Tuesday, November 16, 2010

Perlukah SKCK pada berkas lamaran kerja?

Pernah suatu hari ada seseorang menelpon saya menanyakan perihal iklan lowongan kerja yang saya pasang di sebuah situs iklan terkemuka. Dia menanyakan berbagai hal mengenai persyaratan dan gaji yang disediakan perusahaan. Namun saya memilih untuk tidak terjebak pembicaraan terlalu jauh karena bagi saya akan lebih baik pembicaraan dilakukan di kantor saat wawancara.

Lalu saya tutup pembicaraan yang sebenarnya baru saja dimulai tersebut dengan meminta orang itu untuk mengajukan saja berkas lamaran kerja untuk selanjutnya kami seleksi. Namun orang itu menjawab, “aduh maaf, Pak. Saya belum melengkapi persyaratannya, termasuk SKCK..”

Hallooow.. Hari gini masih sibuk mikir SKCK? Gumam saya dalam hati. Tapi saya coba akomodir kegelian dalam hati saya tersebut dengan mengatakan bahwa SKCK bisa menyusul, ajukan saja dulu Curriculum Vitae atau Riwayat Hidup beserta kelengkapan lainnya seperti biasa.

Lalu saya berpikir, seberapa pentingnya SKCK tersebut bagi perusahaan dan bagi si pelamar? SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), atau dulu disebut SKKB (Surat Keterangan Berkelakuan Baik) adalah sebuah surat yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Kepolisian Resort (Polres) yang menyatakan bahwa si pemohon adalah orang yang tidak terdapat dalam catatan tindak kejahatan di kepolisian, baik sebagai pelaku tindakan kriminal atau pernah terlibat tindak kriminal. Dari ledger atau buku besar kepolisian tersebut diperoleh keterangan bahwa si pemohon terbebas dari daftar pelaku tindak kejahatan dan akhirnya dikeluarkanlah surat keterangan yang kini disebut SKCK.

Memang ada perusahaan yang mewajibkan semua pelamar atau karyawannya memiliki SKCK. Yaitu sebagai referensi bahwa pelamar atau karyawan tersebut terbebas dari riwayat kriminal dan perusahaan tentunya merasa aman jika bisa memastikan bahwa semua karyawannya terbebas atau belum pernah tersangkut perkara kriminal. Perusahaan ini biasanya bergerak di bidang keuangan seperti perbankan, perusahaan penyedia layanan keuangan atau finance, distributor atau perusahaan yang memiliki aset-aset yang rentan untuk diselewengkan oleh karyawannya. Tapi apakah menjamin bahwa pemegang SKCK/SKKB semuanya memiliki tabiat baik? Atau berkelakuan baik meski memiliki surat keterangan berkelakuaan baik? Belum tentu.

Bagi si pelamar, biasanya memang akan mengusahakan untuk memiliki surat ini. Dengan harapan jika ia memiliki surat keterangan tersebut maka ia akan lebih percaya diri sebagai orang baik sesuai singkatan surat tersebut. Selain itu banyak pelamar kerja yang selalu melampirkan SKCK dan Kartu Kuning sebagai syarat kelengkapan pendukung rasa percaya dirinya.
Tapi puluhan kali saya mewawancarai pelamar kerja, nyaris tak pernah saya perhatikan SKCK tersebut. Tidak pula saya tanyakan apakah dia memilikinya atau tidak. Bagi saya (mungkin juga beberapa orang/perusahaan lainnya) memiliki karyawan baru dengan pengalaman dan kesiapan kerja serta kemampuan yang sesuai kebutuhan kita adalah menemukan orang yang qualified. SKCK bukanlah jaminan untuk seseorang memiliki kelakuan yang baik. Karyawan baru yang “siap pakai” justru menjadi pilihan dalam kompetisi dunia usaha saat ini. [tri]
gambar diambil dari koran-jakarta.com

Wednesday, November 10, 2010

Menyumbang relawan dengan TELKOMSELPoin

Suatu ketika saya di undang seorang teman fesbuk untuk ikut bergabung dalam sebuah grup peduli korban Merapi. Namanya MERAPI CARE. Gabungan anak-anak mahasiswa Plantagama UGM Jogjakarta. Saya tidak kenal pentolannya, apalagi personelnya satu-persatu. Saya hanya kenal seseorang bernama Indah yang pertama kali mengundang saya bergabung. Indah ini teman satu corp dengan saya di Sampoerna Telekom. Tapi dia di Jakarta, saya di Jawa Tengah. Indah adalah alumni UGM sehingga bergabung dan ikut memprakarsai grup MERAPI CARE ini. Saya melihat aktifitas mereka melalui dunia maya saling berkoordinasi, saling share lokasi, keadaan, kondisi jalan, kondisi pengungsi, jumlah bantuan yang diperlukan, jenisnya, apa yang kurang, apa yang berlebihan dan sebagainya. Semua diposting dari lokasinya masing-masing. Saya bingung karena ingin membantu tenaga tapi saya harus bekerja, ingin membantu materi tapi jujur saya belum bisa.

Suatu hari iseng-iseng saya cek poin di kartu simpati saya dan saya melihat ada delapan ribu sekian poin. Kemudian saya buka situs web Telkomsel dan mencari tahu bagaimana cara menukarnya. Setelah tahu keywords dan ketentuannya, saya kirimkan beberapa poin saya dengan saya tukar gratis bicara ke teman-teman saya sesama pengguna Telkomsel. Mereka senang. Lalu saya kemudian berpikir, alangkah bergunanya jika poin ini saya tukar dengan pulsa atau gratis bicara lalu saya transfer ke teman-teman relawan merapi.

