini, Jumat, 3 Februari 2012, Angelina Sondakh, Wakil Sekjen Partai Demokrat (kini mantan) ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait masalah korupsi di Proyek Wisma Atlet Sea Games 2011. Tentu saja ini sangat menampar partai itu, termasuk juga sang Ketua Dewan Pembina-nya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Karena SBY-lah motor penggerak Anti Korupsi.
Ketika SBY dengan gigih membersihkan negeri ini dari korupsi, justru orang-orang dekatnya melanggar serta mempermalukan dirinya. Belum lagi adanya kemungkinan sang Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum masuk dalam daftar tersangka kasus ini menyusul sang mantan Bendahara dan mantan Wasekjen-nya.
Memang, kasus ini bukanlah kasus hukum yang melibatkan Partai Demokrat sebagai institusi, tetapi walau bagaimanapun tetap esensinya Partai Demokrat ikut ternoda karenanya. Dugaan penggunaan uang suap sebagai dana pencalonan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum PD-pun mencuat dan mau tidak mau ini akan menjadi berita yang terkait dengan partai pemenang Pemilu 2009 itu.
Lalu, jika kemudian orang-orang dekat SBY sudah terperangkap dalam godaan korupsi seperti ini, kemanakah sosok SBY di mata mereka? Tidakkah mereka sungkan, segan dan takut dengan SBY sang motor penggerak Anti Korupsi? Tidak takutkah mereka dengan SBY? Masa bodohkah mereka dengan SBY?
Dengan adanya hal ini kemudian membuat saya berpikir, tidak adakah hubungan secara personal antara SBY dengan para fungsionaris Partai Demokrat itu? Hubungan personal yang membuat orang akan segan jika mengkhianatinya. Hubungan personal yang membuat orang akan menjaga hubungan dan nama baiknya. Hubungan personal yang membuat orang akan tunduk, patuh dan meneladaninya.
Seharusnya jika terjadi hubungan secara personal dan emosional antara SBY dengan orang-orang di sekitarnya, maka kasus korupsi yang mereka lakukan ini tidak akan terjadi. Karena hanya akan mencoreng nama baik mereka sendiri dan menghancurkan karir kelompok mereka, terutama sang nahkoda, SBY.
Jika SBY mampu membuat orang-orang dekatnya benar-benar dekat, korupsi ini tidak akan terjadi. Mungkin SBY terlalu yakin bahwa mereka para pengikutnya ini adalah orang loyal yang sudah bisa beliau percayai, dan tak kan pernah berkhianat. Sehingga lupa jika mereka akan dengan mudah berkhianat saat mereka untouched. Seharusnya SBY bisa keep them in touch, sehingga mereka akan segan, sungkan dan takut mendekati korupsi atau potensi terjadi korupsi.
Di sinilah terjadinya kesalahan seorang pemimpin. Seharusnya SBY mampu meyakinkan mereka bahwa jika terjadi pelanggaran, sekecil apapun, tetap akan terkuak dan hanya akan menghancurkan karir mereka serta karir kelompok (partai) mereka. Rupanya telah terjadi miskomunikasi antar SBY dengan para kader-kadernya.
Friday, August 5, 2011
Sri Mulyani Akan "Dijual"
Siapapun boleh mendirikan partai politik. Saya pun boleh. Asalkan saya bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah (KPU, MK dan Depkumham) saya juga bisa mendirikan partai. Tetapi partai politik dimanapun tetaplah menjadi fenomena. Selalu menimbulkan kontroversi (baca: masalah).Nah, kini muncul Partai SRI. Didirikan oleh beberapa pengamat dan surveyor serta analis politik. Ada Arbi Sanit (pengamat politik senior), Daminus Taufan (aktivis), Goenawan Mohammad (sastrawan), Rahman Tolleng (mantan anggota DPR), Fikri Jufri (Redaktur Senior Majalah Tempo), Dana Iswara Basri (mantan presenter RCTI), M Husni Thamrin (aktivis LSM), Budi Arie Setiadi (wartawan), Susi Rizky Wiyantini dan Sony Sutanto (keduanya aktivis Solidaritas Masyarakat untuk Keadilan atau SMI-K).
