Saturday, April 9, 2011

Pecat Arifinto dari keanggotaan DPR !!!

Bejat!! Itulah sepenggalan komentar atas perilaku Arifinto, seorang Anggota DPR dari Fraksi PKS yang menonton video porno saat berada di Sidang Paripurna DPR Jumat, 8 April 2011 kemarin. Kejadian ini tertangkap kamera seorang wartawan dari Media Indonesia. Setelah kejadian ini ramai merebak, Arifinto kemudian mengadakan jumpa pers sore harinya.

Pada jumpa pers tersebut Arifinto mengaku hanya tanpa sengaja membuka link yang terdapat pada email yang dikirim seorang temannya. Bukan membuka folder yang ada di PC tabletnya. Arifinto juga mengaku jenuh saat mengikuti sidang tersebut.

Beragam komentarpun akhirnya bermunculan atas peristiwa ini. Arifinto yang berasal dari PKS dikecam habis-habisan, pasalnya partai tempat dia bernaung adalah partai yang (konon) religius. Dan juga tempat bernaung Menkominfo Tifatul Sembiring yang sesumbar akan memberantas masuknya situs porno ke Indonesia serta perang terhadap pornografi. Bukankah memberantas pornografi juga harus disertai dengan budaya moral yang menentang konten pornografi? Bukan hanya kontennya yang dicegah, tetapi juga moralnya yang harus diperbaiki. Justru jika moral sudah baik, sebanyak apapun konten pornografi masuk ke Indonesia, maka konten tersebut tidaklah laku. Bukan begitu?

Arifinto yang mengaku jenuh saat mengikuti sidang juga dianggap telah melecehkan amanat dari konstituennya. Bukankah jenuh itu sama dengan bosan? Hah, bosan? Bosan mengikuti sidang? Lalu apa yang dia inginkan? Jika bosan mengikuti sidang sama artinya dengan bosan menjadi wakil rakyat. Mundur sajalah. Letakkan saja jabatan/amanat ini. Masyarakat juga tidak akan mau mengamanatkan suaranya kepada orang yang sudah jenuh, sudah bosan. Ini akan menjadikan masyarakat menurunkan tingkat kepercayaannya kepada wakil rakyat.

Arifinto juga dianggap tokoh yang tidak baik dengan menyebut dirinya mendapatkan email dari teman yang ternyata memuat link berisi konten porno. Seorang yang terhormat dan bisa menjaga pergaulan tentu tidak akan berteman dengan orang yang suka mengirimkan konten porno. Masuknya link yang berisi konten porno pada email seseorang biasanya terjadi jika orang tersebut berteman dengan orang yang memiliki hobi yang sama yakni mengunduh atau menikmati konten porno. Atau juga email tersebut pernah dipakai mendaftarkan diri untuk mendapatkan akun di sebuah situs porno. Ini artinya si pemilik email adalah penghobi situs porno.

Lalu, jika seorang wakil rakyat menikmati konten porno saat bersidang, akankah dibiarkan saja? Kita membutuhkan sebuah shock terapi. Seharusnya tidak ada toleransi untuk Arifinto. Dia harus dipecat dari DPR. Badan Kehormatan DPR haruslah menggunakan kewenangannya untuk mengusut hal ini. Bukti sudah cukup, pengakuan Arifinto juga sudah lengkap. Hukum yang telah dia lecehkan haruslah bisa memberinya punishment. Hukum harus ditegakkan. Moral harus menjadi sesuatu yang tak bisa ditawar lagi. Kampanye anti pornografi yang dibuat oleh DPR dan dilecehkan oleh anggotanya sendiri harus mengena dan memberi pelajaran kepada siapa saja yang tidak mengindahkannya. So, pecat Arifinto dari DPR!!!


Tuesday, March 1, 2011

Mari Mengenali Ciri-ciri Penipuan

Baru saja saya mendapatkan sebuah pesan singkat di ponsel yang berisi sebuah server pulsa mencari Agen Pulsa Murah, bernama Central Cell. Ini bukan yang pertama kalinya, pada saat yang sama tadi ponsel yang satunya juga mendapatkan pesan singkat sama tetapi dari sender yang berbeda. Awalnya saya marah bukan karena (ternyata) ini penipuan, tetapi karena sms tersebut masuk pada malam hari di saat orang-orang sedang beristirahat, dan ini sangat mengganggu.

Setelah saya googling ternyata ini penipuan. Di Kaskus, di blog dan di beberapa situs lain menyatakan banyak sekali korban yang tertipu oleh modus SMS seperti ini.


Saya jadi teringat ketika suatu hari, saat saya masih membuka konter pulsa, saya “membantu” seorang tetangga untuk menjadi korban penipuan berkedok undian dari Telkomsel. Ceritanya begini;

Tetangga saya bernama Mbah Mad datang ke konter saya, mengatakan bahwa baru saja dia ditelpon seseorang yang mengaku dari Telkomsel mengatakan bahwa nomer ponsel Mbah Mad memenangkan undian dan berhak atas sebuah mobil Avanza dari Telkomsel. Mbah Mad yang orang kampung itu pun tergiur dan bercerita sambil tergopoh-gopoh. Saya tertawa dalam hati, karena sudah pasti ini adalah penipuan. Kemudian Mbah Mad mengatakan bahwa dia harus segera menghubungi kembali si penelepon itu untuk mengkonfirmasi proses pengiriman hadiah.

Saya jelaskan kepada Mbah Mad bahwa ini adalah penipuan. Mbah Mad bilang, “ Ah, jangan buru-buru bilang gitu, Tri. Kalau lewat sms saya ga’ percaya. Ini wong saya ditelpon, kok.” Kemudian Mbah Mad memaksa saya untuk mengisi pulsanya yang sedang kosong serta meminta tolong saya untuk menghubungi si penelpon itu guna mendapatkan konfirmasi lebih lanjut. Saya bilang, “Mbah, kalau buat ngisi pulsa, saya siap. Tapi jenengan sendiri saja yang menghubungi orang itu. Karena saya yakin ini tidak akan berhasil. Ini penipuan, Mbah. Jenengan saja yang nelpon…”

Mbah Mad masih ngeyel. “Wes lah. Kamu yang nelpon, kalau nanti kok memang ini penipuan ya kita putus saja. Yang penting kita ga’ rugi. Kalau Cuma pulsa sepuluh ribu ga’ papa wes…”

Okelah, saya nurut saja apa kata Mbah Mad.

