Friday, September 5, 2014

Masih Alergi Dengan MLM? Carilah Alasanmu !

 Klik Untuk Lihat Produk Golden Life di Toko Harmoni
Saya bergelut di dunia marketing sudah lebih dari 19 tahun sejak 1995. Saya pernah menjual apapun, kecuali tiga hal: Wanita, Narkoba dan Pesawat Terbang. Hehe

Saya pernah terlibat dengan lebih dari 15 MLM (Multi Level Marketing) di Indonesia. Tapi keterlibatan saya bukan dalam jaringan melainkan sebagai pihak ketiga, termasuk sebagai tim support pembuatan materi presentasi, desain grafis dan desain web. Sesekali menghadiri undangan dari mereka untuk sekedar mengikuti seminar atau business preview mereka. Semuanya bagus, saya ambil sisi positif dari setiap keterlibatan saya di MLM. 

Tetapi, baru kali ini saya memutuskan untuk JOIN di MLM secara all out, yaitu di Golden Life. Awalnya saya hanya berada di tim support seperti pembuatan desain material promo dan website, kebetulan istri saya juga sudah bergabung di dalamnya.

Kini, saya 100 persen menjadi bagian dari jaringan distribusi MLM di Golden Life. Saya bangga karena Golden Life adalah #MLMYangSebenarnya. Tidak ada satu pihakpun di Golden Life yang berpotensi rugi atau tertipu. Sementara di luar sana, banyak perusahaan yang hanya mengutip sebagian dari sistem MLM lalu memodifikasinya menjadi sebuah cara untuk memperkaya si pemiliknya.

Sebuah survey terpercaya mengatakan, ada tiga marketing yang bayarannya paling mahal.
1. Agen Asuransi
2. Agen Properti 
3. Member MLM.

So, untuk yang masih alergi dengan MLM, segeralah mencari alasan kenapa alergi dengan MLM.


Anda bisa gabung dengan saya dengan cara klik http://bisnisharmoni.com atau jika Anda hanya ingin produk keharmonisan rumah tangga, klik saja http://tokoharmoni.com

Thursday, September 4, 2014

Bisnis Dropship Makin Ngetren


Anda punya teman yang status BBM dan DP BBMnya berisi jualan aneka produk? Sering sebar broadcast tentang produk dagangan? Tahu nggak, mereka sebenarnya belum tentu punya stok produk tersebut. Mereka menjalani bisnis bernama dropship. Menjual produk hanya bermodal foto + pricelist + sedikit product knowledge. Saat ada yang memesan barang, mereka lalu mengkonfirmasi ke pemilik produk kemudian transaksi terjadi dan keuntunganpun diperoleh.

Bisnis dropship itu adalah sebuah peluang usaha yang sangat menguntungkan. Menjadi dropshipper tidak harus mempunyai modal besar. Biasanya cukup dengan smartphone (BlackBerry atau Android). Mereka akan tergabung dengan pengelola toko dalam sebuah grup di BBM atau WhatsApp.

Pengelola akan selalu mengirimkan update mengenai produk beserta harga dan stok yang tersedia kepada dropshipper. Dropshipper cukup mempromosikannya di Instant Messenger seperti BBM, WhatsApp, WeChat, LINE atau di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dll. Jika terjadi transaksi antara dropshipper dengan konsumen, maka pengelola yang akan mengurus pengirimannya, langsung ke alamat si pembeli, atau bisa juga ke alamat dropshipper untuk kemudian diteruskan ke pembeli. Pembayaran juga demikian, bisa langsung dari konsumen ke pengelola atau melalui dropshipper.

Dropshipper mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual ke konsumen vs harga dari pengelola. Beberapa teman saya mendapatkan jutaan rupiah setiap bulan dari bisnis dropship ini.

Anda tertarik dengan bisnis dropship? Pengen jadi dropshipper? Saya punya produk bagus yang sangat potensial untuk dipasarkan secara Dropship

Produk saya adalah produk kecantikan, kesehatan dan keharmonisan rumah tangga. Produk dari Golden Life yang dipasarkan dengan cara dropship di Bisnis Harmoni dan Toko Harmoni.

Anda bisa gabung dengan saya dengan cara klik http://bisnisharmoni.com/anto atau jika Anda hanya ingin produk keharmonisan rumah tangga, klik saja http://tokoharmoni.com/anto

Wednesday, September 3, 2014

Produk Golden Life

 Klik for detail













Anda bisa gabung dengan saya dengan cara klik http://bisnisharmoni.com/anto atau jika Anda hanya ingin produk keharmonisan rumah tangga, klik saja http://tokoharmoni.com/anto

Tuesday, September 2, 2014

Perkenalkan, Golden Life. #MLMYangSebenarnya




Menjawab tantangan perekonomian di masa depan, GOLDEN LIFE lahir dengan memberikan suatu Peluang Usaha yang sangat menguntungkan bagi insan-insan Luar Biasa dengan latar belakang apapun untuk bersama-sama meningkatkan penghasilan bahkan dengan modal usaha yang sangat kecil serta waktu dan tempat yang sangat fleksibel.

GOLDEN LIFE memasarkan produk-produk berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas, dengan harga terjangkau dan sangat bersaing.