Akhirnya saya kontak Indah melalui fesbuk dan kemudian berlanjut ke sms dan telepon untuk meminta nomor teman-teman relawan MERAPI CARE. Sesaat kemudian saya mengantongi banyak sekali nomor. Lalu saya transfer poin itu menjadi gratis bicara dan gratis sms ke nomor teman-teman relawan tadi. Mereka senang dan sayapun senang bisa membantu mereka dalam berkoordinasi sesama tim di lokasi bencana. Karena saya berpikir mereka pasti membutuhkan pulsa, selain makan dan bensin untuk wira-wiri kesana kemari. Alhamdulillah setiap kali saya mengisi pulsa dan menggunakannya, saya mendapatkan poin tambahan lagi, begitu seterusnya hingga saya bisa mentransfernya berkali-kali.


Nah, TELKOMSELPoin ini dimiliki oleh setiap pengguna kartu TELKOMSEL (simPATI dan KartuAs).
Berikut ini keywords setiap penggunaan TELKOMSELPoin. Semua sms di kirim ke 777
Ketik POIN : untuk mengecek jumlah poin.
Ketik HANGUS : untuk mengecek poin yang akan segera kadaluarsa
400 poin bisa ditukar dengan 50 menit bicara.
800 poin bisa ditukar dengan 100 menit bicara.
100 poin bisa ditukar dengan 50 SMS gratis.
200 poin bisa ditukar dengan 100 SMS gratis.

Gratis bicara dan gratis SMS bisa digunakan untuk ke sesama Telkomsel. Bonus dari penukaran poin ini memiliki masa aktif selama satu bulan. (Beda dengan bonus dari Telkomsel Talkmania yang berlaku hanya sampai jam 23.59). Penukaran gratis bicara atau gratis SMS bisa untuk nomor sendiri atau nomor orang lain yang dikehendaki. Cara mengirim atau meredeem poin menjadi gratis bicara atau SMS:

Contoh:
MENIT100(spasi)081232425267 <= poin akan berkurang 800 ditukar dengan gratis bicara selama 100 menit untuk nomor 081232425267
SMS100
(spasi)081232425267<= poin akan berkurang 200 ditukar dengan 100 SMS gratis untuk nomor 081232425267

Nah, jika Anda ingin membantu relawan di lokasi bencana, carilah kelompok relawan yang Anda anggap kredibel, bergabunglah dengan mereka. Lalu dengan memiliki nomor kontak mereka Anda bisa berbagi meski hanya sekedar pulsa bonus. Jadi, kirimkan poin Anda dengan menukarkannya menjadi gratis bicara atau gratis SMS dengan format seperti diatas. Agar relawan tetap bisa berkomunikasi dengan lancar tanpa terlalu banyak memikirkan pengeluaran pulsa, sementara Anda sendiri dengan menukarkan poin ini juga tidak berkurang jumlah pulsanya tapi tetap bisa membantu sesama. Info lebih banyak ada di Website Telkomsel


[artikel ini merupakan murni pengalaman pribadi sebagai pemakai kartu simPATI, tidak terkait dengan misi advertisment atau sejenisnya. Jika operator lain memiliki program seperti ini bisa juga dipergunakan]



Monday, November 8, 2010

[Kutipan dari koran masa depan] RCTI RESMI TUTUP

Jakarta, Jumat Kliwon 13 Januari 2011. Sindo.

Sehubungan semakin menurunnya rating semua acara di RCTI akbibat kurangnya independensi dan balancing dalam pemberitaan berakibat kini RCTI nyaris siaran tanpa penonton dan tanpa iklan. Praktis, sejak beberapa minggu yang lalu RCTI tidak lagi menayangkan iklan baik iklan komersial maupun iklan layanan masyarakat. Hal ini karena investor, dalam hal ini pengiklan sudah mencabut semua kontrak kerjasama iklan di RCTI dan mengalihkannya ke televisi lain. Hal tersebutlah yang menurut Managing Director RCTI Jhon Jhancock Kirix menjadikan alasan kenapa RCTI menyatakan resmi tutup mulai hari ini.

”Kami terpaksa menutup semua kegiatan broadcast kami dan secara resmi kami sudah tidak lagi siaran mulai besok (hari ini-red). Hal ini karena kami kesulitan mencari pengiklan maupun investor lain yang sebetulnya menurut kami akan menguntungkan bagi pengiklan dengan beberapa program kami untuk pengiklan. Tapi pengiklan tak satupun yang berminat kecuali pada hari ini mungkin masih ada iklan layanan masyarakat yang tayang hingga petang nanti yakni berita kematian dan iklan undangan arisan ibu-ibu di RT 4/RW12 Kelurahan Menteng. Itupun sebetulnya nyaris gratis karena Ketua RTnya adalah istri saya sendiri.” tegas Jhon.

Selain itu Jhon juga menyatakan bahwa pihaknya kini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait masalah piutang dengan investor dan seorang pengusaha katering untuk makan siang karyawan RCTI. Sambil berkaca-kaca Jhon mengatakan bahwa sejak beberapa minggu yang lalu ia menjadi tidak pernah tidur nyenyak dan ingin sekali mengakhiri hidupnya.

Sementara itu Persatuan Artis Narsis Indonesia (Panasindo) juga menuntut RCTI untuk segera melunasi hutangnya Rp. 13,13 milliar kepada 13 Production House yang didalamnya terkait dengan 113 artis yang hingga kini belum terselesaikan. Menurut Ketua Panasindo Herman Terheran Heran dalam keterangan persnya di sela-sela acara penganugerahan Artis Paling Narsis di studio NtarTV kamis malam, RCTI sebenarnya sudah sangat diuntungkan oleh pihak PH beserta artisnya karena mereka para artis ini rela dibayar separo dari tarif biasanya di setiap acara, bahkan dalam Konser Akhir Tahun yang bertajuk ”ORA NDELOK RCTI ORA PATHEKEN” di Ancol akhir tahun lalu, semua artis menganggap bahwa acara tersebut adalah Charity Show alias konser amal dan semua iklan dan Karcis Tanda Masuk Rp. 2500/lembar pada acara tersebut seluruhnya diserahkan untuk membantu pihak manajemen RCTI dalam melunasi hutang-hutangnya kepada berbagai pihak.