Kemudian saya telpon orang tersebut. Saya pura-pura bego, dengan menggunakan bahasa khas orang kampung yang separo jawa separo Bahasa Indonesia…:)

Kemudian orang itu mengatakan bahwa Mbah Mad berhak atas satu unit Toyota Avanza, dan saat ini mobil Avanza hadiah tersebut sedang dikirim menggunakan pesawat Hercules untuk diturunkan di Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Tetapi karena alasan masa aktif kartu simPATI Mbah Mad akan segera habis, si penelpon tersebut meminta kami untuk memasukkan 14 digit angka yang ada pada voucher isi ulang simPATI sebanyak tiga lembar. Tentu saja kami meminta waktu untuk membeli terlebih dahulu. Kemudian saya putus telpon pura-pura meminta waktu untuk membeli pulsa, tapi si pelepon tersebut sempat memberitahu bahwa kami tidak punya banyak waktu, jadi harus segera menghubungi kembali.

Sembari menulis 14 digit asal sebanyak tiga kali, saya jelaskan kepada Mbah Mad bahwa ini sudah kelihatan penipuannya, maka kita tipu lagi dengan nomor voucher palsu. Lalu, saya coba telpon lagi. Setelah tersambung, orang yang mengaku H. Syarifudin itu meminta saya menyebutkan 14 angka nomor voucher tersebut satu persatu. Tetapi rupanya orang tersebut langsung sadar bahwa 14 digit yang saya kirim tersebut palsu, kemudian Mbah Mad lambat laun paham bahwa orang tersebut hanya menginginkan kiriman pulsa dari kita tanpa kejelasan hadiah yang sesungguhnya. Sebelum menutup telepon, saya sempat mengucap beberapa umpatan pada orang tersebut.

Kemudian setelah sadar akan adanya percobaan penipuan, Mbah Mad saya beri beberapa hal yang menjadi indikasinya.

  • Tidak ada program promo di Telkomsel saat itu yang berhadiah Toyota Avanza.
  • Tidak ada pesawat Hercules milik TNI yang digunakan oleh pihak lain selain TNI. Apalagi oleh Telkomsel untuk mengangkut mobil hadiah undian.
  • Sepertinya sangat jarang (atau bahkan tidak ada dalam SOP) seorang pegawai Telkomsel berkali-kali menyebut “Alhamdulillah.. Insya Allah.. Subhanallah..” kepada pelanggannya. Customer Service Telkomsel selalu menggunakan bahasa yang universal.
  • Tidak ada pegawai, pejabat, karyawan atau orang dari Telkomsel yang menyertakan title Haji saat berhadapan atau menghubungi pelangganya. Seperti si H. Syarifudin ini.
  • Tidak ada klaim hadiah yang meminta sesuatu dari si pemenang selain Pajak Undian yang sudah ditetapkan dan dipublikasikan. Apalagi voucher pulsa.
  • Tidak ada kantor Call Centre Telkomsel yang memelihara ayam kampung. Seperti saat si H. Syarifudin saya telpon, berkali-kali saya mendengar suara ayam berkokok disana…=))

Nah, jadi begitu, Mbah Mad. Ini penipuan…. Hati-hati ya, Mbah…:)



Tuesday, February 15, 2011

Ceria Internet Berlangganan Tanpa Bayar Modem


Sudah setahun ini kami, Sampoerna Telko (PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia) menjalankan sebuah program Data Servis Berlangganan atau kami sebut DSB. Sebuah layanan data (internet) dengan jaringan wireless yang menggunakan sistem berlangganan bulanan. Pada dasarnya layanan ini berbasis prabayar (prepaid) tetapi kami menerapkan sistem berlangganan bulanan, sehingga jumlah harga langganannya sudah ditetapkan fix. Yakni Rp. 110.000.


Layanan ini terbilang unik. Berbeda dengan layanan data yang diterapkan oleh perusahaan seluler lainnya. Berikut saya jabarkan beberapa keunikan dari layanan ini, yang kemudian keunikan-keunikan ini menjadikan pelanggan kami merasa sangat dimanjakan.

Layanan kami (Ceria Internet Wireless) menggunakan kanal 450MHz. Sebuah kanal yang hanya kamilah yang menggunakan di Indonesia. Kanal ini dulunya dipakai oleh tentara yang biasanya digunakan di hutan-hutan untuk jaringan komunikasi tanpa kabel pada saat peperangan dan komunikasi antar markas tentara. Ini unik, karena sifat kerja kanal ini berbeda dengan kanal yang dipakai oleh seluler lain di Indonesia (GSM 800/1900, CDMA 900/1800). Kanal Ceria yang berada di 450MHz, atau lebih rendah dari seluler lain membuat cakupan jaringan (coverage area) menjadi lebih luas. Bahkan kami mengklaim cakupan jaringan kami bisa tiga kali lipat dari cakupan BTS GSM/CDMA lainnya. Artinya jika sebuah BTS GSM/CDMA lain hanya mencakup sebuah kecamatan, BTS kami bisa mengcover tiga kecamatan sekaligus. Ini menjadikan kami lebih hemat BTS beserta perawatannya. Selain itu kami mampu beroperasi lebih luas hingga ke pelosok.