Didukung Rencana Pemasaran yang unik, sederhana dan mudah untuk dijalankan serta sistem kompensasi yang sangat menguntungkan.

Divisi Support Golden Life yaitu The Arrow menyediakan Sistem Pendidikan (Training, Workshop, dan Seminar) yang terstruktur, berkualitas serta berkesinambungan, dan juga support Marketing Tools untuk membantu Para Mitra Usaha mengembangkan potensi usaha seluas-luasnya ke seluruh wilayah Nusantara.

The Arrow membantu Anda mengawali serta membangun bisnis ini dengan CEPAT dan EFEKTIF. P.T. Golden Inti Gemilang, berdiri Maret 2010, sebagai unit bisnis baru yang AGRESIF dengan TARGET GLOBAL didukung manajemen berpengalaman lebih dari 15 tahun dibidang network marketing. Dimiliki oleh konsorsium bisnis sukses selama lebih dari 10 tahun di bidang trading, kesehatan, transportasi, otomotif, food, sport industry, dan lain-lain.

VISI
Menjadi Bisnis Pemasaran Berjenjang papan atas yang layak ditekuni oleh profesi apapun. Menjadi Bisnis Pilihan bagi Insan-Insan yang berani BERUBAH menuju Kehidupan yang LEBIH DARI SEKEDAR BAIK.

MISI
Mencetak Jutawan-Jutawan President Excecutive sebagai agen perubahan kualitas Kehidupan Golden Life. Menyelenggarakan Pendidikan Bisnis dengan ORIENTASI yang Tepat serta KOMITMENT Tinggi. Menciptakan suasana kerja yang saling mendorong dan menarik secara positif untuk kebaikan bersama.

SIFAT USAHA
Kemudahan dalam mengawali Usaha dengan memperkenalkan ke sebanyak mungkin orang lain baik Produk berkualitas Tinggi maupun sistem kompensasi yang sangat menguntungkan dengan konsep Network Marketing.

FALSAFAH
LEBIH DARI SEKEDAR BAIK.

LEGALITAS
Nama Perusahaan : PT. GOLDEN INTI GEMILANG
Notaris : R.A. Indraswari, SH., S.S.
SIUP : 503/2176.A/436.6.11/2010
TDP : 13.01.1.51.22078
NPWP : 02.993.756.2-615.000
Pengesahan Menteri Hukum & HAM RI No. : AHU-0030066.AH.01.09. Th 2010

LANDASAN
GOLDEN LIFE dibangun atas landasan kemudahan, transparansi, kejujuran, keyakinan, kepedulian dan kerjasama tim yang kompak serta pelayanan yang terbaik.

ORIENTASI

Berorientasi pada keharmonisan, kesehatan keluarga serta Kesejahteraan para Mitra Usahanya, GOLDEN LIFE berkomitment tinggi untuk menciptakan banyak sekali keluarga-keluarga di Indonesia yang Harmonis, Sehat dan Sejahtera yang pada akhirnya turut mendorong laju pembangunan dan perekonomian Bangsa dan Negara.

Tuesday, August 26, 2014

MMM, PHP, T2S, SSS, Ingon Penipuan?

Hati-hati, uang Anda terjerumus penipuan berkedok MLM, Arisan atau komunitas saling bantu.

Banyak cara orang untuk berinvestasi. Ada yang melalui usaha konvensional, investasi usaha modern maupun menanam saham di perusahaan yang sudah go public. Masing-masing memiliki resiko sekaligus keuntungan yang berbeda. Namun ada kalanya sebuah investasi menjadi tidak seimbang dengan hasil ketika sistem bagi profit, keuntungan maupun marginnya tidak sesuai lagi karena sistem yang tidak transparan, beresiko tinggi atau hal lain.

Salah satu investasi yang beresiko adalah money game.  Banyak perusahaan investasi, arisan atau perusahaan berkedok MLM yang mencari keuntungan dengan cara memutarkan uang anggotanya dengan menggunakan money game. Cara ini cukup beresiko. Resiko bukan hanya ada pada anggota, tetapi juga pada perusahaan. Anggota perusahaan money game seperti ini  mudah sekali berkembang. Dalam hitungan bulan saja sudah ribuan orang bergabung, karena iming-iming keuntungan yang menggiurkan.

Payahnya, mereka para anggota yang sudah bergabung ini semacam dihipnotis oleh senior mereka atau orang suruhan perusahaan. Mereka dijanjikan keuntungan yang berlipat. Mereka juga didoktrin dengan berbagai macam presentasi yang menyilaukan. Namun saat mereka diingatkan bahwa itu adalah investasi beresiko karena merupakan money game, mereka menyangkal. Sebagian justru marah karena perusahaan tempat mereka bergabung dicap negatif. Mereka sudah merasa menjadi bagian dari perusahaan, sehingga akan melakukan berbagai cara guna menjaga nama baik perusahaan. Padahal mereka tidak tahu pasti tentang sistem, transparansi serta logika yang terjadi pada sistem bagi hasil mereka. Pada suatu saat, jika terjadi kolaps pada perusahaan, mereka baru akan menyadarinya.

Ada beberapa ciri dari perusahaan money game, baik yang berkedok arisan maupun MLM.