Seperti diberitakan sebelumnya, RCTI mulai kehilangan rating sejak awal November tahun lalu ketika dalam sebuah program Silet (kini tidak tayang lagi) presenter Fenny Rose dengan lantang (baca:intonasi kuat) menyatakan bahwa Jogjakarta adalah Kota Bencana, Malapetaka dan sebagainya. Prediksi-prediksi tentang bahaya Merapi disebutkan dalam program tersebut hingga membuat banyak orang kalang kabut dan resah. (bersambung ke hal 4 kolom 13)

Baca berita terkait:

Bos RCTI terancam masuk bui.

Demo ratusan karyawan RCTI padati Gedung Dewan.

Akankah RCTI bangkrut?

RCTI (Ramai Cerita Tanpa Iklan)

PN Jaksel menangkan gugatan investor RCTI.

..................

Nb. Kutipan headline news diatas adalah sekedar prediksi. Siapa tahu muncul bener tahun depan. :D Emangnya hanya Fenny Rose yang bisa bikin prediksi? Gue juga bisa dong. Kalau prediksi ini meresahkan masyarakat terutama Fenny Rose, gue juga bisa lho bikin running text permintaan maaf, tapi khusus di tivinya Fenny Rose...hehehe.

...........

NB (lagi): sekitar dua jam setelah saya publish, artikel ini dibawa seseorang ke Kaskus dan mendapatkan komentar beragam.

Saturday, October 30, 2010

Refleksi Bencana: Mentawai Dan Merapi

Duka mendalam kini sedang dirasakan bangsa Indonesia. Bencana datang silih berganti, seperti ingin menunjukkan kuasanya. Belum sempat kita ini melihat kepedihan Kepulauan Mentawai, mata dunia terpana melihat amukan Gunung Merapi. Kita hanya bisa tertegun, hanya bisa menangis dan bersedih. Rumah-rumah hancur disapu air bah dari laut. Tanpa ampun. Tanpa pandang bulu. Rumah ibadah, rumah tinggal, tempat bermain, sekolah tempat anak-anak menimba ilmu, semua hancur berantakan. Tidak hanya rata dengan tanah, namun bangunan-bangunan itu berpindah entah kemana. Entah kedasar laut ataupun tersangkut di pepohonan. Semua hilang. Semua musnah.

Taman bermain anak-anak kini musnah. Riuh rendah mereka setiap sore pulang dari surau kini tak ada lagi. Tempat berkumpulnya para nelayan kini entah dimana letaknya. Tak ada lagi yang bisa dikenali. Tahun demi tahun mereka membangun pemukiman itu. Puluhan tahun mereka menghuni rumah kesayangan dan kebanggaan mereka, kini tak ada lagi hasil kebanggan itu. Jerih payah orang tua mendidik anak-anak mereka, menyekolahkan mereka, mengajari mereka bersopan santun, mengaji dan belajar, kini hanya tinggal kenangan bagi pepohonan yang diam tanpa kata. Air bah merenggut semuanya.

Ada yang terluka, ada yang hilang, ada pula yang meninggal. Menyisakan kepedihan yang sangat dalam. Tangisan mereka kini semakin menjadi-jadi. Membayangkan betapa sakitnya masa depan tanpa orang-orang yang selama ini mereka sayangi. Seorang ayah yang selalu dengan sabar membimbing anak-anaknya. Ibu yang selalu melindungi anak-anaknya. Anak-anak yang selalu patuh dan hormat kepada orang tuanya, kini tak ada lagi.

Gelak tawa ibu-ibu di arisan, khidmatnya suasana surau saat majelis taklim digelar, saling tegur sapa, saling berbagi dan saling membantu, kini mereka sedang dimana, dan entah bagaimana keadaan mereka.

Tak hanya di tepi pantai Mentawai. Yang di lereng gunungpun tak luput dari bencana. Gunung Merapi memuntahkan hawa panasnya menyapu lerengnya dengan hawa ratusan dejarat. Semua panik, mengungsi, lari tunggang langgang menghindari amukan sang merapi. Tak ada yang bisa diselamatkan kecuali jiwa dan raga. Hewan piaraan dibiarkan tertinggal dan mati terpanggang. Yang belum sempat menyelamatkan diripun akhirnya juga ikut meninggal akibat panas yang teramat sangat. Abu vulkanik dimana-mana. Debu menjadi pemandangan yang menutupi apapun yang ada disana. Pepohonan mati. Terbakar. Tumbang. Hancur. Layu dan mengering. Semua karena bencana panas bumi yang dimuntahkan sang merapi.

Kini rasa was-was masih menggoda. Menyusup kedalam jiwa semua yang berada disana. Bencana bisa saja datang kembali sewaktu-waktu tanpa kenal ampun. Tak ada yang tahu kapan bencana terjadi. Mereka hanya harus waspada, siaga dan awas.

Bencana yang datang itupun bukan kehendak manusia. Bukan permintaan siapapun. Itu hanyalah sebagian kecil bukti kekuasaan Nya. Tak ada yang kekal. Tak ada yang abadi. Semua bisa hancur oleh kehendakNya. Manusia juga tak bisa menghindarinya. Lagipula tak ada yang berniat mendekati bencana, tak ada yang menginginkan petaka. Mereka bermukim disana juga bukan kehendak mereka. Mereka hanya menempati lahan pemberian Tuhan. Mereka bermukim dengan penuh pengharapan akan masa depan. Laut itu, yang penuh ikan, yang penuh kekayaan mereka kelola, mereka nikmati sebagai karuniaNya. Sambil terus menggantungkan masa depan dari hasil laut. Mereka tak ingin ada tsunami, mereka tak ingin air laut itu naik ke pemukiman mereka.