Kami memastikan bahwa Ceria Internet bisa dipakai di rumah pelanggan. Karena sebelum pelanggan memastikan untuk menggunakan layanan ini, kami dari Tim Sales akan terlebih dahulu mengadakan trial di rumah pelanggan. Trial ini meliputi sinyal, tracing, kesehatan komputer pelanggan, kompatibilitas komputer dan beberapa hal lainnya. Semua tim kami di lapangan dibekali dengan beberapa software pendukung aplikasi internet di desktop seperti; Flashplayer, Browser, Antivirus, PC Maintenance sampai Porn Blocker jika dibutuhkan. Hal ini adalah untuk memastikan bahwa komputer pelanggan akan dalam kondisi ready untuk digunakan berseluncur di dunia maya.

Untuk bisa menikmatri layanan ini pelanggan cukup membayar biaya bulanan dan membayar biaya administrasinya saja. Modemnya? Tidak usah dibeli.. J Modem yang kami keluarkan saat ini hanyalah dipinjamkan kepada pelanggan. Pelanggan tidak perlu dan bahkan tidak boleh membeli modem yang ada di layanan DSB ini. Modem ini tetap milik kami dan dipinjamkan kepada pelanggan selama pelanggan berlangganan internet Ceria dan membayar tagihan secara rutin setiap bulannya. 

Pelanggan kami cukup dimanjakan dengan adanya maintenance bulanan secara rutin. Seorang pegawai kami dari Tim Sales Support setiap bulan akan datang ke rumah pelanggan guna mengecek modem, komputer serta jaringan untuk memastikan bahwa koneksi internet di rumah pelanggan dalam kondisi baik. Tim Sales Support juga akan siap mengupdate beberapa hal jika diperlukan. Dan dalam kondisi insidentil, Tim Sales Support juga siap datang jika dipanggil untuk mengadakan perbaikan.

Kami berupaya menyediakan layanan dengan SLA (Service Level Agreement) level 1 atau 1 x 24 jam kami akan mengeksekusi setiap permintaan instalasi atau keluhan pelanggan. Karena di setiap kota atau kota kabupaten kami menyediakan sebuah unit minimal basecamp guna mengcover hal tersebut. Hal ini sangat penting bagi kami meupun pelanggan. Dengan SLA level 1 ini diharapkan pelanggan akan terbantu jika sewaktu-waktu membutuhkan handling pada saat terjadi trouble atau permintaan instalasi.

Apa yang Anda inginkan dari sebuah layanan internet? Biayanya? Kecepatannya? Kuota akses datanya? Jaringannya? Layanan purnajualnya? Biaya berlangganan kami saat ini adalah Rp. 110.000,- (110K) merupakan hasil dari perumusan beberapa hal terkait dengan layanan internet beserta layanan dukungan lain. Mungkin Anda pernah mengetahui sebuah layanan internet dari operator seluler dengan tarif 25K sebulan, 45K, 99K atau 75K sebulan. Ada juga yang 125K sebulan. Kata “sebulan” terkadang mampu menjebak calon pelanggan untuk tergiur menggunakan. Padahal jika kita teliti lebih jauh, “sebulan” yang dimaksud adalah masa aktif. Sedangkan pelanggan membutuhkan internet bukan hanya sekedar masa aktif. Beberapa tarif internet yang saya sebut diatas tadi semuanya dengan masa aktif “sebulan”, tetapi mereka menerapkan batas atau kuota akses data. Rata-rata hanya 500 MB atau setengah gigabyte. Cukupkah Anda berinternet hanya setengah gigabyte perbulan?

Ada juga yang menyediakan tarif 75K sebulan. Kuota datanya memang tidak dibatasi, tetapi durasinya yang dibatasi yakni hanya 15 jam. Artinya dengan 75 ribu rupiah, pelanggan memiliki masa aktif internetan selama sebulan tetapi hanya boleh berinternet selama 15 jam alias setengah jam perhari. Cukupkah Anda berinternet setengah jam dalam sehari? Apa yang Anda lakukan jika hanya boleh berinternet setengah jam dalam sehari? Buka email kemudian buru-buru menutupnya kembali? Update status di Facebook tanpa sempat komentar? Atau jika Anda terlena di depan komputer kemudian berjam-jam keasyikan bermain di internet tanpa ingat waktu? Masih untung jika ada reminder yang menegur Anda saat kuota waktu berinternet Anda menipis. Jika tidak? Anda akan menyepakati sebuah layanan internet 75K sebulan tetapi Anda harus membayar ratusan ribu rupiah karena tidak ada reminder atau karena kebutuhan Anda sebetulnya lebih dari 15 jam. Bukankah hal ini banyak terjadi? Rugi, bukan? Terjebak iklan. Bukan?

Ada lagi contoh kasus. Seseorang datang ke sebuah toko komputer di kota mencari modem. Pelayan toko menganjurkan sebuah merek kemudian mencobanya di komputer toko tersebut. Cukup kencang memang. Harga bulanannya pun cukup menggiurkan, hanya 50K sebulan. Demi melihat merek dan kecepatannya, tanpa pikir panjang pelangganpun membeli. Harga modemnya Rp. 550.000 sedangkan kartunya Rp. 50.000, bisa internetan selama sebulan. Kemudian pelanggan tersebut pulang setelah sampai rumah dia colokkan modem tersebut di desktopnya. Lalu apa yang terjadi? Pelanggan lupa menanyakan cara menginstalnya. Buku petunjuk yang ada hanya menggunakan bahasa inggris serta kombinasi huruf china. Dia cukup kesulitan. 

Setelah dicoba berkali-kali akhirnya berhasil. Lega. Lalu dicobanya membuka Youtube. Loadingnya lama. Setelah terbuka muncul di halaman Youtube bahwa komputer tersebut membutuhkan plugin semacam flashplayer untuk dapat memutar gambar bergerak serta video online. Padahal dia sangat ingin melihat tayangan-tayangan bola di internet. Gagal deh…L. Lalu diapun pasrah. Dibukalah Facebook. Tapi kenapa tak secepat saat dia coba di toko komputer tadi? Kenapa loadingnya lama sekali? L…. Sepertinya dia hanya mendapatkan sinyal GPRS di rumahnya. Sementara toko komputer di kota tadi tercover sinyal EDGE dan 3G sehingga layanan internetnya cukup cepat. Mimpi berinternet dengan kecepatan tinggi musnah. Padahal dia percaya pada merek operator yang megeluarkan layanan tersebut dan sudah membayar banyak untuk hal ini.
Jadi kami mempersembahkan layanan DSB saat ini dengan beberapa pendukung yang sangat dibutuhkan oleh pelanggan. 