Thursday, May 5, 2011
Haduh!!! Anggota DPR kita ternyata gaptek
Lagi-lagi DPR RI dikerjai teknologi. Jika beberapa waktu yang lalu ada histeria seorang Arifinto yang asyik masyuk membuka video porno di Sidang Paripurna, kini ada lagi anggota DPR RI yang benar-benar gaptek, alias gagap teknologi. Gagap adalah ketika seseorang secara mendadak harus melakukan sesuatu atau menghadapi sesuatu namun terjadi kesalahan atau malpraktis ketika melakukannya. Ketika seseorang tidak siap menyambut datangnya teknologi tetapi dia harus menggunakannya, dan kemudian dia error maka dia disebut gagap teknologi. Dan ini terjadi pada anggota DPR yang Anggota DPR Komisi VIII yang sedang melakukan kunjungan ke Australia dan mengadakan audience dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia, di Melbourne beberapa waktu lalu menyebut alamat email komisi8@yahoo.com sebagai alamat email resmi Komisi VIII. Tentu saja hal ini membuat peserta audience dari kalangan pelajar PPIA terheran-heran dan sempat menertawakannya. Pasalnya alamat email yang disebut adalah email gratisan dari penyedia email yang berpusat di Amerika.
Semua orang bisa saja dengan mudah mendapatkan akun dari Yahoo! ini dalam lima menit. Gratis pula. Anda pasti juga memiliki akun dari Yahoo! ini. Saya juga..:)
Jika boleh berkomentar, sebenarnya saya sangat malu dengan hal ini.
Karena:
- Sebuah lembaga setingkat DPR menggunakan akun email gratisan dari mailserver seperti Yahoo!
- Akun komisi8@yahoo.com ini ternyata bogus alias palsu, alias bukan milik si orang yang mengklaimnya.
- Sikap gelagapan anggota DPR ketika diminta alamat emailnya.
- Pembenaran dilakukan oleh Sang Ketua atas insiden memalukan ini. Bahkan Sang Ketua itupun ternyata menggunakan akun email gratisan.
- Budaya penggunaan email yang belum ada di DPR secara menyeluruh.
Ditempat saya bekerja, seorang karyawan setingkat Supervisor setiap hari bekerja dengan dukungan sebuah akun email. Entah dari gratisan maupun berbayar, seorang Supervisor yang hanya membawahi karyawan lain dibawah lima orangpun harus memiliki akun email, karena komunikasi dari manajeman maupun dari klien dilakukan melalui email. Seorang tenaga administrasi disetiap kantor cabang juga berkomunikasi dengan atasan dan sesama karyawan menggunakan email. Memberikan laporan harian dengan email.
Seorang Unit Manager, yang memimpin satu sampai tiga Kabupaten atau membawahi beberapa karyawan lain bahkan sudah berhak mendapatkan akun email dari perusahaan. Komunikasi melalui email perusahaan dan tidak lagi menggunakan akun email gratisan. Meskipun email gratisan tetap dipakai sebagai backup atau cc kiriman email. Dan penggunaan email ini sudah menjadi sebuah keharusan. Saya bahkan terkadang dalam sehari lebih banyak mendapatkan email daripada mendapatkan sms.
Email bukan lagi gaya hidup, bukan lagi barang mewah, tetapi adalah sebuah kebutuhan. Ketika manajemen mengirimkan sebuah berita yang jumlahnya berlembar-lembar tentu tidak akan efektif jika mengandalkan jasa kurir atau pos. Tidak juga efisien. Semua akan lebih mudah dan lengkap dengan menggunakan email.
Lalu, jika anggota DPR saja tidak menggunakan email dalam berkomunikasi, berarti kita memiliki wakil rakyat yang kampungan alias norak. Hehehe…
Mau komentar melalui email? kirim saja ke triyanto[at]sampoernatelekom.com
Saturday, April 9, 2011
Pecat Arifinto dari keanggotaan DPR !!!
Bejat!! Itulah sepenggalan komentar atas perilaku Arifinto, seorang Anggota DPR dari Fraksi PKS yang menonton video porno saat berada di Sidang Paripurna DPR Jumat, 8 April 2011 kemarin. Kejadian ini tertangkap kamera seorang wartawan dari Media Indonesia. Setelah kejadian ini ramai merebak, Arifinto kemudian mengadakan jumpa pers sore harinya. Pada jumpa pers tersebut Arifinto mengaku hanya tanpa sengaja membuka link yang terdapat pada email yang dikirim seorang temannya. Bukan membuka folder yang ada di PC tabletnya. Arifinto juga mengaku jenuh saat mengikuti sidang tersebut.