Begitu juga yang di lereng gunung. Puluhan tahun bahkan ratusan tahun mereka bermukim disana, juga karena hanya ingin bersyukur atas nikmatNya berupa pegunungan yang subur dan kaya akan hasil alam. Mereka kelola, mereka nikmati dan mereka syukuri. Sambil terus menggantungkan pengharapan akan masa depan dari pegunungan. Hanya itu. Dan hanya itu. Mereka tak ingin ada gunung meletus. Tak ingin ada bencana. Mereka hanya harus menyadari bahwa Tuhan bisa melakukan apa saja yang ingin ditunjukkanNya.

Kini mereka sedang terluka, berduka dan bersedih. Kini sementara mereka larut dalam kesedihan mereka. Namun kita tak boleh membiarkan mereka menanggung sendiri apa yang mereka rasakan. Kita yang di sini harus bersyukur masih diberi keselamatan dan terhindar dari bencana dengan cara membantu mereka. Uluran tangan kita, kepedulian kita sangat mereka harapkan. Mereka butuh makan, mereka butuh tempat tinggal. Mereka kini butuh rasa aman dan nyaman. Jiwa mereka, raga mereka sangat pedih saat ini. Jangan biarkan mereka merasa sendiri. Kita yang di sini harus menunjukkan kepada mereka bahwa mereka juga saudara kita, sahabat-sahabat kita. Kita pedulikan mereka. Mereka masih harus punya masa depan. Jangan biarkan mimpi-mimpi mereka tentang masa depan hilang karena bencana. Mari bersama bangkitkan mereka.

Benarkah Minat Baca Kita Rendah?


Mereka yang tidak bisa membeli koran, baca berita di hp apalagi internetan, memilih menyalurkan minat bacanya dengan koran dinding seperti ini. ratusan orang mengunjungi stand kording ini setiap harinya. sedangkan kita, setiap hari bisa online, bisa baca ini itu, lihat ini itu, sudah saatnya kita mengambil sisi positif dari internet. caranya? blogging, nulis2 artikel,baca berita, share berita, hingga mengikuti program network marketing yang kini banyak bejibun di dumay. asal pintar-pintar saja menyeleksi, banyak kok manfaat positif internet bahkan dari segi financial alias pemasukan dari internet. mau ikut jualan modem? bisa juga.

Jangan kalah dengan orang-orang yang di foto ini yang memiliki minat baca dan keingintahuan yang tinggi.

Monggo, sareng-sareng..........

Indahnya Jatuh Cinta Setiap Hari

Ingat saat-saat pertama menjalin hubungan dengannya? Tentu indah bukan saat itu? Namun terkadang waktu berjalan membawa kita menuju lunturnya kasih sayang dan kemesraan. Tak ubahnya baju yang sudah mulai usang, kemesraan pasanganpun kerap kali berkurang dan pudar. Artikel ini mungkin saja baik untuk introspeksi diri bagi yang sudah menemukan pasangan dan sedang berjalan atau bagi Anda yang belum menemukan sebagai bahan referensi kelak jika Anda sudah menemukan pasangan hidup. :-D

Ada lima hal yang bisa saya kutip sebagi bahan obrolan kita kali ini. Saya ambilkan cerita singkat sebagai ilustrasi agar mudah memahami.

* Kompromi

Ketika istri mengajak suami makan malam di depot bakso langganan dan sudah mempersiapkan diri berangkat tiba-tiba teman lama suami datang dan kemudian suami ngobrol berlama-lama dengan temannya tersebut. Tak harus marah ketika hal ini terjadi, biarkan suami menemui teman lamanya tersebut meskipun mungkin saja acara makan malam bakso akan gagal. Tidak selalu harus pasangan memaksakan sesuatu yang menjadi kehendaknya. Begitupun suami, saat sore hari ketika anak-anak waktunya mandi sore tapi istri masih di rumah Bu RT karena istri sedang menjadi panitia arisan atau pertemuan ibu-ibu, tak ada salahnya suami yang memandikan anak-anak dan dengan senyum menyambut kedatangan istri dari arisan.

* Cintai pasanganmu

Tanpa cinta sebuah hubungan takkan bertahan lama, ini benar. Tapi bukan berarti hanya dengan cinta saja kita mempertahankan sebuah hubungan. Karena cinta bisa saja memudar. Cobalah ingat saat-saat indah yang pernah kalian lewati. Ajaklah pasangan ke tempat favorit kalian. Beri kejutan sesekali. Tak ada salahnya seorang suami pulang kerja mampir ke butik lalu memilih sepotong gaun atau baju untuk istri. Atau mungkin Anda ingat pasangan Anda pernah mengatakan ingin membeli sesuatu? Cobalah beri kejutan dengan membelikannya tanpa ia ketahui. Buatlah Anda dan pasangan Anda merasa jatuh cinta setiap hari. Saat sedang lunch break atau sedang santai di kantor, kirimkan sebuah sms yang isinya “I love you”.. itu pasti akan membuatnya senang dan mengharapkan Anda segera pulang dan Anda akan menemuinya dirumah dalam suasana fresh dan dengan senyuman hangat.

* Beri waktu luang untuk diri Anda sendiri.

Sesekali saat pulang kantor Anda boleh saja makan sendiri di kafe atau di tempat yang sebetulnya favorit kalian berdua. Atau mungkin Anda pulang kerja melewati tempat yang indah seperti taman, pemandangan alam atau semacamnya. Cobalah berhenti sejenak dan menikmati sendiri. Hal seperti ini memberi Anda waktu luang untuk berkomunikasi dengan diri sendiri tanpa melibatkan urusan kantor atau urusan rumah tangga. Dan saat-saat seperti itu jika Anda ‘nikmati’ akan menimbulkan rasa rindu dan ingin segera menemuinya dirumah.