  1. Harga kompetitif
  2. Modem dipinjamkan
  3. Kuota waktu 30 hari tanpa batasan kuota akses data
  4. Layanan servis 1 x 24 jam dengan basecamp ada di setiap kota
  5. Jaringan sinyal lebih luas
  6. Kecepatan diatas rata-rata akses internet wireless GPRS
Tunggu apa lagi?

Monday, January 24, 2011

Pengangguran Tanggungjawab Siapa?


Suatu ketika saya melihat sebuah tayangan di televisi, dalam sebuah wawancara di studio televisi tersebut nara sumbernya adalah seorang pengangguran dan seorang Dirjen di Depnakertrans. Ketika seorang penganggur tersebut di beri kesempatan bicara, dia mengatakan bahwa pengangguran di Indonesia ini adalah tanggungjawab pemerintah dan dunia usaha. Seolah olah dia menganggur karena menjadi korban sempitnya lapangan kerja akibat rumitnya permasalahan investasi di Indonesia.


Dengan cukup percaya diri dia mengatakan bahwa regulasi, perpajakan, perijinan dan tata kelola ketenagakerjaan di Indonesia cukup complicated sehingga lulusan-lulusan di Indonesia termasuk para sarjana menjadi pengangguran yang hingga saat ini memang menjadi permasalahan pemerintah.

Geram sekali saya mendengar statemen dia saat itu. Ingin rasanya meneriakinya dan memaki-makinya. Seenaknya saja dia mengatakan ini (pengangguran) merupakan mutlak tanggungjawab pemerintah dan dunia usaha. Memang, permasalahan di Indonesia yang terkait ketenagakerjaan cukup rumit sehingga investor dari luar negeri kerap kali hengkang dari Indonesia dan calon investor baru enggan menanamkan modal dan mendirikan bisnisnya di Indonesia. Tapi hal ini juga kerap kali diakibatkan oleh ulah si penganggur itu sendiri.

Banyak lulusan dari universitas atau lulusan sekolah menengah yang gengsi, memilih-milih pekerjaan mencari yang cocok dan sesuai dengan disiplin ilmu yang ia tekuni ketika di meja belajar. Ketika pertama kali ia ditawari sebuah peluang kerja, yang ia tanyakan biasanya gajinya berapa. Jarang sekali yang menanyakan persyaratan dan job deskripsinya. Seharusnya mereka yang menganggur ini mengutamakan bagaimana caranya masuk dunia kerja terlebih dahulu. Untuk urusan gajinya berapa, kemudian jenjang karirnya bagaimana, itu bisa dipikir kemudian. Jika memang jobdis-nya tidaklah terlalu sulit untuk ia kerjakan, terima saja dulu. Yang penting masuk dunia kerja. Memiliki pengalaman kerja, memiliki pengalaman bekerjasama dengan orang lain minimal dalam tim kerja, relasi atau partnernya. Di sini ia akan bisa belajar bagaimana berinteraksi dengan orang dalam lingkup kerja, bagaimana menjadi karyawan, bagaimana seharusnya menghadapi pekerjaa, majikan, pimpinan atau bos-nya.

Selain itu dengan masuk dunia kerja kita bisa memiliki relasi dan kenalan yang lebih banyak. Dari sinilah biasanya kita mengenal banyak orang dan bisa saling tukar informasi, termasuk informasi peluang kerja di tempat lain atau di perusahaan yang sama namun berbeda departemen dengan jobdis yang sekiranya ia sukai. Ini penting, dan prinsip seperti ini kerap kali dilupakan oleh pencari kerja hingga akhirnya banyak pengangguran dimana-mana.

Jadi bagi para penganggur dan pencari kerja, terima saja dulu tawaran kerja apa yang pernah Anda terima. Nikmati saja dulu yang ada, siapa tahu justru Anda menjadi betah dan mencintai pekerjaan Anda hingga Anda memiliki pengalaman yang cukup dan tertantang untuk berwiraswasta dalam bidang tersebut. Meskipun awalnya Anda tidak sesuai dengan jobdisnya karena disiplin ilmu yang Anda tekuni di sekolah tidaklah sesuai.

Lihatlah, banyak sekali sarjana pertanian yang justru menjadi manajer di perusahaan telekomunikasi. Seorang insinyur komputer menjadi pengusaha di bidang kuliner. Ini kebanyakan karena mereka awalnya nerimo dengan apa yang ada dihadapannya hingga ia mahir menguasai bidang pekerjaannya. [tri]
[]gambar diambil dari surabaya.detik.com

Thursday, December 9, 2010

Belajar Bahasa Inggris Ternyata Bermanfaat


Minggu lalu adalah minggu terakhir saya di Wonosobo sebelum saya dipindahkan ke Cilacap oleh manajemen. Pada hari terakhir tersebut saya mendapatkan sebuah hal unik, menarik, lucu dan menggelikan.

Ceritanya begini; kunci sepeda motor saya hilang suatu hari oleh anak ibu kos, lalu sayapun mencari tukang kunci untuk membuatkan kunci pengganti. Saat itu sudah sore ketika saya menemukan seorang tukang kunci (kunci duplikat, stempel dan plat nomer) sedang berkemas untuk menutup lapaknya. Lalu melihat saya datang untuk memberinya job, dengan semangat iapun melayani saya sambil penuh harap harinya ditutup oleh sebuah kerjaan dari pelanggan.