  • Jika sebuah MLM dikembangkan dengan nilai pendaftaran yang terlalu tinggi jauh melampaui nilai produk yang diterima, ini wajib dicurigai. Misal: sebuah MLM menerapkan nilai join Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah) namum produk starter pack yang mereka terima hanya senilai Rp. 300.000 (tigaratus ribu rupiah) saja. Mereka memberi iming-iming bonus yang tinggi pada setiap titik sponsor, upline, binary maupun bonus lain. Ini berbahaya. Karena setiap member yang bergabung akan sangat agresif mencari “korban” lain guna nilai balik modal yang cepat.

  • Logikanya, sebuah MLM yang sebenarnya adalah menerapkan nilai join justru dibawah nilai produk yang akan diterima. Nilai produk yang dimaksud adalah bisa saja berupa nilai jual kepada konsumen maupun manfaat yang didapat dari produk tersebut. Karena pada prinsipnya, MLM adalah perusahaan distributor sebuah produk yang memasarkan produk tersebut dengan cara berjenjang. Sehingga nilai dan manfaat produk tetap menjadi fokus utama, bukan pada iming-iming bonus yang terlalu besar. Bonus jenjang distribusi yang diterapkan adalah diambil dari margin yang seharusnya diberikan kepada distributor konvensional seperti distributor, grosir  sampai pengecer. Nah, margin inilah yang dipangkas lalu diberikan kepada level-level yang ada di jaringan pemasaran. Inilah kaidah dari MLM (Multi Level Marketing).

  • Ada lagi sebuah MLM menggembar-gemborkan slogan “MLM Bisnis Pulsa Tanpa Harus Jualan Pulsa”. Mungkin Anda pernah melihat slogan ini di jejaring sosial atau di tempat lain. Lalu, dimana letak logikanya jika sebuah perusahaan bisnis pulsa tetapi tidak harus berjualan pulsa? Akankah perusahaan berkembang jika tidak ada sirkulasi uang dari core bisnis mereka? Biasanya perusaahan ini menerapkan sistem rekrutmen yang gencar diiringi sistem bonus yang fantastis. Bisnis pulsa yang mereka pajang hanyalah kedok agar perusahaan tersebut tampak seperti perusahaan distributor pulsa dengan sistem berjenjang seperti MLM. Aslinya, tetap saja itu adalah money game.

  • Ada lagi sebuah perusahaan yang tidak mau disebut sebagai perusahaan, namun mereka lebih suka disebut komunitas. Sebut saja perusahaan OBO (Orang Bantu Orang). Saat ini berkembang beberapa perusahaan OBO yang menggunakan sistem saling bantu. Setelah saling bantu, seorang anggota akan mendapatkan uangnya kembali dalam jumlah bertambah sekitar 30% dalam sebulan. Teknisnya, seorang anggota OBO menyetorkan sejumlah uang kepada nomer rekening yang sudah ditunjuk acak oleh sistem ketika seseorang mendaftarkan diri. Nomer rekening tersebut adalah milik anggota OBO yang lain yang sudah lebih dulu bergabung.  Mentransfer uang ini disebut KB (Kasih Bantuan). Setelah seorang anggota melakukan KB, sebulan kemudian dia bisa melakukan MB (Minta Bantuan). Lalu, akan ada dana masuk ke rekeningnya dengan jumlah nilai KB + 30%. Lalu siapa yang tahu saat ada seseorang yang siap Kasih Bantuan? Hanya sistem. Bagaimana jika jumlah orang yang bergabung dan Kasih Bantuan sudah semakin sedikit? Bukankah ini akan menjadi sesuatu yang menakutkan bagi mereka yang sudah saatnya Minta Bantuan? Sesama anggota baik yang KB maupun MB di perusahaan OBO itu tidak saling mengenal, lalu bagaimana jika ada oknum baik dari luar maupun dari perusahaan membuat akun palsu atau akun dummy dalam jumlah banyak demi mendapatkan profit pribadi? Ini yang menjadi pertanyaan. Jawabannya adalah suatu saat jika memang si OBO ini perusahaan baik-baik maka akan selalu baik-baik, demikian sebaliknya.

  •  Perusahaan MLM yang menerapkan harga produk jauh melampaui nilai atau manfaat produk juga masuk dalam kategori money game. Misal; produk habbatussauda dengan komposisi dan manfaat yang harga normalnya hanya Rp. 55.000/botol isi 50 kapsul diberi label harga member mencapai Rp. 200.000. Meski bonusnya menggiurkan, tetapi ini masuk dalam kategori yang tidak fair. Member akan bekerja keras menjual produk mahal dengan manfaat yang standar. Perusahaan MLM yang paling sehat pasti akan menjaga beban mental seperti ini, bukan justru bermain nilai uang sebagai komoditas utama dalam meraup keuntungan. Perusahaan seperti ini biasanya hanya bertahan seumur jagung.