* Jadilah Supporter Utama baginya.

Terkadang pekerjaan di kantor tidak selalu berjalan dengan baik. Ketika pasangan Anda sedang berusaha memberikan yang terbaik kepada perusahaan dan kemudian mendapatkan simpati dari pimpinan, ada orang lain di divisi yang sama menganggap itu adalah sebuah tindakan yang ‘menjilat’. Padahal pasangan Anda tahu benar bagaimana memberi performa yang terbaik dan bisa mengambil hati pimpinan. Hal seperti ini terkadang menjadikan pasangan Anda menjadi bad mood. Anda sebagai orang yang lebih banyak waktu dengannya dan tahu persis siapa dirinya tentu harus memberinya dukungan menjadi supporter utama baginya. Meski mungkin Anda juga sering mengalami hal seperti itu di kantor Anda tapi saat pasangan Anda sedang down, Anda harus mengambil peran sebagai motivator dan supporter buatnya.

* Jujur dan Percaya

Ketika Anda mendapatkan insentif atau bonus dari kantor lalu memberitahu pasangan Anda dan menggunakannya sesuai kebutuhan serta sepengatuhan bersama, hal ini tentu akan sangat menyenangkan. Anda telah melakukan sesuatu dengan jujur. Atau ketika Anda mendengar gossip bahwa di kantor pasangan Anda banyak terjadi perselingkuhan atau mungkin malah kencan buta tapi Anda tetap bisa tenang karena sudah bisa memastikan bahwa pasangan Anda tidak akan mungkin melakukan hal itu. Anda percaya padanya. Ini juga akan membuat semuanya berjalan dengan baik dan tetap komunikatif. Ketika kita jujur, kita tak perlu membuang banyak energi untuk menyembunyikan sesuatu. Begitu juga ketika kita percaya pada pasangan kita, maka kita tak perlu buang-buang tenaga untuk terus mencurigainya…

[diambil dari berbagai sumber, pengalaman pribadi :D, dan ini hasil ketikan saya asli, bukan kopi paste]
Juga dimuat di Kompasiana
Gambar diambil dari Google

Sunday, August 29, 2010

Catatan Tentang Kekurangan Facebook

Sejak pertama diluncurkan hingga saat ini Facebook tak henti melakukan pembenahan di semua layanannya. Program pembenahan sistem di Facebook juga dikejar oleh semakin banyaknya pengguna internet yang mendaftarkan diri di Facebook. Kerapkali pertumbuhan jumlah member Facebook dituding sebagai penyebab terjadinya error atau lambannya koneksi ke server milik Facebook. Bahkan hingga saat inipun fitur Instant Messenger (IM) milik Facebook masih sering dikeluhkan penggunanya karena sering putus nyambung. Hingga terkadang sebuah pesan singkat terkirim lebih dari satu kali. Tentunya ini membuat pengguna kurang nyaman.

Hal ini sangat beralasan karena pertama kali diluncurkan, facebook bukanlah produk dari perusahaan software atau sistem informasi besar seperti Google ,Yahoo! atau Microsoft. Facebook hanyalah kreasi seorang mahasiswa. Wajar jika Facebook terus melakukan pembenahan.

Selain hal-hal tersebut, saya memiliki sedikit ganjalan terkait sistem database otomatisasi di Facebook. Salah satunya adalah diperlukan adanya pembatasan atau teguran bagi user yang mengupdate status terlalu banyak dalam sehari. Saya memiliki banyak teman yang kerap mengupdate status lebih dari 10 kali dalam satu jam. Terkadang sebuah status belum selesai kita beri komentar, status lainnya dari user yang sama sudah di naikkan. Ini kerap merepotkan terutama bagi pengguna facebook mobile atau Web Seluler. Belum lagi dengan adanya Status Generator yang menggunakan sistem penjadwalan otomatis sejenis Sendible, dimana seorang pemilik akun Facebook bisa menuliskan banyak status sekaligus di sebuah situs Status Generator lalu menjadwalnya sesuai kebutuhan untuk diupdate satu persatu.

Selain itu ada juga sistem database kekerabatan di Facebook yang menurut saya janggal. Kini banyak sekali seorang pengguna Facebook dengan leluasa menambahkan seseorang atau lebih sebagai saudara, orang tua atau anaknya di Facebook. Setelah saling konfirmasi mereka lalu menjadi kerabat atau saudara di Facebook. Yang janggal adalah ketika dalam database seseorang yang lebih tua di cantumkan sebagai adiknya. Atau seorang user laki-laki dicantumkan sebagai Saudara Perempuan. Ini aneh. Seharusnya sistem milik Facebook bisa membaca dan mendeteksi apakan pencantuman kekerabatan yang dilakukan oleh seorang pengguna Facebook tersebut valid atau tidak. Jenis kelamin, umur dan hal-hal lainnya perlu di perhatikan. Agar tidak terjadi seorang Perempuan usia 21 tahun memiliki seorang anak berusia 34 tahun. Atau pria bernama Agus Sujono dicantumkan sebagai saudara perempuan oleh pengguna lainnya.[tri]

Wednesday, August 25, 2010

Uji Nyali Dengan Miras Oplosan

Beberapa bulan yang lalu kita di hebohkan oleh berita beberapa orang tewas akibat menenggak miras oplosan di Cirebon Jawa Barat. Sedikitnya 7 orang mati konyol akibat minuman yang menantang maut ini. Hari ini, kita kembali di hebohkan oleh berita 11 orang mati konyol akibat minuman keras oplosan di Jagakarsa Jakarta Selatan. Sebagian orang menyebut sebagai jamu oplosan karena minuman tersebut di ramu di sebuah kedai jamu seduh. Beberapa orang masih dirawat dalam kondisi kritis akibat hal ini. Tentu saja hal ini sangat mencengangkan karena terjadi pada saat bulan Ramadhan. Bulan yang seharusnya tenang karena pada bulan ini umat muslim berramai-ramai mencari berkah.