Saat sedang mengerjakan pembuatan kunci tersebut datanglah sepasang turis bule ke lapak tukang kunci tersebut. Saya di sebelah lapak saat itu. Kemudian dengan menggunakan bahasa inggris, bule tersebut mengatakan kalau ia ingin membeli plat nomor yang ada di lapak tersebut. Dua orang yang berada di lapak tersebut sepertinya kesulitan menangkap pembicaraan bule berbahasa inggris itu dan menjawabnya dengan bahasa jawa yang dicampur bahasa indonesia sekenanya. Kemudian tukang kunci itupun menyuruh saya untuk membantu pembicaraan. Sayapun dengan bahasa inggris ala Om Tukul mencoba berkomunikasi dan kemudian saya tahu bule tersebut ingin membeli plat nomer. Lalu saya suruh dia menuliskan angka dan seri plat yang dia inginkan (Contoh: AA 5654 AF) tapi ternyata bule itu tidak ingin membuat plat baru melainkan membeli beberapa plat nomer sampel yang dipajang di lapak tersebut. Setelah memilih, akhirnya bule tersebut membeli empat buah plat nomer dari pajangan lapak itu.

Tukang kunci itu bilang ke saya bahwa harga plat nomer itu masing-masing Rp. 5000. Sayapun bilang ke Om Bule itu sekenanya "five thousand for one". So setelah itu dengan susah payah bule tersebut merogoh kantongnya dan mengumpulkan beberapa uang lembaran ribuan dan menyerahkannya ke tukang kunci. Setelah dihitung oleh teman si tukang kunci itu ternyata uangnya kelebihan seribu rupiah kemudian dikembalikan ke bule lagi lebihnya. Tapi bule itu malah memberikannya kepada bapak itu, tentunya dengan bahasa inggris.

Setelah itu bule itupun pamit dengan sangat ramah meski kami tidak semua tahu apa yang dia katakan selain senyum dan kata "thank you". Tapi sebelumnya saya sempatkan untuk mengabadikannya dengan kamera di ponsel saya beberapa kali.

Setelah itu beberapa orang yang melihat bule beli plat nomer itupun saling bergurau dan bergabung dengan kami membicarakan apa yang baru saja terjadi. Tentang bahasa inggris, tentang kolektor plat nomer luar negeri, tentang rejeki di sore hari dan lain lain...

Yang pasti inilah yang bisa kami petik;
1. Rejeki bisa datang kapan saja asal kita mau berusaha. Saat sedang injury time hendak menutup lapak ternyata ada pelanggan ingin membuat kunci. Ini job at last minute.
2. Kesabaran juga mendatangkan rejeki yang lebih banyak. Bayangkan jika tukang kunci tersebut tutup lebih awal, mungkin dia nggak akan ketemu bule yang membeli plat nomor palsu pajangan sampel.
3. Kejujuran si bapak yang tadi mengatakan bahwa uangnya Om Bule itu kelebihan seribu akhirnya juga kecipratan rejeki, uang seribu itu untuk dia yang sudah berkenan jujur.
4. Belajar bahasa inggris juga bisa berguna di saat-saat seperti itu. Memediasi tukang kunci dan bule dengan terjemahan sekenanya juga akhirnya mendatangkan rejeki bagi orang lain.
5. Dari hal itupun saya mendapatkan manfaat, buktinya saya mendapat potongan harga bikin kunci duplikat. Saya hanya membayar Rp. 10.000 dari yang seharusnya Rp. 15.000.

Hehehe...:D

Tuesday, November 16, 2010

Perlukah SKCK pada berkas lamaran kerja?

Pernah suatu hari ada seseorang menelpon saya menanyakan perihal iklan lowongan kerja yang saya pasang di sebuah situs iklan terkemuka. Dia menanyakan berbagai hal mengenai persyaratan dan gaji yang disediakan perusahaan. Namun saya memilih untuk tidak terjebak pembicaraan terlalu jauh karena bagi saya akan lebih baik pembicaraan dilakukan di kantor saat wawancara.

Lalu saya tutup pembicaraan yang sebenarnya baru saja dimulai tersebut dengan meminta orang itu untuk mengajukan saja berkas lamaran kerja untuk selanjutnya kami seleksi. Namun orang itu menjawab, “aduh maaf, Pak. Saya belum melengkapi persyaratannya, termasuk SKCK..”

Hallooow.. Hari gini masih sibuk mikir SKCK? Gumam saya dalam hati. Tapi saya coba akomodir kegelian dalam hati saya tersebut dengan mengatakan bahwa SKCK bisa menyusul, ajukan saja dulu Curriculum Vitae atau Riwayat Hidup beserta kelengkapan lainnya seperti biasa.

Lalu saya berpikir, seberapa pentingnya SKCK tersebut bagi perusahaan dan bagi si pelamar? SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), atau dulu disebut SKKB (Surat Keterangan Berkelakuan Baik) adalah sebuah surat yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Kepolisian Resort (Polres) yang menyatakan bahwa si pemohon adalah orang yang tidak terdapat dalam catatan tindak kejahatan di kepolisian, baik sebagai pelaku tindakan kriminal atau pernah terlibat tindak kriminal. Dari ledger atau buku besar kepolisian tersebut diperoleh keterangan bahwa si pemohon terbebas dari daftar pelaku tindak kejahatan dan akhirnya dikeluarkanlah surat keterangan yang kini disebut SKCK.

Memang ada perusahaan yang mewajibkan semua pelamar atau karyawannya memiliki SKCK. Yaitu sebagai referensi bahwa pelamar atau karyawan tersebut terbebas dari riwayat kriminal dan perusahaan tentunya merasa aman jika bisa memastikan bahwa semua karyawannya terbebas atau belum pernah tersangkut perkara kriminal. Perusahaan ini biasanya bergerak di bidang keuangan seperti perbankan, perusahaan penyedia layanan keuangan atau finance, distributor atau perusahaan yang memiliki aset-aset yang rentan untuk diselewengkan oleh karyawannya. Tapi apakah menjamin bahwa pemegang SKCK/SKKB semuanya memiliki tabiat baik? Atau berkelakuan baik meski memiliki surat keterangan berkelakuaan baik? Belum tentu.