Nah, itulah beberapa contoh sebuah perusahaan money game yang menggunakan nama komunitas, arisan maupun MLM. Mereka terus berkembang dan akan terus berkembang. Sialnya, semakin modus tersebut diterapkan, semakin banyak pula orang yang gelap mata malas bekerja dan berharap uang instan lalu tergiur dengan cara tersebut. Ujungnya, satu persatu korban berjatuhan. Meski mungkin founder atau ownernya terkena pasal hukum dan dipenjarakan. Sekelompok orangh barisan sakit hati akan mengembangkan sistem yang serupa dengan cara memodifikasinya lalu mencari korban-korban yang lain. Untuk itu, transparansi, logika dan realita sebuah perusahaan MLM menjadi sebuah hal yang wajib diketahui oleh siapapun baik member, calon member, masyarakat luas maupun pemerintah.
MLM yang benar adalah selalu memiliki dual plan. Bahkan triple plan. Apa itu? MLM selalu dibangun oleh dua hal yakni produk dan sistem jaringan (marketing plan). Nah, sebuah perusahaan MLM yang paling sehat selalu memiliki sistem yang menguntungkan bagi member baik dari produk maupun marketing plan. 

Jadi, seorang member bisa memperoleh keuntungan dengan cara menjual atau mengkonsumsi produk MLM tanpa menjalankan sistem rekrutmen. Atau sebaliknya, seorang member bisa mengembangkan jaringan guna mendapatkan bonus jaringan tanpa menjual produknya. Atau juga bisa dua-duanya. Tetapi dua hal ini tidak boleh dipisah dan harus bisa dipilih salah satunya.

Perusahaan MLM yang membernya bisa take profit hanya dari salah satunya saja terutama marketing plannya, sudah masuk kategori money game. Mungkin Anda masih ingat atau masih kenal dengan perusahaan MLM yang mempunyai produk utama pulsa. Perusahaan ini menerapkan sistem join dengan nilai Rp. 350.000 dan akan mendapatkan hak usaha. Hak usaha tersebut sebagai hak atas sistem distribusi dan pengembangan jaringan. Tetapi perusahaan tersebut mempunyai produk yang harganya tidak bisa diandalkan. Contoh: pulsa nominal Rp.5 ribu, diberi harga member harga Rp. 5800. Pulsa nominal Rp. 10.000 diberi harga member Rp. 10.600. Padahal, di pasaran seorang reseller mendapatkan harga pulsa nominal 5K adalah kisaran Rp. 5150, dan Rp. 9950 untuk pulsa nominal 10K. 

Artinya, member perusahaan MLM tersebut tidak akan bisa menjual produknya dan mengandalkannya sebagai plan dalam mengembangkan bisnis MLM itu karena harga jualnya sudah pasti tidak akan kompetitif di pasaran. Belum lagi nilai join yang mencapai Rp. 350.000, hanya mendapatkan hak usaha saja tanpa mendapatkan produk starter pack. Ini sudah jelas money game. MLM yang paling fair adalah nilai join merupakan gabungan antara produk starter pack + hak usaha. Produk starter pack seharusnya memberi keuntungan jika dijual lagi, atau setidaknya memberi manfaat bagi si member jika mengkonsumsinya.
Demikian artikel ini saya buat dengan harapan bisa memberikan pencerahan kepada teman-teman yang akan menginvestasikan uangnya agar tidak tergiur dengan iming-iming bonus atau keuntungan instan yang fantastis.

Saya,
Anto Wi | Marketing Support Golden Life

Thursday, July 24, 2014

Berita Pilpres: Jangan Mudah Dihasut Sebuah Situs di Internet


Hingar-bingar politik khususnya Pilpres 2014 sangat terasa. Pengumuman hasil rekapitulasi Pilpres sudah diumumkan. Pasangan Jokowi – JK unggul dengan 53.15% suara sementara Prabowo – Hatta dengan 46,85% suara. Angka ini tentu sangat frontal untuk masing-masing kubu terutama kubu Prabowo – Hatta. Komposisi kedua kubu hampir imbang. Pihak Prabowo – Hatta mengumumkan, menarik diri dari Pilpres. Entah apa yang dimaksud dengan menarik diri.

Jika ditafsirkan menarik diri secara keseluruhan proses Pilpres, otomatis semua suara dan dukungan kepada pasangan Prabowo – Hatta gugur. Namun tentu saja ini tidak bisa karena ini inkonstitusional. Pihak Prabowo – Hatta telah memenuhi unsur pencalonan serta melewati proses pemungutan suara, hanya tinggal menunggu pengumuman hasil penghitungan suara. Hal ini kemudian menimbulkan pergerekan di arus bawah.
Para pendukung Prabowo – Hatta juga akhirnya ikut-ikutan gusar dan terus mencari hal serta celah untuk dijadikan alasan kekalahan dan mencari kesalahan atau dugaan kesalahan yang dilakukan oleh penyelenggara maupun lawannya.

Para pendukung di lapis bawah juga tak kalah serunya saling klaim dan saling unjuk data. Semisal: data yang konon dimiliki oleh TNI mengenai hasil rekap real count sebesar 54% untuk Prabowo – Hatta, dugaan adanya hubungan saudara antara istri Husni Kamil Malik (Ketua KPU) dengan istri Jusuf Kalla. Namun semua itu masih semu dan kabur, tidak ada bukti real atas beberapa hal yang diduga menjadi penyebab terjadinya kecurangan yang kemudian memenangkan pasangan Jokowi – JK.