Miras oplosan sebetulnya bukan barang asing di sekitar kita. Nyaris di semua tempat di Indonesia bisa jadi minuman jenis ini mudah di temui. Namun ada yang menarik untuk kita kaji mengenai miras oplosan ini. Seperti yang di sampaikan pejabat kepolisian di beberapa media yang menyebutkan bahwa peredaran miras oplosan ini sulit di deteksi. Ya, memang. Bagaimana bisa mendeteksi miras oplosan jika polissi tidak dating ke kedai tersebut? Sebab miras oplosan ini sebetulnya bukan barang komoditi yang menggunakan sistem distribusi yang nyata. Karena memang tidak ada distribusi miras oplosan dimanapun di Indonesia. Yang ada adalah distribusi beberapa bahan yang di jual secara terpisah.

Lihat saja beberapa bahan cairan yang di oplos oleh Sarimin (tersangka Miras Oplosan di Jagakarsa). Whiskey, Alkohol, Pasta Asem Jawa, Benzoat Soda, Zat Pewarna, Rempah-rempah. Dari kesekian bahan tadi, mungkin hanya Whiskey yang berbahaya dan distribusinya sangat perlu di perketat. Meski praktek di lapangan seorang agen minuman keras dengan mudah mendistribusikan berbagai minuman keras berbagai merek ke pengecer termasuk Sarimin sebagai pengoplos di Jagakarsa tersebut. Banyak agen minuman keras ini sengaja mencari beking oknum polisi atau tentara agar usahanya lancar dan terhindar dari razia atau operasi pekat (penyakit masyarakat)

Sedangkan bahan-bahan lainnya? Alkohol, kita bisa membelinya tanpa resep dengan mudah di apotik atau toko kimia. Pasta Asem Jawa, seperti pasta (ektrak buah untuk bahan baku es atau minuman segar) lainnya, bahan ini sangat dengan mudah di beli di toko bahan-bahan membuat kue. Begitu juga Benzoat Soda, Zat Pewarna dan rempah-rempah. Tak ada yang salah dengan distribusi berbagai bahan ini.
Namun sialnya, beberapa bahan tadi di campur jadi satu lalu kemudian diminum dengan dicampur lagi minuman Ginseng yang katanya bisa menambah stamina pria. Disinilah permasalahannya. Mereka yang tidak tahu tentang resep, tata boga dan ilmu herbal dengan percaya diri mencampurnya lalu menyuguhkan atau meminumnya.
Selain itu, kebanyakan mereka yang sering minum minuman keras kerap mencampur bahan utama miras seperti bir, vodka, whiskey, anggur, atau ciu dengan minuman yang tak seharusnya dicampur. Banyak mereka yang mencampunya dengan Kratingda*g, Poc*ri Sweat, Extra J*ss, F*nta, Spr*te, Coca C*la atau minuman lainnya. Disinilah awalnya. Nyaris tak ada minuman keras di Indonesia yang diminum secara single. Jadi, miras oplosan memang ada di mana-mana sejak lama.
Sekali seseorang meminum miras oplosan dengan komposisi tertentu maka suatu ketika jika dia mendapatkan komposisi baru maka akan mencobanya dan kemudian berkesperimen dengan komposisi-komposisi baru lainnya. Bahkan ada yang menambahkan cairan spiritus pada oplosan miras mereka. Untuk apa? Bagi mereka semakin keras yang mereka minum maka semakin mereka percaya diri dengan kemampuan perutnya.

Disinilah letak uji nyali mereka. Bagi mereka yang sudah tewas akibat minuman ini maka mereka dinyatakan kalah dan tak bisa mengikuti uji nyali berikutnya. Hehehehehe…. Kan udah mati.
Sekarang saya ajak Anda untuk ikut uji nyali. Yakni minuman berkarbonasi dicampur dengan bahan mentol. Caranya; ambil sebotol Sprite, buka tutupnya lalu masukkan sebutir permen Mentos. Tutup dengan cepat dan segera tinggalkan. Maka lihat, botol tersebut bisa membuka sendiri akibat tekanan gas soda dari dalam. Bahkan saking kuatnya, bisa jadi botol tersebut pecah atau meledak. Imagine if this happened in our stomach. You wanna try? [omtri.blogspot.com]
Artikel ini juga ada di Kompasiana
Gambar diambil dari Google.

Monday, July 27, 2009

Bisakah saya jadi penulis hebat?

Menjadi penulis adalah sebuah cita-cita saya sejak dulu. Pernah suatu saat saya membayangkan menjadi seorang wartawan yang bekerja aktif dalam bidang jurnalisme. Menjadi penulis narasi atau copywriter juga sering saya saya bayangkan ketika saya menikmati sebuah acara televisi yang didalamnya menyertakan narasi atau ulasan sebuah peristiwa seperti infotainment, jejak kasus, liputan investigasi tau sejenisnya. Saya membayangkan hebatnya menelusuri dan mengembangkan sebuah berita menjadi suguhan yang menarik dan lengkap dengan durasi yang lebih panjang.

Sejak kecil sebenarnya saya sudah mulai belajar menulis untuk saya publikasikan. Suatu ketika saya pernah meliput orang tua saya dalam pembuatan batu-bata dan saya kemas dalam sebuah tulisan lalu saya kirimkan ke sebuah penerbit majalah di Bandung. Namun entah bagaimana nasib tulisan saya tersebut hingga kinipun saya tidak tahu.