Bagi si pelamar, biasanya memang akan mengusahakan untuk memiliki surat ini. Dengan harapan jika ia memiliki surat keterangan tersebut maka ia akan lebih percaya diri sebagai orang baik sesuai singkatan surat tersebut. Selain itu banyak pelamar kerja yang selalu melampirkan SKCK dan Kartu Kuning sebagai syarat kelengkapan pendukung rasa percaya dirinya.
Tapi puluhan kali saya mewawancarai pelamar kerja, nyaris tak pernah saya perhatikan SKCK tersebut. Tidak pula saya tanyakan apakah dia memilikinya atau tidak. Bagi saya (mungkin juga beberapa orang/perusahaan lainnya) memiliki karyawan baru dengan pengalaman dan kesiapan kerja serta kemampuan yang sesuai kebutuhan kita adalah menemukan orang yang qualified. SKCK bukanlah jaminan untuk seseorang memiliki kelakuan yang baik. Karyawan baru yang “siap pakai” justru menjadi pilihan dalam kompetisi dunia usaha saat ini. [tri]
gambar diambil dari koran-jakarta.com

Wednesday, November 10, 2010

Menyumbang relawan dengan TELKOMSELPoin

Suatu ketika saya di undang seorang teman fesbuk untuk ikut bergabung dalam sebuah grup peduli korban Merapi. Namanya MERAPI CARE. Gabungan anak-anak mahasiswa Plantagama UGM Jogjakarta. Saya tidak kenal pentolannya, apalagi personelnya satu-persatu. Saya hanya kenal seseorang bernama Indah yang pertama kali mengundang saya bergabung. Indah ini teman satu corp dengan saya di Sampoerna Telekom. Tapi dia di Jakarta, saya di Jawa Tengah. Indah adalah alumni UGM sehingga bergabung dan ikut memprakarsai grup MERAPI CARE ini. Saya melihat aktifitas mereka melalui dunia maya saling berkoordinasi, saling share lokasi, keadaan, kondisi jalan, kondisi pengungsi, jumlah bantuan yang diperlukan, jenisnya, apa yang kurang, apa yang berlebihan dan sebagainya. Semua diposting dari lokasinya masing-masing. Saya bingung karena ingin membantu tenaga tapi saya harus bekerja, ingin membantu materi tapi jujur saya belum bisa.

Suatu hari iseng-iseng saya cek poin di kartu simpati saya dan saya melihat ada delapan ribu sekian poin. Kemudian saya buka situs web Telkomsel dan mencari tahu bagaimana cara menukarnya. Setelah tahu keywords dan ketentuannya, saya kirimkan beberapa poin saya dengan saya tukar gratis bicara ke teman-teman saya sesama pengguna Telkomsel. Mereka senang. Lalu saya kemudian berpikir, alangkah bergunanya jika poin ini saya tukar dengan pulsa atau gratis bicara lalu saya transfer ke teman-teman relawan merapi.

Akhirnya saya kontak Indah melalui fesbuk dan kemudian berlanjut ke sms dan telepon untuk meminta nomor teman-teman relawan MERAPI CARE. Sesaat kemudian saya mengantongi banyak sekali nomor. Lalu saya transfer poin itu menjadi gratis bicara dan gratis sms ke nomor teman-teman relawan tadi. Mereka senang dan sayapun senang bisa membantu mereka dalam berkoordinasi sesama tim di lokasi bencana. Karena saya berpikir mereka pasti membutuhkan pulsa, selain makan dan bensin untuk wira-wiri kesana kemari. Alhamdulillah setiap kali saya mengisi pulsa dan menggunakannya, saya mendapatkan poin tambahan lagi, begitu seterusnya hingga saya bisa mentransfernya berkali-kali.


Nah, TELKOMSELPoin ini dimiliki oleh setiap pengguna kartu TELKOMSEL (simPATI dan KartuAs).
Berikut ini keywords setiap penggunaan TELKOMSELPoin. Semua sms di kirim ke 777
Ketik POIN : untuk mengecek jumlah poin.
Ketik HANGUS : untuk mengecek poin yang akan segera kadaluarsa
400 poin bisa ditukar dengan 50 menit bicara.
800 poin bisa ditukar dengan 100 menit bicara.
100 poin bisa ditukar dengan 50 SMS gratis.
200 poin bisa ditukar dengan 100 SMS gratis.

Gratis bicara dan gratis SMS bisa digunakan untuk ke sesama Telkomsel. Bonus dari penukaran poin ini memiliki masa aktif selama satu bulan. (Beda dengan bonus dari Telkomsel Talkmania yang berlaku hanya sampai jam 23.59). Penukaran gratis bicara atau gratis SMS bisa untuk nomor sendiri atau nomor orang lain yang dikehendaki. Cara mengirim atau meredeem poin menjadi gratis bicara atau SMS:

Contoh:
MENIT100(spasi)081232425267 <= poin akan berkurang 800 ditukar dengan gratis bicara selama 100 menit untuk nomor 081232425267
SMS100
(spasi)081232425267<= poin akan berkurang 200 ditukar dengan 100 SMS gratis untuk nomor 081232425267

Nah, jika Anda ingin membantu relawan di lokasi bencana, carilah kelompok relawan yang Anda anggap kredibel, bergabunglah dengan mereka. Lalu dengan memiliki nomor kontak mereka Anda bisa berbagi meski hanya sekedar pulsa bonus. Jadi, kirimkan poin Anda dengan menukarkannya menjadi gratis bicara atau gratis SMS dengan format seperti diatas. Agar relawan tetap bisa berkomunikasi dengan lancar tanpa terlalu banyak memikirkan pengeluaran pulsa, sementara Anda sendiri dengan menukarkan poin ini juga tidak berkurang jumlah pulsanya tapi tetap bisa membantu sesama. Info lebih banyak ada di Website Telkomsel


[artikel ini merupakan murni pengalaman pribadi sebagai pemakai kartu simPATI, tidak terkait dengan misi advertisment atau sejenisnya. Jika operator lain memiliki program seperti ini bisa juga dipergunakan]



Monday, November 8, 2010

[Kutipan dari koran masa depan] RCTI RESMI TUTUP

Jakarta, Jumat Kliwon 13 Januari 2011. Sindo.