Beragam komentarpun akhirnya bermunculan atas peristiwa ini. Arifinto yang berasal dari PKS dikecam habis-habisan, pasalnya partai tempat dia bernaung adalah partai yang (konon) religius. Dan juga tempat bernaung Menkominfo Tifatul Sembiring yang sesumbar akan memberantas masuknya situs porno ke Indonesia serta perang terhadap pornografi. Bukankah memberantas pornografi juga harus disertai dengan budaya moral yang menentang konten pornografi? Bukan hanya kontennya yang dicegah, tetapi juga moralnya yang harus diperbaiki. Justru jika moral sudah baik, sebanyak apapun konten pornografi masuk ke Indonesia, maka konten tersebut tidaklah laku. Bukan begitu?
Arifinto yang mengaku jenuh saat mengikuti sidang juga dianggap telah melecehkan amanat dari konstituennya. Bukankah jenuh itu sama dengan bosan? Hah, bosan? Bosan mengikuti sidang? Lalu apa yang dia inginkan? Jika bosan mengikuti sidang sama artinya dengan bosan menjadi wakil rakyat. Mundur sajalah. Letakkan saja jabatan/amanat ini. Masyarakat juga tidak akan mau mengamanatkan suaranya kepada orang yang sudah jenuh, sudah bosan. Ini akan menjadikan masyarakat menurunkan tingkat kepercayaannya kepada wakil rakyat.
Arifinto juga dianggap tokoh yang tidak baik dengan menyebut dirinya mendapatkan email dari teman yang ternyata memuat link berisi konten porno. Seorang yang terhormat dan bisa menjaga pergaulan tentu tidak akan berteman dengan orang yang suka mengirimkan konten porno. Masuknya link yang berisi konten porno pada email seseorang biasanya terjadi jika orang tersebut berteman dengan orang yang memiliki hobi yang sama yakni mengunduh atau menikmati konten porno. Atau juga email tersebut pernah dipakai mendaftarkan diri untuk mendapatkan akun di sebuah situs porno. Ini artinya si pemilik email adalah penghobi situs porno.
Lalu, jika seorang wakil rakyat menikmati konten porno saat bersidang, akankah dibiarkan saja? Kita membutuhkan sebuah shock terapi. Seharusnya tidak ada toleransi untuk Arifinto. Dia harus dipecat dari DPR. Badan Kehormatan DPR haruslah menggunakan kewenangannya untuk mengusut hal ini. Bukti sudah cukup, pengakuan Arifinto juga sudah lengkap. Hukum yang telah dia lecehkan haruslah bisa memberinya punishment. Hukum harus ditegakkan. Moral harus menjadi sesuatu yang tak bisa ditawar lagi. Kampanye anti pornografi yang dibuat oleh DPR dan dilecehkan oleh anggotanya sendiri harus mengena dan memberi pelajaran kepada siapa saja yang tidak mengindahkannya. So, pecat Arifinto dari DPR!!!
Sunday, April 12, 2009
Sudah Ikut SNTM di Facebook?
Saturday, March 28, 2009
Jangan Golput. Masih Ada Yang Lebih Baik
Inilah sebuah tulisan spontan saya di Yahoogroup Millist Wongpati. Sebuah tulisan spontan tanpa konsep dan dengan redaksional acak-acakan. Sebuah seruan moral yang ternyata banyak mendapatkan komentar._____________________________________________________________
Jangan Golput!! Entah halal atau haram. Golput bukanlah sebuah keputusan yang bijaksana untuk saat ini. Lihatlah, berapa puluh ribu Caleg berlomba-lomba menuju Kursi Parlemen. Tidak sedikit diantara mereka yang mempunyai latar belakang suram. Baik dari segi pendidikan maupun akhlaknya.
___________________________________________________________________
Inilah salah satu komentar yang saya kopi...
Emang untungnya golput apaan sih???? Menurutku si gak ada untungnya..
1. Klo alasannya aleg kerjanya cuma korupsi, ngomong atas nama rakyat padahal nyatanya cuma buat perutnya sendiri, apa semuanya gitu??? apa sampeyan sudah meneliti SEMUA caleg tentang latar belakangnya, tentang visi ke depannya. Klo belum, cuma maen pukul rata..yaaa sampeyan sama saja..ngomong atas nama rakyat padahal sebenernya APATIS, ndak peduli bangsa ini mo dibawa kemana.