Ketika di bangku SMP sayapun pernah didaulat untuk mewakili kelas saya menulis karangan tentang Upaya Pemberdayaan Perpustakaan, dan hasilnya? Untuk kategori putra saya menjuarainya. Namun sayang, saat itu tidak ada kategori putra atau putri. Saya hanya mendapatkan juara ketiga dan di kalahkan oleh dua orang siswi yang sebenarnya saya sendiri lerih yakin jika tulisan saya adalah lebih baik, namun bagaimanapun selalu ada peraturan “keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat”.

Hingga kini saya masih terus mengasah kemampuan saya untuk bisa menjadi penulis. Sering saya membuat cerpen yang materinya saya ambil dari hal-hal yang ada di sekitar saya. Cerita-cerita yang terkadang hanya pendek coba saya jadikan sebuah cerpen yang membutuhkan banyak kata. Namun bukan berarti mbulet.

Saya juga memiliki konsep sebuah novel yang berlatar Gunung Muria pada tahun 2217. Ya, 2217 (duaribu duaratus tujuhbelas). Dalam benak saya, sudah terbentuk banyak sekali karakter dalam novel tersebut. Settingnya juga tidak sembarangan. Bayangkan saja tahun tersebut Gunung Muria sudah dikelilingi oleh sebuah jalan cincin atau jalan lingkar yang saya beri nama Muria Ring Road. Ring Road tersebut adalah berupa jalan tol yang banyak sekali terdapat jembatan layang yang mirip dengan Jembatan Kelok Sembilan di Sumatera. Tapi itu hingga kini masih berupa konsep di pikiran saya, meski sering saya update namun belum pernah sekalipun saya menuangkannya dalam tulisan. Entah bagaimana, rasanya saya malas dan tak tahu harus dari mana memulainya.

Tapi hingga kini beberapa tulisan dan ide tulisan saya sering di tolak oleh penerbit. Baik penerbit buku maupun penerbit harian umum. Entah bagaimana rumusnya hingga tulisan saya sering menjadi salah satu dari tumpukan dokumen sampah di meja redaksi mereka.


Patah arang? Tentu tidak. Saya tidak pernah surut untuk terus membakar semangat saya menjadi seorang penulis yang sukses. Yang hebat. Yang terkenal. Sampai-sampai saya mengumpulkan alamat beberapa penerbit yang ada di Indonesia. Alamat-alamat itu saya dapatkan dari buku-buku yang saya pinjam dari perpustakaan milik pemerintah daerah. Ya, saya menjadi anggota perpustakaan guna menambah pengetahuan saya terutama dalam hal menulis, baik menulis fiksi ataupun tema lain.

Kemudian saya bertemu dengan internet, yang semula saya pikir hanya sekedar browsing dan chatting. Ternyata di internet terdapat blogging, sebuah wadah atau cara agar kita bisa mengekspresikan pemikiran kita melalui tulisan. Dan lewat seorang teman chatting, saya diperkenalkan dengan blogging ini. Dan Alhamdulillah, selain mendapatkan berbagai ilmu di bidang internet, saya kembali bisa mengasah kemampuan saya dalam hal menulis.


Tapi saya masih membutuhkan sebuah asistensi dalam hal menulis. Hingga kini saya belum pernah berkonsultasi, meminta advisori kemanapun dalam hal pembuatan sebuah tulisan yang baik. Semua memang hanya saya dapatkan dari membaca. Beberapa tips dan cara menulis yang baik, hanya saya dapatkan dari membaca buku. Tapi saya rasa itu tak cukup. Saya tetap membutukan sebuah asistensi dalam hal ini. Tujuannya hanya satu, yakni saya menjadi seorang penulis yang hebat. Asistensi saya butuhkan selain untuk memberi saya bantuan dalam hal teknis juga saya perlukan guna membakar semangat saya dalam menulis. Sering saya menderita sebuah penyakit blogger yakni ‘Malaschenicus Postingkanthropus’ alias malas posting. Hingga blog yang saya kelola menjadi sebuah halaman kumuh berserakan sampah dan lumut yang menjalar kemana-mana, ibaratnya. Padahal, konsep pemikiran, ide posting, hingga outline artikel sering saya buat, tapi hanya menjadi seperti itu tanpa ada ujungnya sebuah postingan di blog.

Kini, di Facebook saya menemukan sebuah informasi tentang Lomba Penulisan yang bertema Aku Ingin Menjadi Penulis Hebat. Di Twitter juga ada sih, silahkan di klik disini bagi yang sering menggunakan Twitter. Menurut saya ini adalah sebuah jalan yang baik untuk memompa semangat saya, bagaimanapun saya harus mengikutinya. Lalu kemudian saya pelajari rules-nya. Dan sayapun menjadi sangat tertarik. Apa yang menarik? Hadiahnya, selain berupa uang, dalam lomba tersebut juga terdapat hadiah berupa buku yang berjudul ‘Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat’. Dari judulnya saya sangat antusias dengan hal ini. Apalagi setelah saya review beberapa halaman depan-nya secara gratis. Saya berpikir didalamnya pasti memuat banyak hal yang nantinya mampu mendobrak mental saya menjadi penulis yang konsisten antara ide dan semangat.