Sementara itu kubu pendukung Jokowi – JK juga sibuk “menagih” janji kepada beberapa orang yang bernazar aneh sebelum hasil pemilu diumumkan. Salah satunya adalah nazar yang diyakini banyak orang merupakan tulisan Ahmad Dhani di Twitter yang menyebutkan akan memotong kemaluannya jika bukan Prabowo Subianto yang jadi presiden. Meski kemudian suami Mulan Jameela ini membantah, namun publik sudah menjadikan hal ini sebagai bahan bullying. Dan masih banyak lagi pergesekan lapis bawah akibat hal-hal seperti ini.

Tragisnya, banyak kalangan lapis bawah yang begitu mudahnya dihasut oleh berita-berita hoax, opini, penggiringan opini serta blog yang menggunakan tampilan serta gaya sebuah berita. Sebut saja SuaraNews.com. Situs ini merupakan sebuah situs berita copy paste, mengambil sumber di tempat lain, dimodifikasi lalu disebarluaskan. Kegigihan pengelola situs ini cukup perlu untuk diacungi jempol, sangat up date. Hanya saja beritanya tidak berimbang.

Satu hal yang mengusik rasa penasaran saya adalah, situs ini didevelope hanya dengan sebuah blog gratisan dari Blogspot/Blogger/Google. SuaraNews.com hanya bermodalkan sebuah domain saja dengan menggunakan hosting gratis seperti halnya dipakai oleh banyak blogger seperti saya. Template yang dipakai oleh SuaraNews.com juga gratisan. Artinya, untuk membuat sebuah SuaraNews.com hanya dibutuhkan sekitar Rp. 87.000 – Rp. 120.000 pertahun guna menyewa domain. Template dan hostingnya mengikut ke Blogger. Menurut saya sangat naif jika sebuah situs dapat dipercaya hanya dengan modal segitu.
Hal lain yang membuat saya tertarik menguliti SuaraNews.com adalah tata bahasa serta redaksionalnya. Standar penulisan yang dipakai oleh SuaraNews.com jauh dari kaidah sebuah berita. Sebuah berita wajib memiliki konten 5W + 1H. What, When, Where, Why, Who dan How.

Situs lain yang juga menurut saya tidak fair adalah Voa-Islam.com. Situs ini lebih banyak membuat artikel yang muatannya cenderung menggiring opini. Saya lebih mantap mengatakan bahwa Voa-Islam.com adalah sebuah blog, bukan situs berita.
Masih banyak lagi situs-situs di internet yang memiliki kesamaan absurd-nya dengan beberapa situs tadi. Belum lagi situs blogging Kompasiana. Banyak orang menyematkan tulisan yang berasal dari Kompasiana ke akun sosial media mereka. Kompasiana adalah sebuah situs group blogging. Penulisnya adalah kita-kita, bukan sebuah lembaga pemberitaan. Saya juga punya akun di Kompasiana dengan beberapa tulisan. Semua tulisan adalah tanggung jawab si penulis. Jadi si penulis bisa mengirimkan tulisan apa saja, termasuk penggiringan opini atau data yang menyesatkan. Memang, jika dirasa sangat menggganggu, admin Kompasiana akan menghapus tulisan tersebut.

Wednesday, July 9, 2014

Saya Pernah Jadi Sekretaris Partai, Tim Sukses Caleg, Anggota KPPS dan Golput Sekaligus.



Sharing pengalaman.

Sewaktu masih tinggal di Pati, saya menjabat sebagai seorang Sekretaris PAC sebuah partai politik (sekarang sudah almarhum partainya). Selain itu, saya juga anggota tim suskes caleg partai lain, kebetulan calegnya bulik saya sendiri, meski kemudian kalah.

Pada saat Pemilu Legislatif 2009, saya ditunjuk sebagai anggota KPPS, karena kebetulan saya juga sekretaris RT tempat saya tinggal.

Tapi uniknya, karena tidak ada satupun calon anggota dewan baik untuk daerah maupun pusat yang menurut saya "sreg", sampai selesai waktu pemungutan suara, saya tetap golput alias tidak mencoblos satupun calon legislatif. Saya hanya masuk ke bilik suara untuk melipat ulang surat suara tanpa memilih satupun diantaranya.

Lalu apa motivasi saya atas semua itu?
Menjadi pengurus partai politik atas ajakan seorang saudara, dan saya juga ingin belajar berorganisasi. Saya kecewa dengan pengurus partai tersebut di daerah karena sejak saya dilantik hingga partai tersebut bubar, saya tidak pernah diajak komunikasi oleh pimpinan daerah level apapun, apalagi kampanye atau membahas saksi dsb.

Menjadi tim sukses caleg, selain karena saudara sendiri calegnya, saya juga lagi-lagi ingin belajar berpolitik praktis, Meski hasilnya kemudian tidak terpilih, tapi saya jadi tahu tentang serangan fajar,a money politic, amplop berduit dll.

Menjadi anggota KPPS juga karena saya adalah pengurus RT, jadi mau tidak mau harus dilibatkan. Meski motivasi utamanya adalah honor Rp. 100.000 yang kemudian saya terima. Selain itu, saya juga belajar jadi Event Organizer. Untunglah, jabatan rangkap saya tersebut tidak diketahui Panwaslu :) 

Menjadi Golput adalah pilihan saya waktu itu. Dari  mengurus partai dan menjadi tim sukses caleg memberi saya banyak pelajaran bahwa politik itu menurut saya "abu-abu". Antara hitam dan putih.