2. Klo nantinya pemerintahan hasil pemilu amburadul, korupsi makin gila, pemiskinan makin banyak, sementara sampeyan golput..lha terus apa yang sampeyan bilang. Mungkin gini,"untung aku golput dulu..". Apa iya?? bukankah sampeyan tinggal di negara yang sama dengan yang ndak golput? bukankah sampeyan juga merasakan hal yang sama dengan yang ndak golput? jadi kenapa golput? Jawabannya mungkin saja karena sampeyan ndak punya KEBERANIAN untuk menentukan pilihan, TAKUT KECEWA atas keputusan sampeyan alias PENGECUT.
3. Klo sampeyan golput karena tidak menemukan partai yang sejalan dengan keinginan sampeyan..ahh masak iya dari 38partai ndak ada satupun yang sejalan..sampeyan mau partai agama ada, partai nasionalis ada, partai pekerja ada, partai pancasila ada..dst..lantas apa?? Jawaban yang mungkin adalah sampeyan MAU MENANG SENDIRI..yaa. .sampeyan tidak bisa duduk bermusyawarah, menjalankan hasil keputusan bersama karena yang sampeyan inginkan cuma menjalankan hasil pemikiran sendiri, merasa diri paling benar..
4. Kalau Anda ingin menghukum partai dengan golput..ahh apa untungnya?? toh kalau golput yang menang bukan Anda yang jadi presiden, bukan kursi kosong yang duduk di DPR?? kalau Anda ingin menghukum suatu partai, silahkan alihkan suara anda ke partai lain yang lebih baik, setidaknya yang anda rasa lebih baik. Kalau Anda rasa tidak ada yang lebih baik?? yaa..sepertinya Anda memang salah 1 dari 3point di atas..
Monday, February 9, 2009
Apa itu PROTAP?
Ada dua PROTAP yang dipertanyakan oleh berbagai kalangan menyusul meninggalnya Abdul Aziz Angkat, Ketua DPRD Sumut dalam demo yang berujung anarki di Gedung DPRD Sumut 3 Februari lalu.1. PROTAP yang merupakan singkatan dari Provinsi Tapanuli, sebuah nama provinsi baru hasil pemekaran yang menjadi wacana di Sumatera Utara.
2. PROTAP yang merupakan singkatan dari Prosedur Tetap, yakni prosedur yang menjadi acuan pihak kepolisian dalam melakukan pengamanan terhadap kegiatan demo dan pengamanan pejabat.
Kedua-duanya menjadi hal yang saat ini paling mendominasi berita nasional kita.
Wednesday, January 28, 2009
Saya Mau Jadi Golput, Pengurus Partai Sekaligus Anggota KPPS
Begitu santer berita mengenai fatwa MUI tentang golput. Banyak komentar miring dimana-mana, terutama di dunia Golblog (Golongan Bloggers).Sudah sejak lama saya menjadi Golput, baik sedang diadakan Pemilu maupun Pilkadal (Pilkades kemaren saya nggak Golput sebab Calon Kepala Desanya adalah kakak saya.
____________________________________________________________________
Namun, kemarin sore seorang pemuka Desa tempat saya tinggal mendatangi saya, beliau meminta saya untuk bersedia menjadi Anggota KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara), sebab jumlah TPS tempat saya tinggal di tambah dari 4 menjadi 8 TPS, tentu saja membutuhkan tambahan personil. Saya sempat berpikir, akankah saya Golput sebagai Angota KPPS? Atau saya akan masuk kedalam bilik suara dan membiarkan surat suara tak bertanda pilih?
_____________________________________________________________________________________
Tadi pagi sebelum berangkat kerja, kakak ipar saya yang juga seorang Perangkat Desa meminta saya untuk menghadiri undangan seorang Caleg dari sebuah partai yang sebenarnya saya tidak sukai. (Tak ada satupun partai politik yang saya sukai). Jika saya menjadi Tim Sukses Caleg, akankah saya menjadi Golput?
_____________________________________________________________________________________
Apapun yang terjadi, bagi saya fatwa tentang Golput adalah salah. Apapun alasannya. Orang sepandai atau sepintar apapun akan menentang (dalam hati) fatwa tersebut.
Mengenai hukum Islam yang menyatakan hukum haram, halal merupakan tugas dan tanggung jawab Ulama di negara yang bersangkutan, namun hal ini tentu memerlukan kajian ulang. MUI tidak begitu saja boleh mengeluarkan fatwa yang menyesatkan ini. Sebab akankah sebuah negara menjadi tidak menentu dan datang bencana jika rakyatnya tidak memilih seorang pemimpin (baca:penguasa)?