Sehubungan semakin menurunnya rating semua acara di RCTI akbibat kurangnya independensi dan balancing dalam pemberitaan berakibat kini RCTI nyaris siaran tanpa penonton dan tanpa iklan. Praktis, sejak beberapa minggu yang lalu RCTI tidak lagi menayangkan iklan baik iklan komersial maupun iklan layanan masyarakat. Hal ini karena investor, dalam hal ini pengiklan sudah mencabut semua kontrak kerjasama iklan di RCTI dan mengalihkannya ke televisi lain. Hal tersebutlah yang menurut Managing Director RCTI Jhon Jhancock Kirix menjadikan alasan kenapa RCTI menyatakan resmi tutup mulai hari ini.

”Kami terpaksa menutup semua kegiatan broadcast kami dan secara resmi kami sudah tidak lagi siaran mulai besok (hari ini-red). Hal ini karena kami kesulitan mencari pengiklan maupun investor lain yang sebetulnya menurut kami akan menguntungkan bagi pengiklan dengan beberapa program kami untuk pengiklan. Tapi pengiklan tak satupun yang berminat kecuali pada hari ini mungkin masih ada iklan layanan masyarakat yang tayang hingga petang nanti yakni berita kematian dan iklan undangan arisan ibu-ibu di RT 4/RW12 Kelurahan Menteng. Itupun sebetulnya nyaris gratis karena Ketua RTnya adalah istri saya sendiri.” tegas Jhon.

Selain itu Jhon juga menyatakan bahwa pihaknya kini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait masalah piutang dengan investor dan seorang pengusaha katering untuk makan siang karyawan RCTI. Sambil berkaca-kaca Jhon mengatakan bahwa sejak beberapa minggu yang lalu ia menjadi tidak pernah tidur nyenyak dan ingin sekali mengakhiri hidupnya.

Sementara itu Persatuan Artis Narsis Indonesia (Panasindo) juga menuntut RCTI untuk segera melunasi hutangnya Rp. 13,13 milliar kepada 13 Production House yang didalamnya terkait dengan 113 artis yang hingga kini belum terselesaikan. Menurut Ketua Panasindo Herman Terheran Heran dalam keterangan persnya di sela-sela acara penganugerahan Artis Paling Narsis di studio NtarTV kamis malam, RCTI sebenarnya sudah sangat diuntungkan oleh pihak PH beserta artisnya karena mereka para artis ini rela dibayar separo dari tarif biasanya di setiap acara, bahkan dalam Konser Akhir Tahun yang bertajuk ”ORA NDELOK RCTI ORA PATHEKEN” di Ancol akhir tahun lalu, semua artis menganggap bahwa acara tersebut adalah Charity Show alias konser amal dan semua iklan dan Karcis Tanda Masuk Rp. 2500/lembar pada acara tersebut seluruhnya diserahkan untuk membantu pihak manajemen RCTI dalam melunasi hutang-hutangnya kepada berbagai pihak.

Seperti diberitakan sebelumnya, RCTI mulai kehilangan rating sejak awal November tahun lalu ketika dalam sebuah program Silet (kini tidak tayang lagi) presenter Fenny Rose dengan lantang (baca:intonasi kuat) menyatakan bahwa Jogjakarta adalah Kota Bencana, Malapetaka dan sebagainya. Prediksi-prediksi tentang bahaya Merapi disebutkan dalam program tersebut hingga membuat banyak orang kalang kabut dan resah. (bersambung ke hal 4 kolom 13)

Baca berita terkait:

Bos RCTI terancam masuk bui.

Demo ratusan karyawan RCTI padati Gedung Dewan.

Akankah RCTI bangkrut?

RCTI (Ramai Cerita Tanpa Iklan)

PN Jaksel menangkan gugatan investor RCTI.

..................

Nb. Kutipan headline news diatas adalah sekedar prediksi. Siapa tahu muncul bener tahun depan. :D Emangnya hanya Fenny Rose yang bisa bikin prediksi? Gue juga bisa dong. Kalau prediksi ini meresahkan masyarakat terutama Fenny Rose, gue juga bisa lho bikin running text permintaan maaf, tapi khusus di tivinya Fenny Rose...hehehe.

...........

NB (lagi): sekitar dua jam setelah saya publish, artikel ini dibawa seseorang ke Kaskus dan mendapatkan komentar beragam.

Saturday, October 30, 2010

Refleksi Bencana: Mentawai Dan Merapi

Duka mendalam kini sedang dirasakan bangsa Indonesia. Bencana datang silih berganti, seperti ingin menunjukkan kuasanya. Belum sempat kita ini melihat kepedihan Kepulauan Mentawai, mata dunia terpana melihat amukan Gunung Merapi. Kita hanya bisa tertegun, hanya bisa menangis dan bersedih. Rumah-rumah hancur disapu air bah dari laut. Tanpa ampun. Tanpa pandang bulu. Rumah ibadah, rumah tinggal, tempat bermain, sekolah tempat anak-anak menimba ilmu, semua hancur berantakan. Tidak hanya rata dengan tanah, namun bangunan-bangunan itu berpindah entah kemana. Entah kedasar laut ataupun tersangkut di pepohonan. Semua hilang. Semua musnah.

Taman bermain anak-anak kini musnah. Riuh rendah mereka setiap sore pulang dari surau kini tak ada lagi. Tempat berkumpulnya para nelayan kini entah dimana letaknya. Tak ada lagi yang bisa dikenali. Tahun demi tahun mereka membangun pemukiman itu. Puluhan tahun mereka menghuni rumah kesayangan dan kebanggaan mereka, kini tak ada lagi hasil kebanggan itu. Jerih payah orang tua mendidik anak-anak mereka, menyekolahkan mereka, mengajari mereka bersopan santun, mengaji dan belajar, kini hanya tinggal kenangan bagi pepohonan yang diam tanpa kata. Air bah merenggut semuanya.