Demikian sharing dari saya. Alhamdulillah, saya banyak belajar.

Tuesday, July 8, 2014

Elektabilitas dan Popularitas Capres di Hari Terakhir Masa Tenang






Suhu menjelang Pilpres 2014 semakin memanas. Meski sudah memmasuki hari tenang dan akan dilakukan pencoblosan besok, tetapi temperatur politik di akar rumput justru semakin meningkat. Meskipun KPU menetapkan hari tenang namun ini tidak berlaku di dunia maya. Justru “pertarungan” sengit para pendukung dan relawan kedua capres-cawapres semakin menjadi. Sejauh ini tidak ada larangan dari pemerintah mengenai kampanye dan aktifitas sosialisasi capres-cawapres di dunia maya. Tak pelak, jejaring sosial dipenuhi aktifitas kampanye, mulai yang #kampanyeadem hingga saling serang dan saling bully. Bukan hanya itu, masing-masing kubu memberikan data serta informasi yang saling menyesatkan serta mempropaganda. Bagi Indonesia, ini adalah pembelajaran politik tingkat lanjut jika dibanding Pemilu sebelumnya.
Mengenai tingkat elektabilitas kedua pasangan, terjadi fluktuasi yang sangat signifikan. Lalu, bagaimana mengukur elektabilitas di hari terakhir masa tenang? Inilah temuan-temuan kecil saya pagi ini.
1.    Survey
·       Institut Survey Indonesia (ISI) mencatat hingga tanggal 1 Juli, Prabowo-Hatta  unggul dari Jokowi-JK. Persentase pasangan yang diusung partai Koalisi Merah Putih itu mencapai 40,15%. Sementara Jokowi-JK sebesar 35,05%. Sedangkan warga Indonesia yang belum menentukan pilihan, sebesar 24,80%. Demikian menurut ISI.
·       Pengamat politik dari LIPI punya catatan lain. "Bahwa Pak Jokowi ini melangkah kakinya itu dengan luar biasa, bawa point besar, ibarat orang mau main, apa modalnya sudah besar? Karena selalu on the top," ujar pengamat politik LIPI Siti Zuhro saat menghadiri diskusi di Posko Pemenangan JKW4P, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, rabu, (2/7/2014).
·       Sementara itu, survei yang dilakukan perusahaan riset pasar Australia, Roy Morgan, menunjukkan Jokowi-JK unggul 4% di atas Prabowo-Hatta. Survei yang menggunakan 3.117 sampel itu menyimpulkan elektabilitas Jokowi 52% sedang Prabowo 48%. Selain itu, survei tersebut juga memetakan kelompok-kelompok pemilih 2 pasangan capres dan cawapres tersebut. Dari segi geografis, Jokowi unggul di Jawa (52,5 -47,5%), Bali (93% - 7%), Sulawesi (60.5% - 39.5%), Kalimantan (53% - 45%), Maluku (65.5% - 34.5%), dan Nusa Tenggara (68% -32%). Sementara, Prabowo di  Sumatera (60% - 40%) dan unggul tipis di Papua (51,5% - 48.5%). Dari survei tersebut nampak pertarungan sengit terjadi di Jawa, pulau yang paling banyak pemilihnya (40%).
·       Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga telah melakukan survey sendiri. "Tim kami secara internal melakukan survei, menelaah terus tiap pergerakan Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla. Kami juga mencermati 19 hasil survei lembaga yang kami anggap independen. Mayoritas masih mengunggulkan Jokowi-JK. Ada yang 4% sampai 5%, ada yang 7% sampai 14% persen," ujar Tjahjo Kumolo di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, selasa, (1/7/2014).  Terkait survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang menyatakan elektabilitas pasangan Prabowo-Hatta unggul 46,6% dibanding Jokowi-JK dengan elektabilitas 39,9%, Tjahjo menilai survei tersebut dilakukan saat kampanye hitam terhadap Jokowi begitu marak.
Begitulah beberapa sampel hasil survey. Masih banyak hasil survey lain yang bisa ditelaah. Tetapi pada dasarnya angka-angka hasil survey tersebut menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Angka selisih ada di kisaran 5%, baik itu unggul atas Jokowi atau sebaliknya.

2.    Online Sentimeter (Alat Pengukur Sentimen di Dunia Maya)
Beberapa waktu lalu kita disuguhi berita mengenai perbedaan sentimen di Google Fight yang dirilis sebuah stasiun televisi swasta. Google Fight adalah sebuah sentimeter berbasis Search Engine Google yang mengukur jumlah sentimen/mention/bahasan/sebutan/tautan atau apa saja yang bisa direkam oleh mesin pencari lalu disuguhkan dalam bentuk angka.
 
          Anda bisa melakukannya sendiri dengan cara mengklik www.googlefight.com dan hasil pagi ini adalah seperti berikut ini. Jokowi dengan 9.970.000 dan Prabowo 9.360.000. Angka ini sangat jauh jika dibandingkan result di situs yang sama sebulan lalu. Saat itu, Prabowo jauh tertinggal oleh Jokowi. Sementara angka untuk cawapres, Jusuf Kalla 1.320.000, jauh meninggalkan Hatta Rajasa yang hanya 435.000.