Sebenarnya saya bisa membeli buku itu untuk membekali mental saya menulis. Tapi saya berharap bisa mendapatkannya dalam bentuk hadiah lomba. Menurut saya sih, tidak mahal. Hanya Rp. 49.500. meski belum tersedia dalam bentuk cetak namun ebook atau soft copy buku ini pasti akan sangat membantu. Apalagi setiap pembelian ebook ini gratis voucher Rp. 200.000 dari Sekolah Menulis Online (SMO) milik Jonru Ginting. Lumayan. Bahkan bukan sekedar lumayan. Selain itu, jika saya membeli ebook ini juga mendapat gratis modul eksklusif dari SMO, dapat kursi di Kelas SMO Free Trial, mendapat bimbingan karir di bidang penulisan dan berlaku seumur hidup, dan beberapa special offers lainnya. Penawaran Fantastis ini hanya berlaku untuk Paket Ebook, TIDAK BERLAKU untuk buku versi cetak. Dan penawaran ini akan ditutup sewaktu-waktu bila buku versi cetak sudah terbit. Pokoknya sangat menarik untuk menjadi Penulis hebat


Jika boleh saya mengibaratkan, saat ini saya sedang mengendarai sebuah sepeda motor setengah umur dengan kecepatan yang sangat kurang. Bukan karena tuas gas yang kurang saya tarik tetapi juga karena akselerasi sepeda motor tersebut sedang dalam masalah. Dan buku ‘Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat’ tersebut saya anggap sebagai oli atau minyak pelumas yang bisa menambahkan akselerasi sepeda motor saya. Selain fungsi akselerasi, saya juga banyak berharap dan yakin buku tersebut bisa memberi fungsi perawatan atau treatment saya dalam menulis.

Jika saya berhasil mendapatkan buku tersebut, tentu akan banyak hal yang saya dapatkan, baik ilmu maupun hal lain yang saya pikir akan mengikutinya. Dan saat ini saya sedang berjuang demi buku tersebut. Namun sebenarnya bukan hanya buku tersebut yang menjadi target saya tetapi lebih kepada pengembangan diri saya terkait dengan bidang penulisan.


Tulisan ini, blog ini, Facebook Notes ini juga menjadi salah satu perjuangan saya untuk menjadi seorang penulis yang sukses. Yang Hebat. Semoga. [omtri271109]

Friday, June 19, 2009

Pengalaman itu mahal harganya

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah informasi lowongan kerja di sebuah website perusahaan outsourcing. Lalu sayapun tertarik, selain saya merasa kualified juga karena saya ingin berputar haluan untuk hijrah dari dunia Marketing dan Salesmanship praktis. Artinya saya sudah mulai -mungkin- jenuh dengan aktifitas saya sehari-hari dimana saya harus selalu berada di lapangan sebagai Salesman. Saya berpikir untuk mengaplikasikan ilmu dan pengalaman saya sebagai -katakanlah- Bagian Supervisi untuk sebuah Proyek.

Lalu sayapun mengirimkan Surat Lamaran Kerja yang untuk pertama kalinya saya kirim melalui email ke perusahaan tersebut. Nama perusahaan itu adalah Cika Outsourcing. Perusahaan tersebut bergerak dibidang outsourcing. Menyediakan manpower untuk beberapa profesi mulai Cleaning Service, Sekuriti, Operator Telepon dan Bisnis Logistik.

Cika Outsourcing terbilang cukup besar, memiliki beberapa kantor Cabang di beberapa kota di Jateng dan terus ber ekspansi. Cika Outsourcing juga telah diakui oleh beberapa perusahaan pengguna jasanya atau klien. Berbagai testimoni mengalir demi layanan terbaik yang telah diberikannya. Bahkan sebelum memutuskan untuk melamar di Cika Outsourcing, saya sudah mengenal perusahaan ini dari beberapa gedung yang pengelolaannya ditangani oleh Cika Outsourcing ini.

Dan kemarin, pada hari Kamis tibalah waktunya untuk saya melakukan test dan interview. Sebelum dilakukan test tertulis saya berhadapan dengan Bagian SDM perusahaan tersebut. Wawancaranya seputar pengalaman kerja saya, minat saya, keahlian yang mungkin saya miliki.

Ada satu hal yang menarik buat saya yaitu ketika saya menyebutkan bahwa saya pernah menjadi seorang Office Boy di sebuah Pusat Perakitan Komputer di Bandung. Pewawancara seperti hendak menggarisbawahi penuturan saya tersebut. Mungkin hal ini terkait bidang yang di jalankan oleh Cika Outsourcing. Ya, memang antara Cleaning Service dengan Office Boy tidaklah terlalu banyak perbedaannya. Namun pengalaman saya menjadi Office Boy (OB) tersebut menarik bagi HRD Cika Outsourcing. Mereka berpikir jika saya pernah menjadi OB akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja karena nantinya jika saya bergabung dengan Cika Outsourcing maka bisa jadi saya akan membawahi beberapa puluh orang yang bekerja sebagai Cleaning Service atau Building Treatment dan profesi itu pernah saya lakukan. Meskipun pada saat wawancara pihak HRD lebih cenderung ingin memasukkan saya di Divisi Administrasi. Inipun belum final. Bahkan keputusan untuk menarik saya bergabung dengan Cika Outsourcingpun belum disampaikan karena mungkin pihak HRD perlu waktu untuk membicarakannya dengan manajemen.

Tapi yang jelas, saya merasa bangga karena pekerjaan saya dulu sebagai OB yang banyak dilihat dengan sebelah mata terbukti banyak memberi saya pengalaman dan kini pengalaman itu dibutuhkan oleh pihak lain untuk sebuah simbiosis mutualisme.

Tapi yang jelas lagi, saya sedang memohon agar pihak HRD Cika Outsourcing tidak mengambil keputusan lain yakni mengangkat saya menjadi tenaga Cleaning Service.

Thanks before, Cika Outsourcing.

Capek Deh...!!!
Semoga......

[gambar diambil dari Google]

image

Brand Development

Saya adalah blogger, penulis, citizen journalist sekaligus praktisi marketing. Konsultan pengembangan merek, penyusunan sistem franchise. Trainer marketing, sales dan online advertising

image

Web Development

Anda butuh website atau blog pribadi? Untuk pengembangan usaha, LSM, organisasi, sekolah, toko online atau perusahaan Anda? Silahkan hubungi saya 0812-2222-0750 atau kirim email ke mr.antowiyono@gmail.com