Ada yang terluka, ada yang hilang, ada pula yang meninggal. Menyisakan kepedihan yang sangat dalam. Tangisan mereka kini semakin menjadi-jadi. Membayangkan betapa sakitnya masa depan tanpa orang-orang yang selama ini mereka sayangi. Seorang ayah yang selalu dengan sabar membimbing anak-anaknya. Ibu yang selalu melindungi anak-anaknya. Anak-anak yang selalu patuh dan hormat kepada orang tuanya, kini tak ada lagi.

Gelak tawa ibu-ibu di arisan, khidmatnya suasana surau saat majelis taklim digelar, saling tegur sapa, saling berbagi dan saling membantu, kini mereka sedang dimana, dan entah bagaimana keadaan mereka.

Tak hanya di tepi pantai Mentawai. Yang di lereng gunungpun tak luput dari bencana. Gunung Merapi memuntahkan hawa panasnya menyapu lerengnya dengan hawa ratusan dejarat. Semua panik, mengungsi, lari tunggang langgang menghindari amukan sang merapi. Tak ada yang bisa diselamatkan kecuali jiwa dan raga. Hewan piaraan dibiarkan tertinggal dan mati terpanggang. Yang belum sempat menyelamatkan diripun akhirnya juga ikut meninggal akibat panas yang teramat sangat. Abu vulkanik dimana-mana. Debu menjadi pemandangan yang menutupi apapun yang ada disana. Pepohonan mati. Terbakar. Tumbang. Hancur. Layu dan mengering. Semua karena bencana panas bumi yang dimuntahkan sang merapi.

Kini rasa was-was masih menggoda. Menyusup kedalam jiwa semua yang berada disana. Bencana bisa saja datang kembali sewaktu-waktu tanpa kenal ampun. Tak ada yang tahu kapan bencana terjadi. Mereka hanya harus waspada, siaga dan awas.

Bencana yang datang itupun bukan kehendak manusia. Bukan permintaan siapapun. Itu hanyalah sebagian kecil bukti kekuasaan Nya. Tak ada yang kekal. Tak ada yang abadi. Semua bisa hancur oleh kehendakNya. Manusia juga tak bisa menghindarinya. Lagipula tak ada yang berniat mendekati bencana, tak ada yang menginginkan petaka. Mereka bermukim disana juga bukan kehendak mereka. Mereka hanya menempati lahan pemberian Tuhan. Mereka bermukim dengan penuh pengharapan akan masa depan. Laut itu, yang penuh ikan, yang penuh kekayaan mereka kelola, mereka nikmati sebagai karuniaNya. Sambil terus menggantungkan masa depan dari hasil laut. Mereka tak ingin ada tsunami, mereka tak ingin air laut itu naik ke pemukiman mereka.

Begitu juga yang di lereng gunung. Puluhan tahun bahkan ratusan tahun mereka bermukim disana, juga karena hanya ingin bersyukur atas nikmatNya berupa pegunungan yang subur dan kaya akan hasil alam. Mereka kelola, mereka nikmati dan mereka syukuri. Sambil terus menggantungkan pengharapan akan masa depan dari pegunungan. Hanya itu. Dan hanya itu. Mereka tak ingin ada gunung meletus. Tak ingin ada bencana. Mereka hanya harus menyadari bahwa Tuhan bisa melakukan apa saja yang ingin ditunjukkanNya.

Kini mereka sedang terluka, berduka dan bersedih. Kini sementara mereka larut dalam kesedihan mereka. Namun kita tak boleh membiarkan mereka menanggung sendiri apa yang mereka rasakan. Kita yang di sini harus bersyukur masih diberi keselamatan dan terhindar dari bencana dengan cara membantu mereka. Uluran tangan kita, kepedulian kita sangat mereka harapkan. Mereka butuh makan, mereka butuh tempat tinggal. Mereka kini butuh rasa aman dan nyaman. Jiwa mereka, raga mereka sangat pedih saat ini. Jangan biarkan mereka merasa sendiri. Kita yang di sini harus menunjukkan kepada mereka bahwa mereka juga saudara kita, sahabat-sahabat kita. Kita pedulikan mereka. Mereka masih harus punya masa depan. Jangan biarkan mimpi-mimpi mereka tentang masa depan hilang karena bencana. Mari bersama bangkitkan mereka.

Benarkah Minat Baca Kita Rendah?


Mereka yang tidak bisa membeli koran, baca berita di hp apalagi internetan, memilih menyalurkan minat bacanya dengan koran dinding seperti ini. ratusan orang mengunjungi stand kording ini setiap harinya. sedangkan kita, setiap hari bisa online, bisa baca ini itu, lihat ini itu, sudah saatnya kita mengambil sisi positif dari internet. caranya? blogging, nulis2 artikel,baca berita, share berita, hingga mengikuti program network marketing yang kini banyak bejibun di dumay. asal pintar-pintar saja menyeleksi, banyak kok manfaat positif internet bahkan dari segi financial alias pemasukan dari internet. mau ikut jualan modem? bisa juga.

Jangan kalah dengan orang-orang yang di foto ini yang memiliki minat baca dan keingintahuan yang tinggi.

Monggo, sareng-sareng..........
image

Brand Development

Saya adalah blogger, penulis, citizen journalist sekaligus praktisi marketing. Konsultan pengembangan merek, penyusunan sistem franchise. Trainer marketing, sales dan online advertising

image

Web Development

Anda butuh website atau blog pribadi? Untuk pengembangan usaha, LSM, organisasi, sekolah, toko online atau perusahaan Anda? Silahkan hubungi saya 0812-2222-0750 atau kirim email ke mr.antowiyono@gmail.com