          Sentimeter ini tidak bisa dianggap sepele. Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 82 juta orang dari 253.609.643 total jumlah penduduk. 80 persen dari pengguna internet di Indonesia dalam rentang usia pemilih, sehingga angka statistik di sentimeter ini cukup perlu diperhitungkan.

          Sentimeter lain yang saya pakai pagi ini adalah aplikasi dari MindTalk. MindTalk adalah jejaring sosial asli Indonesia. Jejaring sosial berbasis interest ini besutan Danny Oey dan Obin Marufi, founder antivirus Ansav. Obin membuat aplikasi bernama Sentigram. Anda bisa membukanya di http://sentigram.mindtalk.com. Data yang diproses di sentigram ini berasal dari Facebook, Twitter, Mindtalk, Kaskus, Detik dan Kompasiana. Di Sentigram kita bisa melihat sentimen baik positif maupun negatif atas calon presiden Indonesia.


3.    Quick Count
Quick Count atau hitung cepat ini baru bisa diketahui besok. Biasanya tingkat akurasinya adalah tiga jam setelah penghitungan suara.
4.    Rekapitulasi KPU.
Rekapitulasi KPU atas hasil Pilpres adalah hasil final dan resmi yang digunakan oleh negara dalam menetapkan siapa presiden RI periode selanjutnya. Namun karena masyarakat sudah menerima “hasil” dari Quick Count, maka selebrasi kemenangan di pihak pemenang Pilpres tidaklah seberapa.

Demikian ulasan saya,
@AntoOkesip
@MyOkesip

Saturday, June 28, 2014

Mari Menciptakan Merek


Saya masih tertarik untuk membahas tentang merek. Bagi saya mengutak-atik merek dan menguliti merek itu sangat menyenangkan. Lalu, apa yang akan kita bahas saat ini? Saya akan mengulas mengenai asal-usul sebuah merek diciptakan.

Rinso, berasal dari kata "Rinse" yang artinya membilas.
SoKlin, berasal dari kata So Clean, yang artinya begitu bersih.
Daia, berasal dari kata Daya, artinya kekuatan, power.

Wismilak, berasal dari kata Wish Me Luck, artinya doakan aku berhasil (beruntung).
Mie Sedaap, merupakan modifikasi dari kata Sedap. Tetapi kata Sedap tidak bisa digunakan sebagai merek sebuah produk karena Sedap merupakan istilah dalam bahasa keseharian. Sehingga kata "Sedap" tidak dapat dipatenkan sebagai merek berdasarkan Pasal 4 dan Pasal 5 UU Merek.

PT. Siantar Top memproduksi makanan ringan dengan beberapa merek yang sedikit mirip dengan merek lain produk sejenis. Misal, Mie Gemez Enaak Sedap, Desainnya mirip Mie Sedaap. Meski terkesan mendompleng, produk snack ini cukup laris di pasaran.

Produk Siantar Top lain yang mirip dengan produk sejenis adalah Leanet. Produk ini mirip dengan desain Leo Keripik Kentang dari Garudafood. Ada pula Leanet Tator. Font dan kombinasi warna pada tulisan "Tator" dibuat mirip dengan Taro dari Unilever.

Meski memiliki desain yang dibuat mirip dengan kompetitornya, produk Siantar Top sudah mempunyai segmen pasar sendiri. Produk mereka juga laris di pasaran.

Namun, menurut hemat saya lebih baik menciptakan merek dengan lebih mandiri dan berdiri sendiri. Hal ini akan lebih mengukuhkan perusahaan pemilik merek sebagai total fighter. 

Salam.

5 Tips Pengembangan Merek Deterjen Laundry

Contoh Desain Logo Deterjen Laundry "GLAM"



Sekedar berbagi tips untuk Anda produsen deterjen laundry.

Bisnis laundry terus berkembang. Setiap hari selalu saja ada outlet laundry baru yang dibuka. Kini mencucikan pakaian di laundry sudah bukan gaya hidup mewah lagi, sebagian masyarakat sudah menjadikannya sebagai rutinitas dan kebutuhan. Tentu saja hal ini membuat demand atas deterjen industri semakin meningkat.

Seiring dengan hal tersebut, banyak bermunculan produsen deterjen laundry dan bahan kimia turunan di sekitarnya. Ada yang hanya untuk konsumsi pribadi, dijual eceran hingga mendirikan manufakturing yang profesional.

Banyak produsen deterjen ini yang sedang bergerak dalam masa transisi dari industri rumahan ke bisnis profesional. Beberapa berhasil merangkak dengan progress positif, tapi sebagian juga stagnan dan bahkan berhenti berproduksi. Ada beberapa penyebab sebuah industri bisa berhenti atau bangkrut dan tinggal kenangan.

Tips di bawah ini mungkin bisa membantu Anda mengingatkan agar tetap fight, solid dan growing up.

1. Merek. Buatlah merek dengan berprinsip pada beberapa hal ini. Merek harus lugas, mudah diingat, memberi rasa bangga, berkesan positif dan dapat diterima di pasar. 