Maukah Anda memberi masukan kepada saya, antara tiga pilihan ini mana yang seharusnya saya lakukan?
Saturday, January 24, 2009
Ini Lho Website nya SBY yang Katanya Pro Rakyat
Beberapa waktu yang lalu saya sedang presentasi di sebuah SMU di Jepara. Tiba-tiba saya tak sengaja melihat sebuah majalah yang namanya belum pernah saya kenal. setelah saya ambil dan saya baca ternyata majalah tersebuat adalah majalah gratis yang dibagikan kepada masyarakat untuk bacaan.Tapi sebenarnya menurut saya majalah tersebuat buakanlah untuk bacaan, tapi lebih bersifat sebagai buaian, narsisan dan keterlenaan pada pembuatnya yang tak lain adalah Tim Sukses SBY.
Majalah tersebut bernama Sahara-9949. Hanya berisi tentang liputanmengenai beberapa kegiatan yang kesemuannya bertopik Program Pro Rakyat. Mulai Program KUR dari BRI, Program raskin, Program PNPM Mandiri, Turunnya Harga BBM dan lain sebagainya.
Dan ternyata majalah tersebut juga diterbitkan secara online alias ada di internet. Inilah situsnya. sahara-9949.info
Follow Me :)
Blog Archive
- February 2016 (1)
- March 2015 (1)
- January 2015 (4)
- November 2014 (1)
- September 2014 (7)
- August 2014 (1)
- July 2014 (3)
- June 2014 (3)
- May 2014 (2)
- January 2014 (2)
- March 2013 (2)
- February 2013 (6)
- September 2012 (4)
- August 2012 (4)
- February 2012 (1)
- January 2012 (1)
- October 2011 (1)
- August 2011 (2)
- July 2011 (1)
- June 2011 (4)
- May 2011 (2)
- April 2011 (1)
- March 2011 (1)
- February 2011 (1)
- January 2011 (1)
- December 2010 (1)
- November 2010 (3)
- October 2010 (3)
- August 2010 (2)
- July 2009 (1)
- June 2009 (4)
- April 2009 (2)
- March 2009 (4)
- February 2009 (3)
- January 2009 (6)
- December 2008 (4)
- September 2008 (3)
- July 2008 (1)
- May 2008 (1)
- March 2008 (1)
- February 2008 (2)
- January 2008 (17)
- December 2007 (6)
Labels
Total Review
Entri Populer
-
Empat tokoh daerah berasal dari berbagai latar belakang menerima penganugrahan Adikarya Wonosobo 2012 di Ballroom Kresna Hotel Wonoso...
-
Begitu santer berita mengenai fatwa MUI tentang golput. Banyak komentar miring dimana-mana, terutama di dunia Golblog (Golongan Bloggers). B...
-
Anda ngeblog? Sepi pengunjung? Hehehe… Saya juga. Blog saya sepi pengunjung karena saya sekarang sombong. Kok bisa? Beberapa bulan terakhi...
-
Setelah di lakukan ujicoba beberapa bulan dan sempat berhenti beroperasi selama sekitar 5 bulan, akhirnya Ceria Internet benar-benar resmi d...
-
Luar biasa. Itulah gambaran singkat pagelaran Sendratari Ramayana yang diperankan oleh anak-anak siswi tuna rungu LPATR Dena Upakara, Jum...
-
Sudah setahun ini kami, Sampoerna Telko (PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia) menjalankan sebuah program Data Servis Berlangganan atau ...
-
Beberapa hari yang lalu saya pulang ke kampung halaman saya di Karanganyar. Orang tua saya tinggal disebuah desa yang jaraknya cukup ...
-
Ada beberapa ciri khas orang Jawa (sebenarnya semua orang melakukannya) yang sangat kental. Kenapa hal ini saya sebut ciri khas orang Jawa, ...
-
Gerhana matahari total (GMT) akan terjadi di sebagian wilayah di Indonesia. Peristiwa Gerhana Matahari Total itu akan terjadi pada 9 Mar...
-
Sore itu Taman Plaza mendapatkan kesempatan berkunjung ke rumah S. Fatma, seorang instruktur senam yang lebih dikenal dengan nama Adin...