Sesorang pernah mengajukan merek ke saya dengan nama "BR8". Saat saya tanya artinya, dia jawab "BR8" dari kata "Bright" dibaca bright/bra-eit. Sekilas memang tujuannya bagus, tetapi susah dibaca sekaligus susah dikenali frasenya. Orang tersebut suka dengan nama ini tetapi belum tentu pasar bisa "menerimanya". Saya mengambil analogi, jika membuat merek atas dasar kesukaan dan ego, sementara orang lain susah mengenali itu seperti memilih hidangan kue lebaran yang hanya kita yang doyan, sementara tamunya tidak suka dan tidak tahu cara memakannya. :) 

Lalu, merek yang dicreate berdasarkan emosi juga belum tentu baik, meski juga bisa growing. Misal, jika kita bekerja di deterjen Mawar, lalu setelah resign kita buat sendiri dengan merek deterjen Melati. Ini terkesan sangat sempit. Terkesan tujuan Melati hanya untuk menempel Mawar, bukan menguasai market secara luas.

2. Desain dan kemasan. Mengembangkan sebuah merek bukan hanya soal kualitas barang. Desain tampilan logo, materi iklan, desain kemasan harus memberi efek "wow". Serahkan kepada desainer grafis untuk mengolah merek Anda dengan desain terbaik. Lihatlah desain dengan kacamata umum, bukan berdasarkan kesukaan pribadi. 

Soal kemasan, banyak produsen deterjen menggunakan jerigen bekas. Ini tidak haram. Boleh-boleh saja. Syaratnya: kemasan daur ulang harus sudah steril. Baik kebersihan luar maupun dalam. Pastikan sudah tidak ada efek bahan kimia lain di dalam jerigen. Bersihkan bagian luar jerigen sampai bersih, lalu beri label Anda sendiri. Ini bisa memangkas biaya produksi. Jangan gunakan jerigen bekas yang masih kotor, bersisa label bekas atau tulisan spidol bekas. Semakin cantik kemasan, semakin gemas orang menggunakan produk Anda. Jangan hanya berpikir soal kualitas deterjen, tapi pikirkan juga soal kemasan dan desain label. Ini tidak bisa dibantah, karena kita sedang membicarakan pengembangan brand. Harus komprehensif.

3. Konsisten. Anda boleh memberi warna pink untuk parfum Snappy, hijau untuk Green Tea, kuning untuk Akasia dan lain-lain. Tetapi Anda harus konsisten. Jika memutuskan memberi warna tertentu untuk setiap varian, pastikan ini akan menjadi ciri khas produk Anda. Jangan berubah-ubah. Sekali Anda merubah karakter setiap varian, saat itu juga pelanggan Anda akan menurunkan tingkat kepercayaan. Produk Anda bisa dibilang palsu atau abal-abal. Jadi, konsistenlah.

Kasus lain. Deterjen cair, tepol dan emulsifier mungkin karakternya hampir sama. Jangan beri pelanggan Anda deterjen cair saat dia minta emulsifier atau sebaliknya. Jangan beri dia tepol saat dia minta deterjen cair. Jika stok memang sedang kosong, beri dia pengertian, jangan hanya selling oriented alias yang penting jualan. Beberapa pelanggan memang tidak banyak paham soal ini, tapi hasil kerja produk Anda akan berbicara. Hasil yang tidak sesuai harapan hanya akan menurunkan tingkat kepercayaan. Pada saatnya, Anda akan ditinggal pergi oleh pelanggan. Mau?

4. Pengiriman. Saat calon pelanggan luar kota menanyakan perkiraan waktu barang terkirim, berilah jawaban yang masuk akal. Bekerjasamalah dengan perusahaan ekspedisi yang bisa dipercaya dan memberi ketepatan dalam waktu pengiriman. Pastikan barang terkirim sampai ke alamat pemesan. Jika memang harus melalui jasa titipan, berikan informasi yang jelas di pool mana dan kapan si pemesan harus mengambil barangnya. Ingat, orang lebih suka memesan barang lalu sampai di depan pintu rumah mereka. 

5. After sales. Layanan purna jual (after sales) adalah layanan yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah tata niaga distribusi. Garansi, konsultasi, kemudahan repeat order adalah bagian dari purna jual. Setelah berhasil menjual, jangan kemudian Anda lupakan si pembeli. Jadikan dia keluarga dalam jaringan distribusi Anda. Ajak mereka bicara, sesekali disapa dan ajukan pertanyaan jika ada kendala dalam pemakaian atau penjualan mereka. 

Jika pembeli adalah reseller, berikan tips penjualan dan bantu dia dalam promosi. Jangan buat penjualan terputus. Putusnya komunikasi hanya akan memutus jalur distribusi dan menghambat penetrasi produk. Ini akan membuat brand Anda mati suri, atau bahkan mati beneran. 

Berikan pula kemudahan garansi, tukar barang bahkan bila perlu lakukan refund jika sebagian produk Anda dinilai gagal fungsi. 

Demikian tips dari saya. Semoga bermanfaat.
image

Brand Development

Saya adalah blogger, penulis, citizen journalist sekaligus praktisi marketing. Konsultan pengembangan merek, penyusunan sistem franchise. Trainer marketing, sales dan online advertising

image

Web Development

Anda butuh website atau blog pribadi? Untuk pengembangan usaha, LSM, organisasi, sekolah, toko online atau perusahaan Anda? Silahkan hubungi saya 0812-2222-0750 atau kirim email ke mr.antowiyono@gmail.com